<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Tugaskan Bahlil Redam Protes Warga Pulau Rempang</title><description>Presiden Jokowi menugaskan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meredam protes warga di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881451/jokowi-tugaskan-bahlil-redam-protes-warga-pulau-rempang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881451/jokowi-tugaskan-bahlil-redam-protes-warga-pulau-rempang"/><item><title>Jokowi Tugaskan Bahlil Redam Protes Warga Pulau Rempang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881451/jokowi-tugaskan-bahlil-redam-protes-warga-pulau-rempang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881451/jokowi-tugaskan-bahlil-redam-protes-warga-pulau-rempang</guid><pubDate>Selasa 12 September 2023 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/12/320/2881451/jokowi-tugaskan-bahlil-redam-protes-warga-pulau-rempang-Wan339winw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi tugaskan Bahlil beri penjelasan ke warga pulau Rempang (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/12/320/2881451/jokowi-tugaskan-bahlil-redam-protes-warga-pulau-rempang-Wan339winw.jpg</image><title>Jokowi tugaskan Bahlil beri penjelasan ke warga pulau Rempang (Foto: Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMi8xLzE3MDQ5My81L3g4bzBlamY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi menugaskan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meredam protes warga di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sebagaimana diketahui, terjadi peristiwa bentrokan yang terjadi antara warga dengan aparat gabungan.
&quot;Menurut saya nanti mungkin besok atau lusa Pak Menteri Bahlil akan ke sana akan memberikan penjelasan mengenai itu,&quot; kata Jokowi usai meninjau Pasar Kranggot, Cilegon, Selasa (12/9/2023).

BACA JUGA:
Tinjau Pembangunan Industri Petrokimia Rp60 Triliun di Cilegon, Presiden Jokowi: Selesai 2025


Presiden Jokowi pun menanggapi perihal peristiwa bentrokan yang terjadi di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) antara warga dengan aparat gabungan.
Menurut Jokowi, bentrokan tersebut dikarenakan bentuk komunikasi yang kurang baik antara aparat gabungan kepada masyarakat.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada 13 September Besok!


&quot;Ya itu bentuk komunikasi yang kurang baik,&quot; kata Jokowi.
Jokowi mengatakan bahwa aparat gabungan seharusnya mengajak bicara dan memberikan solusi. Menurutnya sudah ada kesepakatan antara warga dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam.
&quot;Saya kira kalau warga diajak bicara, diberikan solusi. Karena di  situ sebenarnya sudah ada kesepatan bahwa warga akan diberi lahan 500  meter plus bangunannya type 45, tetapi ini kurang dikomunikasikan dengan  baik sehingga terjadi masalah,&quot; kata Jokowi.
Diketahui, bentrokan di Rempang dipicu oleh penolakan masyarakat adat  Pulau Rempang atas Pembangunan kawasan industri di lahan pulau seluas  17 ribu hektare. Proyek yang dilabeli dengan proyek strategis nasional  untuk membangun kawasan industri, perdagangan, dan wisata itu merupakan  Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 2023 sebagai Rempang Eco City.
Bentrokan terjadi saat tim gabungan berusaha menerobos masyarakat  yang berjaga di Jembatan IV Barelang Pulau Rempang karena menolak  dilakukannya pengukuran dan pemasangan batok di wilayah tersebut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMi8xLzE3MDQ5My81L3g4bzBlamY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi menugaskan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meredam protes warga di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sebagaimana diketahui, terjadi peristiwa bentrokan yang terjadi antara warga dengan aparat gabungan.
&quot;Menurut saya nanti mungkin besok atau lusa Pak Menteri Bahlil akan ke sana akan memberikan penjelasan mengenai itu,&quot; kata Jokowi usai meninjau Pasar Kranggot, Cilegon, Selasa (12/9/2023).

BACA JUGA:
Tinjau Pembangunan Industri Petrokimia Rp60 Triliun di Cilegon, Presiden Jokowi: Selesai 2025


Presiden Jokowi pun menanggapi perihal peristiwa bentrokan yang terjadi di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) antara warga dengan aparat gabungan.
Menurut Jokowi, bentrokan tersebut dikarenakan bentuk komunikasi yang kurang baik antara aparat gabungan kepada masyarakat.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada 13 September Besok!


&quot;Ya itu bentuk komunikasi yang kurang baik,&quot; kata Jokowi.
Jokowi mengatakan bahwa aparat gabungan seharusnya mengajak bicara dan memberikan solusi. Menurutnya sudah ada kesepakatan antara warga dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam.
&quot;Saya kira kalau warga diajak bicara, diberikan solusi. Karena di  situ sebenarnya sudah ada kesepatan bahwa warga akan diberi lahan 500  meter plus bangunannya type 45, tetapi ini kurang dikomunikasikan dengan  baik sehingga terjadi masalah,&quot; kata Jokowi.
Diketahui, bentrokan di Rempang dipicu oleh penolakan masyarakat adat  Pulau Rempang atas Pembangunan kawasan industri di lahan pulau seluas  17 ribu hektare. Proyek yang dilabeli dengan proyek strategis nasional  untuk membangun kawasan industri, perdagangan, dan wisata itu merupakan  Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 2023 sebagai Rempang Eco City.
Bentrokan terjadi saat tim gabungan berusaha menerobos masyarakat  yang berjaga di Jembatan IV Barelang Pulau Rempang karena menolak  dilakukannya pengukuran dan pemasangan batok di wilayah tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
