<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Mesir Hampir 40%, Tertinggi dalam Sejarah</title><description>Inflasi tahunan di Mesir pada mencapai 39,7% pada Agustus 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880624/inflasi-mesir-hampir-40-tertinggi-dalam-sejarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880624/inflasi-mesir-hampir-40-tertinggi-dalam-sejarah"/><item><title>Inflasi Mesir Hampir 40%, Tertinggi dalam Sejarah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880624/inflasi-mesir-hampir-40-tertinggi-dalam-sejarah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880624/inflasi-mesir-hampir-40-tertinggi-dalam-sejarah</guid><pubDate>Senin 11 September 2023 08:21 WIB</pubDate><dc:creator>Dzakwan Agung Mugits</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/11/320/2880624/inflasi-mesir-hampir-40-tertinggi-dalam-sejarah-YHeaIKKYf3.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi Mesir capai 40%. (Foto: VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/11/320/2880624/inflasi-mesir-hampir-40-tertinggi-dalam-sejarah-YHeaIKKYf3.JPG</image><title>Inflasi Mesir capai 40%. (Foto: VOA)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNi80LzE2Mzg1Ny81L3g4ajVhcjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Inflasi tahunan di Mesir pada mencapai 39,7% pada Agustus 2023.

Di mana angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah, ketika negara berpenduduk terbesar di dunia Arab itu bergulat mengatasi krisis ekonomi yang parah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BPS: Biaya Pendidikan Jadi Penyumbang Inflasi Agustus 2023

Bahkan inflasi ini memecahkan rekor sebelumnya pada bulan Juli yang mencapai 38,2%, di tengah melemahnya perekonomian yang melemahkan nilai tukar mata uang pound Mesir terhadap dolar Amerika sejak awal tahun lalu.

Biro Statistik Mesir CAPMAS melaporkan harga makanan dan minuman saja naik 71,9% tahun ke tahun. Demikian dikutip dari VOA di Jakarta, Senin (11/9/2023).

Krisis ekonomi di negara yang bergantung pada impor ini dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu, yang mengganggu stabilitas pasokan pangan yang penting dan meresahkan pasar global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wall Street Bervariasi Didorong Data Inflasi AS

Para investor menarik miliaran dolar dari cadangan devisa Mesir, yang masih didukung oleh simpanan negara-negara sekutu yang kaya di Teluk, yang berjanji akan membeli aset-aset pemerintah Mesir tetapi tak kunjung memenuhi target pemerintah.

Bank Dunia mengatakan bahkan sebelum krisis terjadi, 30% warga Mesir telah hidup di bawah garis kemiskinan dan 30% lainnya rentan jatuh dalam kemiskinan.

Dalam beberapa tahu terakhir ini, negara berpenduduk 105 juta jiwa itu bergantung pada dana talangan, baik dari negara-negara sekutu di Teluk yang kaya minyak, maupun dari Dana Moneter Internasional IMF.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wall Street Bervariasi Didorong Data Inflasi AS


Tahun 2022 lalu IMF menyetujui pinjaman dana talangan sebesar USD3 miliar untuk Mesir, dengan syarat peralihan permanen ke nilai tukar yang fleksibel.



Pinjaman yang lebih kecil dari perkiraaan itu bertujuan untuk membuka sumber-sumber pendanaan lain, yaitu dari sekutu di kawasan.



Namun Mesir gagal meningkatkan target pendanaan, dan IMF belum mengeluarkan kajian pertama atas dana talangan yang diberikan, atau potensi pemberian dana talangan tahap kedua. Kedua hal ini diproyeksikan akan diselesaikan pada bulan Maret 2024.



Menurut angka di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, tagihan utang luar negeri Mesir telah meningkat tiga kali lipat dalam dekade terakhir ini, mencapai rekor tertinggi tahun ini sebesar USD165,4 miliar.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNi80LzE2Mzg1Ny81L3g4ajVhcjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Inflasi tahunan di Mesir pada mencapai 39,7% pada Agustus 2023.

Di mana angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah, ketika negara berpenduduk terbesar di dunia Arab itu bergulat mengatasi krisis ekonomi yang parah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BPS: Biaya Pendidikan Jadi Penyumbang Inflasi Agustus 2023

Bahkan inflasi ini memecahkan rekor sebelumnya pada bulan Juli yang mencapai 38,2%, di tengah melemahnya perekonomian yang melemahkan nilai tukar mata uang pound Mesir terhadap dolar Amerika sejak awal tahun lalu.

Biro Statistik Mesir CAPMAS melaporkan harga makanan dan minuman saja naik 71,9% tahun ke tahun. Demikian dikutip dari VOA di Jakarta, Senin (11/9/2023).

Krisis ekonomi di negara yang bergantung pada impor ini dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu, yang mengganggu stabilitas pasokan pangan yang penting dan meresahkan pasar global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wall Street Bervariasi Didorong Data Inflasi AS

Para investor menarik miliaran dolar dari cadangan devisa Mesir, yang masih didukung oleh simpanan negara-negara sekutu yang kaya di Teluk, yang berjanji akan membeli aset-aset pemerintah Mesir tetapi tak kunjung memenuhi target pemerintah.

Bank Dunia mengatakan bahkan sebelum krisis terjadi, 30% warga Mesir telah hidup di bawah garis kemiskinan dan 30% lainnya rentan jatuh dalam kemiskinan.

Dalam beberapa tahu terakhir ini, negara berpenduduk 105 juta jiwa itu bergantung pada dana talangan, baik dari negara-negara sekutu di Teluk yang kaya minyak, maupun dari Dana Moneter Internasional IMF.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wall Street Bervariasi Didorong Data Inflasi AS


Tahun 2022 lalu IMF menyetujui pinjaman dana talangan sebesar USD3 miliar untuk Mesir, dengan syarat peralihan permanen ke nilai tukar yang fleksibel.



Pinjaman yang lebih kecil dari perkiraaan itu bertujuan untuk membuka sumber-sumber pendanaan lain, yaitu dari sekutu di kawasan.



Namun Mesir gagal meningkatkan target pendanaan, dan IMF belum mengeluarkan kajian pertama atas dana talangan yang diberikan, atau potensi pemberian dana talangan tahap kedua. Kedua hal ini diproyeksikan akan diselesaikan pada bulan Maret 2024.



Menurut angka di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, tagihan utang luar negeri Mesir telah meningkat tiga kali lipat dalam dekade terakhir ini, mencapai rekor tertinggi tahun ini sebesar USD165,4 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
