<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PalmCo Jadi Peluang PTPN Revitalisasi dan Optimalisasi Lahan Sawit</title><description>Pembentukan PalmCo menjadi pintu masuk bagi PTPN Group untuk merevitalisasi dan mengoptimalisasi lahan-lahan sawit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2881094/palmco-jadi-peluang-ptpn-revitalisasi-dan-optimalisasi-lahan-sawit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2881094/palmco-jadi-peluang-ptpn-revitalisasi-dan-optimalisasi-lahan-sawit"/><item><title>PalmCo Jadi Peluang PTPN Revitalisasi dan Optimalisasi Lahan Sawit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2881094/palmco-jadi-peluang-ptpn-revitalisasi-dan-optimalisasi-lahan-sawit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/320/2881094/palmco-jadi-peluang-ptpn-revitalisasi-dan-optimalisasi-lahan-sawit</guid><pubDate>Senin 11 September 2023 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/11/320/2881094/palmco-jadi-peluang-ptpn-revitalisasi-dan-optimalisasi-lahan-sawit-Q9Pl9bZxo5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PalmCo jadi peluang PTPN optimalisasi Lahan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/11/320/2881094/palmco-jadi-peluang-ptpn-revitalisasi-dan-optimalisasi-lahan-sawit-Q9Pl9bZxo5.jpg</image><title>PalmCo jadi peluang PTPN optimalisasi Lahan (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMy8xLzE3MDA4NC81L3g4bm9ucXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pembentukan PalmCo menjadi pintu masuk bagi PTPN Group untuk merevitalisasi dan mengoptimalisasi lahan-lahan sawit. Hal ini akan membuat lahan menjadi lebih produktif dan meningkatkan pendapatan perusahaan.
Ekonom Senior dan Pendiri INDEF Dradjad Wibowo menjelaskan, proses merger unit bisnis sawit antara anak usaha PTPN Group menjadi menjadi momentum untuk mendata seluruh aset, termasuk memverifikasi lahan-lahan yang berpeluang dioptimasi.

BACA JUGA:
4 Anak Usaha PTPN III Digabung Jadi Sub Holding Palm Co


&amp;ldquo;Karena dengan digabungkan, secara otomatis ada pendataan terhadap aset-aset. Aset akan dicek mana-mana saja. Jadi ini (PalmCo-red) jadi pintu masuknyalah. Jadi sebenarnya penggabungan itu momentumkan, kesempatan emas untuk bersih-bersih kemudian ditingkatkan,&amp;rdquo; jelas Dradjad Wibowo, Senin (11/9/2023).
Apalagi, paparnya, ada rencana penambahan modal. Tentu investor dengan adanya PalmCo menjadi kesempatan due diligence atau aktivitas investigasi atau audit riwayat keuangan perusahaan.

BACA JUGA:
Pembentukan Subholding Palm Co Bisa Perkuat Ketahanan Pangan RI


Seperti diketahui, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI dan XIII direncanakan akan bergabung ke dalam PTPN IV untuk membentuk Sub Holding bernama PalmCo yang khusus menggarap bisnis minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya.
Dari hasil merger unit bisnis sawit di 4 anak usaha PTPN Grup itu, maka PalmCo serta merta akan memiliki lahan sawit seluas 500.000 ha. Namun, berdasarkan data PTPN Group masih ada optimalisasi dan revitalisasi sekitar 200.000 ha.
Lebih jauh, Dradjat mengatakan pemanfaatan lahan secara penuh memang menjadi salah satu &amp;ldquo;penyakit&amp;rdquo; BUMN yang memiliki lahan luas. Kondisi ini, menurutnya, tidak bisa dibiarkan terus menerus, tetapi harus ada upaya bersih-bersih dan cara yang efektif adalah Merger dan Akuisisi (M&amp;amp;A).
&amp;ldquo;Jadi itu sebenarnya jadi kesempatan untuk bersih-bersih. Kalau  program Erick (Menteri BUMN Erick Thohir-red) memang banyak yang kita  support ya, termasuk untuk merger BUMN. Ini memang posisinya kita  support,&amp;rdquo; terangnya.
Dengan demikian, paparnya, semua lahan dapat didata, dirapikan dan  dikembalikan ke perusahaan. Misalnya, lahan mana yang dikuasai  perusahaan, digarap masyarakat, disewakan hingga diselewengkan oleh  oknum atau pihak tertentu.
&amp;ldquo;Yang masih dikuasai perusahaan namun belum optimal, bisa langsung  dilakukan penanaman. Kalau yang sudah diambil masyarakat secara tidak  sah, tentu cara penanganannya berbeda,&amp;rdquo; lanjutnya.
Di sisi lain, upaya bersih-bersih melalui M&amp;amp;E, ujarnya lagi, tidak hanya untuk lahan, tetapi juga sumber daya manusia.
&amp;ldquo;Jadi termasuk bersih-bersih manajemennya, nantikan Kementerian BUMN  tahu track recordnya. Mana yang baik, mana yang bandel, siapa yang mampu  dan siapa yang tidak mampu kan nanti kelihatan. Ini (pembentukan  PalmCo-red) kesempatan,&amp;rdquo; terangnya.
Di sisi lain, Dradjat Wibowo mengingatkan merger dan akuisisi  perusahaan milik negara memiliki sisi negatif, yaitu berpotensi menjadi  kesempatan masuknya kepentingan politik yang sebenarnya tidak ada  kaitannya dengan kinerja perusahaan.
&amp;ldquo;Jadi ini harus diwanti-wanti agar PalmCo dipastikan dikelola oleh  orang profesional. Sehingga, target Pemerintah untuk menjadikan PalmCo  menjadi perusahaan profit dan berdampak besar bagi perekonomian  masyarakat dapat tercapai,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMy8xLzE3MDA4NC81L3g4bm9ucXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pembentukan PalmCo menjadi pintu masuk bagi PTPN Group untuk merevitalisasi dan mengoptimalisasi lahan-lahan sawit. Hal ini akan membuat lahan menjadi lebih produktif dan meningkatkan pendapatan perusahaan.
Ekonom Senior dan Pendiri INDEF Dradjad Wibowo menjelaskan, proses merger unit bisnis sawit antara anak usaha PTPN Group menjadi menjadi momentum untuk mendata seluruh aset, termasuk memverifikasi lahan-lahan yang berpeluang dioptimasi.

BACA JUGA:
4 Anak Usaha PTPN III Digabung Jadi Sub Holding Palm Co


&amp;ldquo;Karena dengan digabungkan, secara otomatis ada pendataan terhadap aset-aset. Aset akan dicek mana-mana saja. Jadi ini (PalmCo-red) jadi pintu masuknyalah. Jadi sebenarnya penggabungan itu momentumkan, kesempatan emas untuk bersih-bersih kemudian ditingkatkan,&amp;rdquo; jelas Dradjad Wibowo, Senin (11/9/2023).
Apalagi, paparnya, ada rencana penambahan modal. Tentu investor dengan adanya PalmCo menjadi kesempatan due diligence atau aktivitas investigasi atau audit riwayat keuangan perusahaan.

BACA JUGA:
Pembentukan Subholding Palm Co Bisa Perkuat Ketahanan Pangan RI


Seperti diketahui, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI dan XIII direncanakan akan bergabung ke dalam PTPN IV untuk membentuk Sub Holding bernama PalmCo yang khusus menggarap bisnis minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya.
Dari hasil merger unit bisnis sawit di 4 anak usaha PTPN Grup itu, maka PalmCo serta merta akan memiliki lahan sawit seluas 500.000 ha. Namun, berdasarkan data PTPN Group masih ada optimalisasi dan revitalisasi sekitar 200.000 ha.
Lebih jauh, Dradjat mengatakan pemanfaatan lahan secara penuh memang menjadi salah satu &amp;ldquo;penyakit&amp;rdquo; BUMN yang memiliki lahan luas. Kondisi ini, menurutnya, tidak bisa dibiarkan terus menerus, tetapi harus ada upaya bersih-bersih dan cara yang efektif adalah Merger dan Akuisisi (M&amp;amp;A).
&amp;ldquo;Jadi itu sebenarnya jadi kesempatan untuk bersih-bersih. Kalau  program Erick (Menteri BUMN Erick Thohir-red) memang banyak yang kita  support ya, termasuk untuk merger BUMN. Ini memang posisinya kita  support,&amp;rdquo; terangnya.
Dengan demikian, paparnya, semua lahan dapat didata, dirapikan dan  dikembalikan ke perusahaan. Misalnya, lahan mana yang dikuasai  perusahaan, digarap masyarakat, disewakan hingga diselewengkan oleh  oknum atau pihak tertentu.
&amp;ldquo;Yang masih dikuasai perusahaan namun belum optimal, bisa langsung  dilakukan penanaman. Kalau yang sudah diambil masyarakat secara tidak  sah, tentu cara penanganannya berbeda,&amp;rdquo; lanjutnya.
Di sisi lain, upaya bersih-bersih melalui M&amp;amp;E, ujarnya lagi, tidak hanya untuk lahan, tetapi juga sumber daya manusia.
&amp;ldquo;Jadi termasuk bersih-bersih manajemennya, nantikan Kementerian BUMN  tahu track recordnya. Mana yang baik, mana yang bandel, siapa yang mampu  dan siapa yang tidak mampu kan nanti kelihatan. Ini (pembentukan  PalmCo-red) kesempatan,&amp;rdquo; terangnya.
Di sisi lain, Dradjat Wibowo mengingatkan merger dan akuisisi  perusahaan milik negara memiliki sisi negatif, yaitu berpotensi menjadi  kesempatan masuknya kepentingan politik yang sebenarnya tidak ada  kaitannya dengan kinerja perusahaan.
&amp;ldquo;Jadi ini harus diwanti-wanti agar PalmCo dipastikan dikelola oleh  orang profesional. Sehingga, target Pemerintah untuk menjadikan PalmCo  menjadi perusahaan profit dan berdampak besar bagi perekonomian  masyarakat dapat tercapai,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
