<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Rayu Investor Luar Negeri Masuk ke Bisnis Penyimpanan Karbon</title><description>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak investor asing masuk ke bisnis penyimpanan karbon.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880830/menko-luhut-rayu-investor-luar-negeri-masuk-ke-bisnis-penyimpanan-karbon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880830/menko-luhut-rayu-investor-luar-negeri-masuk-ke-bisnis-penyimpanan-karbon"/><item><title>Menko Luhut Rayu Investor Luar Negeri Masuk ke Bisnis Penyimpanan Karbon</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880830/menko-luhut-rayu-investor-luar-negeri-masuk-ke-bisnis-penyimpanan-karbon</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880830/menko-luhut-rayu-investor-luar-negeri-masuk-ke-bisnis-penyimpanan-karbon</guid><pubDate>Senin 11 September 2023 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/11/320/2880830/menko-luhut-rayu-investor-luar-negeri-masuk-ke-bisnis-penyimpanan-karbon-ihv8aCg0hd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut rayu investor asing masuk ke bisnis penyimpanan karbon (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/11/320/2880830/menko-luhut-rayu-investor-luar-negeri-masuk-ke-bisnis-penyimpanan-karbon-ihv8aCg0hd.jpg</image><title>Luhut rayu investor asing masuk ke bisnis penyimpanan karbon (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak investor asing masuk ke bisnis penyimpanan karbon. Pasalnya, Luhut mengatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki potensi besar dalam penyimpanan karbon.
Luhut menyatakan bahwa Indonesia sendiri mempunyai potensi yang cukup besar yakni sebanyak 400 gigaton penyimpanan karbon. Hal ini memberikan peluang dan bisnis yang signifikan bagi Indonesia melalui teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CSS).

BACA JUGA:
Singapura Impor Listrik Rendah Karbon dari Indonesia, Luhut Berikan Syarat Ini

Teknologi Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS) merupakan teknologi yang sangat efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penangkapan karbon dioksida (CO2) dari proses industri dan pembangkit listrik, lalu menyimpannya dengan aman di bawah tanah.
&quot;Pada awal tahun 2023, CCS Indonesia memusatkan visinya mengenai pengembangan potensi CCS Indonesia. Potensi penyimpanan di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 400 gigaton yang memberikan peluang bisnis dan investasi yang signifikan di negara ini,&quot; kata Luhut dalam CCS Forum 2023, Senin (11/9/2023).

BACA JUGA:
4 Cara Pertamina Siapkan Bahan Bakar Rendah Karbon

Sektor CCS berkembang pesat, menawarkan investor peluang untuk menjadi yang terdepan dalam industri revolusioner yang menjanjikan keuntungan finansial jangka panjang sekaligus memenuhi tanggung jawab zero emission sebagai izin berinvestasi bagi industri global.
&quot;Investasi global baru-baru ini di CCS telah mencapai USD6,4 miliar dan Asia memberikan kontribusi sebesar USD1,2 miliar. Indonesia siap menjadi bagian utama dari investasi teknologi ini,&quot; jelasnya.Lebih lanjut, Menko Luhut menambahkan bahwa pengembangan pusat CCS di  Indonesia memiliki potensi yang sangat besar karena wilayah ini  memiliki sumber daya yang diperlukan dari lokasi penyimpanan CO2 dan  lokasi industri yang berdekatan, termasuk mitra dari industri Asia Timur  untuk transportasi karbon internasional.
&quot;Penerapan pajak karbon regional juga memberikan dorongan ekonomi  pada proyek ini. Fasilitas minyak dan gas yang ada mulai dari Aceh,  Utara Jawa, Kalimantan dan pengembangan terbaru di Papua secara teknis  layak untuk pengoperasian CCS. Dengan mendorong kolaborasi dan berbagi  pengetahuan, kita dapat memanfaatkan potensi penuh CCS untuk mewujudkan  masa depan berkelanjutan di Asia Tenggara,&quot;ujarnya.
Oleh sebab itu, dirinya mengungkapkan sangat penting acara ini untuk  membahas keberhasilan Indonesia lebih lanjut, yang di mana acara ini  juga merupakan side event dari Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (KTT  ASEAN).
&quot;Kami yakin bahwa upaya kolektif kami untuk mendefinisikan kerangka  peraturan dapat memberikan pesan yang jelas, Indonesia akan menjadi  pionir penerapan CCS di tahun-tahun berikutnya,&quot;pungkas Menko Luhut.</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak investor asing masuk ke bisnis penyimpanan karbon. Pasalnya, Luhut mengatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki potensi besar dalam penyimpanan karbon.
Luhut menyatakan bahwa Indonesia sendiri mempunyai potensi yang cukup besar yakni sebanyak 400 gigaton penyimpanan karbon. Hal ini memberikan peluang dan bisnis yang signifikan bagi Indonesia melalui teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CSS).

BACA JUGA:
Singapura Impor Listrik Rendah Karbon dari Indonesia, Luhut Berikan Syarat Ini

Teknologi Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS) merupakan teknologi yang sangat efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penangkapan karbon dioksida (CO2) dari proses industri dan pembangkit listrik, lalu menyimpannya dengan aman di bawah tanah.
&quot;Pada awal tahun 2023, CCS Indonesia memusatkan visinya mengenai pengembangan potensi CCS Indonesia. Potensi penyimpanan di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 400 gigaton yang memberikan peluang bisnis dan investasi yang signifikan di negara ini,&quot; kata Luhut dalam CCS Forum 2023, Senin (11/9/2023).

BACA JUGA:
4 Cara Pertamina Siapkan Bahan Bakar Rendah Karbon

Sektor CCS berkembang pesat, menawarkan investor peluang untuk menjadi yang terdepan dalam industri revolusioner yang menjanjikan keuntungan finansial jangka panjang sekaligus memenuhi tanggung jawab zero emission sebagai izin berinvestasi bagi industri global.
&quot;Investasi global baru-baru ini di CCS telah mencapai USD6,4 miliar dan Asia memberikan kontribusi sebesar USD1,2 miliar. Indonesia siap menjadi bagian utama dari investasi teknologi ini,&quot; jelasnya.Lebih lanjut, Menko Luhut menambahkan bahwa pengembangan pusat CCS di  Indonesia memiliki potensi yang sangat besar karena wilayah ini  memiliki sumber daya yang diperlukan dari lokasi penyimpanan CO2 dan  lokasi industri yang berdekatan, termasuk mitra dari industri Asia Timur  untuk transportasi karbon internasional.
&quot;Penerapan pajak karbon regional juga memberikan dorongan ekonomi  pada proyek ini. Fasilitas minyak dan gas yang ada mulai dari Aceh,  Utara Jawa, Kalimantan dan pengembangan terbaru di Papua secara teknis  layak untuk pengoperasian CCS. Dengan mendorong kolaborasi dan berbagi  pengetahuan, kita dapat memanfaatkan potensi penuh CCS untuk mewujudkan  masa depan berkelanjutan di Asia Tenggara,&quot;ujarnya.
Oleh sebab itu, dirinya mengungkapkan sangat penting acara ini untuk  membahas keberhasilan Indonesia lebih lanjut, yang di mana acara ini  juga merupakan side event dari Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (KTT  ASEAN).
&quot;Kami yakin bahwa upaya kolektif kami untuk mendefinisikan kerangka  peraturan dapat memberikan pesan yang jelas, Indonesia akan menjadi  pionir penerapan CCS di tahun-tahun berikutnya,&quot;pungkas Menko Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
