<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangunan Bersejarah di Maroko Hancur Usai Gempa Bumi</title><description>Gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang kawasan bersejarah Yahudi, bagian dari kota tua Marrakesh, pusat wisata Maroko.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/470/2880422/bangunan-bersejarah-di-maroko-hancur-usai-gempa-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/470/2880422/bangunan-bersejarah-di-maroko-hancur-usai-gempa-bumi"/><item><title>Bangunan Bersejarah di Maroko Hancur Usai Gempa Bumi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/470/2880422/bangunan-bersejarah-di-maroko-hancur-usai-gempa-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/11/470/2880422/bangunan-bersejarah-di-maroko-hancur-usai-gempa-bumi</guid><pubDate>Senin 11 September 2023 04:01 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/10/470/2880422/bangunan-bersejarah-di-maroko-hancur-usai-gempa-bumi-w4rYpWvbYR.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gempa bumi Maroko hancurkan bangunan bersejarah. (Foto: VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/10/470/2880422/bangunan-bersejarah-di-maroko-hancur-usai-gempa-bumi-w4rYpWvbYR.JPG</image><title>Gempa bumi Maroko hancurkan bangunan bersejarah. (Foto: VOA)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC8xLzE3MDQxMS81L3g4bnl0MG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang kawasan bersejarah Yahudi, bagian dari kota tua Marrakesh, pusat wisata Maroko.

Gempa ini berpusat di Barat Daya Marrakesh dan tengah menelan ribuan korban jiwa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Beredar Video Viral Jamaah yang Sholat Saat Gempa Maroko, Benarkah?

Menurut informasi, Marrakesh diketahui masuk dalam daftar Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO).

Tempat wisata ini disebut dapat menarik perhatian turis sehingga dapat menopang 7% perekonomian Maroko.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Gempa Bumi M4,3 Guncang Nias Barat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Seoranh warga disana mengamati puing-puinh setelah gempat yanh mengguncang kawasan tersebut.

&amp;ldquo;Kota itu seperti dijatuhi bom,&amp;rdquo; katanya dilansir VOA di Jakarta, Minggu.


Rumah Sahraouia sendiri menjadi puing-puing, tuturnya di antara jalan-jalan sempit yang dipenuhi pecahan atap kayu dan puing-puing lain dari bangunan yang runtuh di kawasan yang berusia berabad-abad.



&amp;ldquo;Kami sedang menyiapkan makan malam ketika kami mendengar sesuatu seperti ledakan. Karena panik, saya segera keluar bersama anak-anak saya. Sayangnya rumah kami runtuh,&amp;rdquo; katanya.



Dia dan keluarganya menyelamatkan diri ke lapangan besar di pinggir distrik, dan kini menghadapi masa depan yang tidak pasti.



&amp;ldquo;Kami kehilangan segalanya,&amp;rdquo; katanya.



Seorang tetangga, Mbarka El Ghabar, juga menyaksikan rumahnya hancur akibat gempa terkuat dalam sejarah Maroko.



&amp;ldquo;Kami tertidur ketika gempa terjadi. Sebagian atap runtuh dan kami terjebak di dalam, teapi saya dan suami berhasil melarikan diri,&amp;rdquo; katra Ghabar menceritakan setelah peristiwa tersebut.





Fatiha Aboualchouak mengatakan keponakannya yang berusia empat tahun termasuk di antara lebih dari 1.000 orang yang tewas.



Baca Selengkapnya : Gempa Maroko Hancurkan Bangunan Bersejarah




</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC8xLzE3MDQxMS81L3g4bnl0MG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang kawasan bersejarah Yahudi, bagian dari kota tua Marrakesh, pusat wisata Maroko.

Gempa ini berpusat di Barat Daya Marrakesh dan tengah menelan ribuan korban jiwa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Beredar Video Viral Jamaah yang Sholat Saat Gempa Maroko, Benarkah?

Menurut informasi, Marrakesh diketahui masuk dalam daftar Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO).

Tempat wisata ini disebut dapat menarik perhatian turis sehingga dapat menopang 7% perekonomian Maroko.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Gempa Bumi M4,3 Guncang Nias Barat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Seoranh warga disana mengamati puing-puinh setelah gempat yanh mengguncang kawasan tersebut.

&amp;ldquo;Kota itu seperti dijatuhi bom,&amp;rdquo; katanya dilansir VOA di Jakarta, Minggu.


Rumah Sahraouia sendiri menjadi puing-puing, tuturnya di antara jalan-jalan sempit yang dipenuhi pecahan atap kayu dan puing-puing lain dari bangunan yang runtuh di kawasan yang berusia berabad-abad.



&amp;ldquo;Kami sedang menyiapkan makan malam ketika kami mendengar sesuatu seperti ledakan. Karena panik, saya segera keluar bersama anak-anak saya. Sayangnya rumah kami runtuh,&amp;rdquo; katanya.



Dia dan keluarganya menyelamatkan diri ke lapangan besar di pinggir distrik, dan kini menghadapi masa depan yang tidak pasti.



&amp;ldquo;Kami kehilangan segalanya,&amp;rdquo; katanya.



Seorang tetangga, Mbarka El Ghabar, juga menyaksikan rumahnya hancur akibat gempa terkuat dalam sejarah Maroko.



&amp;ldquo;Kami tertidur ketika gempa terjadi. Sebagian atap runtuh dan kami terjebak di dalam, teapi saya dan suami berhasil melarikan diri,&amp;rdquo; katra Ghabar menceritakan setelah peristiwa tersebut.





Fatiha Aboualchouak mengatakan keponakannya yang berusia empat tahun termasuk di antara lebih dari 1.000 orang yang tewas.



Baca Selengkapnya : Gempa Maroko Hancurkan Bangunan Bersejarah




</content:encoded></item></channel></rss>
