<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Minta Restu DPR, Sri Mulyani Kucurkan PMN Rp28,1 Triliun ke 3 BUMN</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa rencana pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) 2024 untuk 3 BUMN sebesar Rp28,1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881602/minta-restu-dpr-sri-mulyani-kucurkan-pmn-rp28-1-triliun-ke-3-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881602/minta-restu-dpr-sri-mulyani-kucurkan-pmn-rp28-1-triliun-ke-3-bumn"/><item><title>Minta Restu DPR, Sri Mulyani Kucurkan PMN Rp28,1 Triliun ke 3 BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881602/minta-restu-dpr-sri-mulyani-kucurkan-pmn-rp28-1-triliun-ke-3-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881602/minta-restu-dpr-sri-mulyani-kucurkan-pmn-rp28-1-triliun-ke-3-bumn</guid><pubDate>Selasa 12 September 2023 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/12/320/2881602/minta-restu-dpr-sri-mulyani-kucurkan-pmn-rp28-1-triliun-ke-3-bumn-sM7S9nUx9e.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Bicara soal PMN ke 3 BUMN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/12/320/2881602/minta-restu-dpr-sri-mulyani-kucurkan-pmn-rp28-1-triliun-ke-3-bumn-sM7S9nUx9e.jfif</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Bicara soal PMN ke 3 BUMN (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC80LzE3MDQzMy81L3g4bnoyN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa rencana pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) 2024 untuk 3 BUMN sebesar Rp28,1 triliun di hadapan Komisi XI DPR RI.
Ketiga BUMN ini antara lain PT Hutama Karya (Persero), PT BPUI (Persero), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

BACA JUGA:
WTP 7 Kali, Sri Mulyani: Laporan Keuangan Negara Tetap Sehat

&quot;Sebelumnya, dalam Rapat Panja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit, dan Pembiayaan RAPBN TA 2024 pada 5 September lalu menyepakati PMN pada 3 BUMN untuk dicairkan di awal kuartal I-2024,&quot; ujar Sri dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (12/9/2023).
Dia menekankan bahwa pencairan PMN untuk tiga BUMN di awal tahun 2024, atau di kuartal I-2024 merupakan hal yang krusial menyangkut kesehatan perusahaan-perusahaan tersebut.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: APBN 2022 Menyelamatkan Bangsa hingga Melindungi Rakyat

&quot;Untuk Hutama Karya sebesar Rp18,6 triliun salah satunya untuk penyelesaian JTTS tahap I,&quot; ungkap Sri.Selain itu, PMN ini juga ditujukan untuk investasi pada proyek tol Bogor-Ciawi Sukabumi dan tol Kayu Agung-Palembang-Belitung.
&quot;Kemudian, PMN untuk Wijaya Karya sebesar Rp6 triliun untuk penguatan struktur permodalan WIKA dalam mendanai proyek PSN yang sedang dijalankan,&quot; tambah Sri.
Sisanya sebesar Rp3,55 triliun adalah PMN untuk BPUI. PMN ini akan digunakan untuk penguatan kapasitas permodalan IFG lite dalam menyelesaikan pengalihan polis hasil restrukturisasi dari PT Asuransi Jiwasraya.
&quot;Perlu dilakukan pendalaman terlebih dahulu oleh Komisi XI DPR RI sehingga pemerintah dapat memproses PMN setelah UU APBN 2024 ditetapkan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC80LzE3MDQzMy81L3g4bnoyN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa rencana pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) 2024 untuk 3 BUMN sebesar Rp28,1 triliun di hadapan Komisi XI DPR RI.
Ketiga BUMN ini antara lain PT Hutama Karya (Persero), PT BPUI (Persero), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

BACA JUGA:
WTP 7 Kali, Sri Mulyani: Laporan Keuangan Negara Tetap Sehat

&quot;Sebelumnya, dalam Rapat Panja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit, dan Pembiayaan RAPBN TA 2024 pada 5 September lalu menyepakati PMN pada 3 BUMN untuk dicairkan di awal kuartal I-2024,&quot; ujar Sri dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (12/9/2023).
Dia menekankan bahwa pencairan PMN untuk tiga BUMN di awal tahun 2024, atau di kuartal I-2024 merupakan hal yang krusial menyangkut kesehatan perusahaan-perusahaan tersebut.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: APBN 2022 Menyelamatkan Bangsa hingga Melindungi Rakyat

&quot;Untuk Hutama Karya sebesar Rp18,6 triliun salah satunya untuk penyelesaian JTTS tahap I,&quot; ungkap Sri.Selain itu, PMN ini juga ditujukan untuk investasi pada proyek tol Bogor-Ciawi Sukabumi dan tol Kayu Agung-Palembang-Belitung.
&quot;Kemudian, PMN untuk Wijaya Karya sebesar Rp6 triliun untuk penguatan struktur permodalan WIKA dalam mendanai proyek PSN yang sedang dijalankan,&quot; tambah Sri.
Sisanya sebesar Rp3,55 triliun adalah PMN untuk BPUI. PMN ini akan digunakan untuk penguatan kapasitas permodalan IFG lite dalam menyelesaikan pengalihan polis hasil restrukturisasi dari PT Asuransi Jiwasraya.
&quot;Perlu dilakukan pendalaman terlebih dahulu oleh Komisi XI DPR RI sehingga pemerintah dapat memproses PMN setelah UU APBN 2024 ditetapkan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
