<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bye BBM! RI Targetkan Produksi 600 Ribu Mobil Listrik pada 2030</title><description>Pemerintah menargetkan produksi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dapat mencapai 600 ribu unit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880698/bye-bbm-ri-targetkan-produksi-600-ribu-mobil-listrik-pada-2030</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880698/bye-bbm-ri-targetkan-produksi-600-ribu-mobil-listrik-pada-2030"/><item><title>Bye BBM! RI Targetkan Produksi 600 Ribu Mobil Listrik pada 2030</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880698/bye-bbm-ri-targetkan-produksi-600-ribu-mobil-listrik-pada-2030</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880698/bye-bbm-ri-targetkan-produksi-600-ribu-mobil-listrik-pada-2030</guid><pubDate>Senin 11 September 2023 10:23 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/11/320/2880698/bye-bbm-ri-targetkan-produksi-600-ribu-mobil-listrik-pada-2030-OJg71RHUXV.JPG" expression="full" type="image/jpeg">RI targetkan produksi mobil listrik 600 ribu unit pada 2030. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/11/320/2880698/bye-bbm-ri-targetkan-produksi-600-ribu-mobil-listrik-pada-2030-OJg71RHUXV.JPG</image><title>RI targetkan produksi mobil listrik 600 ribu unit pada 2030. (Foto: Reuters)</title></images><description>


JAKARTA - Pemerintah menargetkan produksi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dapat mencapai 600 ribu unit untuk roda empat atau lebih, serta 2,45 juta unit untuk roda dua pada 2030.
Hal ini sebagai komitmen Indonesia untuk melakukan mitigasi emisi global, antisipasi adanya perubahan iklim, dan komitmen mencapai Net Zero Emission di tahun 2060.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Intip Spesifikasi Motor Listrik Subsidi Termurah, Cuma Rp5 Jutaan!

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif mengatakan target tersebut dapat terwujud dengan ekosistem kendaraan listrik yang semakin berkembang, melibatkan para pemangku kepentingan  meliputi industri otomotif, produsen baterai dan konsumen.
&amp;ldquo;Kementerian Perindustrian optimistis bahwa penggunaan kendaraan listrik untuk menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil akan mampu mengurangi emisi CO2,&amp;rdquo; kata Febri dalam keterangan tertulis dikutip Senin (11/9/2023).

BACA JUGA:
Intip Mobil Listrik yang Digunakan Petinggi Negara di KTT ASEAN Jakarta, Berapa Harganya?

Dia mengungkapkan, beberapa program yang dijalankan pemerintah untuk mengakselerasi adopsi kendaraan listrik di antaranya melalui bantuan pembelian KBLBB roda dua, subsidi pembelian KBLBB roda empat, serta program-program untuk mendukung industri yang mendedikasikan pengembangan dan perluasan fasilitas produksi EV di Indonesia.&quot;Pengembangan ekosistem kendaraan listrik akan mendorong inovasi-inovasi teknologi dari perusahaan industri EV untuk menghasilkan produk-produk yang paling sesuai dengan kebutuhan pasar di Indonesia maupun pasar ekspor,&quot; jelasnya.
Pemerintah juga telah menyatakan komitmen pengurangan CO2 melalui National Determined Contribution (NDC).
Komitmen transisi energi diwujudkan melalui kebijakan-kebijakan untuk menciptakan iklim investasi yang tepat bagi industri hulu.
Di antaranya melalui kebijakan fiskal berupa instrumen pajak seperti PPh dan PPN, serta kebijakan kepabeanan untuk meningkatkan kemampuan menghasilkan bauran energi yang tepat di Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

6 Fakta Semua Orang Bisa Beli Motor Listrik Dapat Subsidi Rp7 Juta

Menurut Febri, program peningkatan penggunaan kendaran listrik perlu didukung dengan bauran kebijakan lainnya untuk mewujudkan komitmen Net Zero Emission tahun 2060.
Penyediaan sumber energi yang bersih dan menghasilkan EBT merupakan upaya bersama bangsa Indonesia.
&quot;Langkah-langkah untuk mewujudkan circular economy juga harus diambil, misalnya komitmen untuk memaksimalkan penggunaan kembali material-material yang digunakan untuk memproduksi kendaraan listrik,&amp;rdquo; imbuh Febri.
Dia menyampaikan, upaya mendorong adopsi massal kendaraan listrik merupakan langkah yang juga dijalankan di negara-negara lain untuk mengembangkan ekosistemnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Pemerintah menargetkan produksi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dapat mencapai 600 ribu unit untuk roda empat atau lebih, serta 2,45 juta unit untuk roda dua pada 2030.
Hal ini sebagai komitmen Indonesia untuk melakukan mitigasi emisi global, antisipasi adanya perubahan iklim, dan komitmen mencapai Net Zero Emission di tahun 2060.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Intip Spesifikasi Motor Listrik Subsidi Termurah, Cuma Rp5 Jutaan!

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif mengatakan target tersebut dapat terwujud dengan ekosistem kendaraan listrik yang semakin berkembang, melibatkan para pemangku kepentingan  meliputi industri otomotif, produsen baterai dan konsumen.
&amp;ldquo;Kementerian Perindustrian optimistis bahwa penggunaan kendaraan listrik untuk menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil akan mampu mengurangi emisi CO2,&amp;rdquo; kata Febri dalam keterangan tertulis dikutip Senin (11/9/2023).

BACA JUGA:
Intip Mobil Listrik yang Digunakan Petinggi Negara di KTT ASEAN Jakarta, Berapa Harganya?

Dia mengungkapkan, beberapa program yang dijalankan pemerintah untuk mengakselerasi adopsi kendaraan listrik di antaranya melalui bantuan pembelian KBLBB roda dua, subsidi pembelian KBLBB roda empat, serta program-program untuk mendukung industri yang mendedikasikan pengembangan dan perluasan fasilitas produksi EV di Indonesia.&quot;Pengembangan ekosistem kendaraan listrik akan mendorong inovasi-inovasi teknologi dari perusahaan industri EV untuk menghasilkan produk-produk yang paling sesuai dengan kebutuhan pasar di Indonesia maupun pasar ekspor,&quot; jelasnya.
Pemerintah juga telah menyatakan komitmen pengurangan CO2 melalui National Determined Contribution (NDC).
Komitmen transisi energi diwujudkan melalui kebijakan-kebijakan untuk menciptakan iklim investasi yang tepat bagi industri hulu.
Di antaranya melalui kebijakan fiskal berupa instrumen pajak seperti PPh dan PPN, serta kebijakan kepabeanan untuk meningkatkan kemampuan menghasilkan bauran energi yang tepat di Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

6 Fakta Semua Orang Bisa Beli Motor Listrik Dapat Subsidi Rp7 Juta

Menurut Febri, program peningkatan penggunaan kendaran listrik perlu didukung dengan bauran kebijakan lainnya untuk mewujudkan komitmen Net Zero Emission tahun 2060.
Penyediaan sumber energi yang bersih dan menghasilkan EBT merupakan upaya bersama bangsa Indonesia.
&quot;Langkah-langkah untuk mewujudkan circular economy juga harus diambil, misalnya komitmen untuk memaksimalkan penggunaan kembali material-material yang digunakan untuk memproduksi kendaraan listrik,&amp;rdquo; imbuh Febri.
Dia menyampaikan, upaya mendorong adopsi massal kendaraan listrik merupakan langkah yang juga dijalankan di negara-negara lain untuk mengembangkan ekosistemnya.</content:encoded></item></channel></rss>
