<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirut Garuda Bocorkan Konsep Merger Citilink-Pelita Air</title><description>BUMN merencanakan melakukan merger antara Garuda Indonesia Group dengan Pelita Air.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880913/dirut-garuda-bocorkan-konsep-merger-citilink-pelita-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880913/dirut-garuda-bocorkan-konsep-merger-citilink-pelita-air"/><item><title>Dirut Garuda Bocorkan Konsep Merger Citilink-Pelita Air</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880913/dirut-garuda-bocorkan-konsep-merger-citilink-pelita-air</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880913/dirut-garuda-bocorkan-konsep-merger-citilink-pelita-air</guid><pubDate>Senin 11 September 2023 15:04 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merencanakan melakukan merger antara Garuda Indonesia Group dengan Pelita Air. Menurut Direktur Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, ide merger ini sangat rasional bagi perseroan.
&amp;ldquo;Alasannya sangat rasional, yaitu bila Garuda tidak berhasil mendapatkan persetujuan kreditur kan berarti failed, pemerintah akan dipermasalahkan kan. Sebagai pemegang amanat Undang-Undang mesti menyediakan konektivitas, makanya Pelita disiapkan. Jadi rasionalisasinya begitu,&amp;rdquo; ujarnya dalam Chief Talk Okezone.



Diskusi-diskusi terkait merger ini pun terus dilakukan. Sudah mulai dilakukan asesmen atau analisa yang mendalam terkait bisnis tiga maskapai ini.
&amp;ldquo;Mengenai opsi-opsi yang ada yang pas untuk dunia aviasi di bawah dunia BUMN atau pemerintah,&amp;rdquo; ujarnya.


Menurut Irfan, nantikan akan ada beberapa konsiderasi. Pertama, Pertamina banyak mengurusi hal terkait dengan energi, sehingga tidak perlu mengurusi penerbangan.Kemudian dengan ketiga product ini di lapangan faktanya terjadi kompetisi..
&amp;ldquo;Kenapa saya katakan kompetisi, semua orang tahu jalur gemuk menguntungkan ke Bali. Semua ke Bali, kita Citilink, Pelita ke Bali. Sementara yang tidak terlalu gemuk gak dilayani,&amp;rdquo; ujarnya.Lalu terkait utang piutang antara Citilink dan Pertamina. &amp;ldquo;Jadi, ini semuanya dijadiin satu terus kemudian semua kita diskusi dan tim lagi meeting sekarang, coba bersama-sama liat opsi yang ada dan menjabarkan lebih detail, komprehensif, dan jangan asal yaudah gabung, jangan gitu,&amp;rdquo; ujarnya.
Hasil analisa inilah yang akan disampaikan ke kementerian sebagai pemegang saham untuk memilih. Di dalamnya ada perhitungan pro dan kontra yang mesti dilihat.
&amp;ldquo;Sehingga ini butuh kehati-hatian, kami maupun Pertamina dalam posisi suatu hari nanti dipersalahkan karena melakukan ini,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merencanakan melakukan merger antara Garuda Indonesia Group dengan Pelita Air. Menurut Direktur Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, ide merger ini sangat rasional bagi perseroan.
&amp;ldquo;Alasannya sangat rasional, yaitu bila Garuda tidak berhasil mendapatkan persetujuan kreditur kan berarti failed, pemerintah akan dipermasalahkan kan. Sebagai pemegang amanat Undang-Undang mesti menyediakan konektivitas, makanya Pelita disiapkan. Jadi rasionalisasinya begitu,&amp;rdquo; ujarnya dalam Chief Talk Okezone.



Diskusi-diskusi terkait merger ini pun terus dilakukan. Sudah mulai dilakukan asesmen atau analisa yang mendalam terkait bisnis tiga maskapai ini.
&amp;ldquo;Mengenai opsi-opsi yang ada yang pas untuk dunia aviasi di bawah dunia BUMN atau pemerintah,&amp;rdquo; ujarnya.


Menurut Irfan, nantikan akan ada beberapa konsiderasi. Pertama, Pertamina banyak mengurusi hal terkait dengan energi, sehingga tidak perlu mengurusi penerbangan.Kemudian dengan ketiga product ini di lapangan faktanya terjadi kompetisi..
&amp;ldquo;Kenapa saya katakan kompetisi, semua orang tahu jalur gemuk menguntungkan ke Bali. Semua ke Bali, kita Citilink, Pelita ke Bali. Sementara yang tidak terlalu gemuk gak dilayani,&amp;rdquo; ujarnya.Lalu terkait utang piutang antara Citilink dan Pertamina. &amp;ldquo;Jadi, ini semuanya dijadiin satu terus kemudian semua kita diskusi dan tim lagi meeting sekarang, coba bersama-sama liat opsi yang ada dan menjabarkan lebih detail, komprehensif, dan jangan asal yaudah gabung, jangan gitu,&amp;rdquo; ujarnya.
Hasil analisa inilah yang akan disampaikan ke kementerian sebagai pemegang saham untuk memilih. Di dalamnya ada perhitungan pro dan kontra yang mesti dilihat.
&amp;ldquo;Sehingga ini butuh kehati-hatian, kami maupun Pertamina dalam posisi suatu hari nanti dipersalahkan karena melakukan ini,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
