<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>400.000 Ton Beras Masuk ke RI, Bulog: Tidak Ada Impor Lagi</title><description>Sebanyak 400.000 ton beras akan segera tiba di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880974/400-000-ton-beras-masuk-ke-ri-bulog-tidak-ada-impor-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880974/400-000-ton-beras-masuk-ke-ri-bulog-tidak-ada-impor-lagi"/><item><title>400.000 Ton Beras Masuk ke RI, Bulog: Tidak Ada Impor Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880974/400-000-ton-beras-masuk-ke-ri-bulog-tidak-ada-impor-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2880974/400-000-ton-beras-masuk-ke-ri-bulog-tidak-ada-impor-lagi</guid><pubDate>Senin 11 September 2023 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/11/320/2880974/400-000-ton-beras-masuk-ke-ri-bulog-tidak-ada-impor-lagi-8c3NfpwyUN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bulog impor beras dari beberapa negara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/11/320/2880974/400-000-ton-beras-masuk-ke-ri-bulog-tidak-ada-impor-lagi-8c3NfpwyUN.jpg</image><title>Bulog impor beras dari beberapa negara (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMS8xLzE3MDQ2OC81L3g4bnpsbHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebanyak 400.000 ton beras akan segera tiba di Indonesia. Beras tersebut merupakan impor yang dilakukan Perum Bulog dari beberapa negara mitra.
Direktur Utama Bulog Budi Waseso alias Buwas memastikan, kedatangan 400.000 ton beras merupakan tahap akhir dari penugasan impor 2 juta ton beras sepanjang tahun ini. Setelah itu, pihaknya tidak lagi melakukan pengadaan impor.

BACA JUGA:
Dirut Bulog Optimistis Bansos Beras 10 Kg Bisa Kendalikan Inflasi


&quot;Sudah selesai (impor). Saya rahasia (negara mitra), yang penting sudah selesai, berarti kita tidak impor lagi,&quot; ujar Buwas saat ditemui wartawan di gudang Bulog DKI Jakarta dan Banten, Senin (11/9/2023).
Menurutnya, kebijakan mendatangkan beras dari luar negeri merupakan keputusan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sementara itu, Bulog pada posisi menjalankan penugasan yang diberikan pemerintah.

BACA JUGA:
Stok Beras di Gudang Bulog Capai 1,6 Juta Ton, Presiden Jokowi: Jangan Khawatir


Saat dikonfirmasi jika adanya urgensi atas kebutuhan pangan dasar tersebut, Bulog tetap mengimpor beras? Buwas menegaskan hal itu menjadi keputusan Badan Pangan Nasional.
&quot;Yah bukan urusan saya, tanya Pak Arief (Kepala Bapanas,&quot; ucapnya.
Dia menegaskan impor beras dilakukan guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri hingga menjaga harga beras di tingkat konsumen.
Sebelumnya Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menyebut, sepanjang  semester dua tahun ini produksi di tingkat petani menurun signifikan.  Untuk itu, diperlukan impor 400.000 ton beras demi meningkatkan cadangan  beras pemerintah (CBP).
Tercatat, hingga akhir Agustus realisasi atas impor beras mencapai  1,6 juta ton. Jika, ditambah dengan 400.000 ton, maka total stok beras  di gudang Bulog mencapai 2 juta ton.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMS8xLzE3MDQ2OC81L3g4bnpsbHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebanyak 400.000 ton beras akan segera tiba di Indonesia. Beras tersebut merupakan impor yang dilakukan Perum Bulog dari beberapa negara mitra.
Direktur Utama Bulog Budi Waseso alias Buwas memastikan, kedatangan 400.000 ton beras merupakan tahap akhir dari penugasan impor 2 juta ton beras sepanjang tahun ini. Setelah itu, pihaknya tidak lagi melakukan pengadaan impor.

BACA JUGA:
Dirut Bulog Optimistis Bansos Beras 10 Kg Bisa Kendalikan Inflasi


&quot;Sudah selesai (impor). Saya rahasia (negara mitra), yang penting sudah selesai, berarti kita tidak impor lagi,&quot; ujar Buwas saat ditemui wartawan di gudang Bulog DKI Jakarta dan Banten, Senin (11/9/2023).
Menurutnya, kebijakan mendatangkan beras dari luar negeri merupakan keputusan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sementara itu, Bulog pada posisi menjalankan penugasan yang diberikan pemerintah.

BACA JUGA:
Stok Beras di Gudang Bulog Capai 1,6 Juta Ton, Presiden Jokowi: Jangan Khawatir


Saat dikonfirmasi jika adanya urgensi atas kebutuhan pangan dasar tersebut, Bulog tetap mengimpor beras? Buwas menegaskan hal itu menjadi keputusan Badan Pangan Nasional.
&quot;Yah bukan urusan saya, tanya Pak Arief (Kepala Bapanas,&quot; ucapnya.
Dia menegaskan impor beras dilakukan guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri hingga menjaga harga beras di tingkat konsumen.
Sebelumnya Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menyebut, sepanjang  semester dua tahun ini produksi di tingkat petani menurun signifikan.  Untuk itu, diperlukan impor 400.000 ton beras demi meningkatkan cadangan  beras pemerintah (CBP).
Tercatat, hingga akhir Agustus realisasi atas impor beras mencapai  1,6 juta ton. Jika, ditambah dengan 400.000 ton, maka total stok beras  di gudang Bulog mencapai 2 juta ton.</content:encoded></item></channel></rss>
