<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Perry Warjiyo Kembali Jabat Ketua ACC-BIS</title><description>Perry Warjiyo kembali menjabat sebagai Ketua Asian Consultative Council - Bank for International Settlements.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881680/gubernur-bi-perry-warjiyo-kembali-jabat-ketua-acc-bis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881680/gubernur-bi-perry-warjiyo-kembali-jabat-ketua-acc-bis"/><item><title>Gubernur BI Perry Warjiyo Kembali Jabat Ketua ACC-BIS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881680/gubernur-bi-perry-warjiyo-kembali-jabat-ketua-acc-bis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881680/gubernur-bi-perry-warjiyo-kembali-jabat-ketua-acc-bis</guid><pubDate>Selasa 12 September 2023 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/12/320/2881680/gubernur-bi-perry-warjiyo-kembali-jabat-ketua-acc-bis-BOs8ThbvGo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Jadi Ketua ACC-BIS. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/12/320/2881680/gubernur-bi-perry-warjiyo-kembali-jabat-ketua-acc-bis-BOs8ThbvGo.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Jadi Ketua ACC-BIS. (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC80LzE3MDQzMy81L3g4bnoyN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo kembali menjabat sebagai Ketua Asian Consultative Council - Bank for International Settlements (ACC-BIS) mulai 26 September 2023 hingga satu tahun ke depan.
Penetapan tersebut berdasarkan keputusan Dewan Direktur (Board of Directors) BIS pada 11 September 2023,.

BACA JUGA:
Minta Restu DPR, Sri Mulyani Kucurkan PMN Rp28,1 Triliun ke 3 BUMN

Keputusan ini kemudian memperpanjang masa jabatan Gubernur BI Perry Warjiyo sebagai Ketua ACC-BIS yang telah menjabat sejak September 2021 dan akan berakhir pada 2 September 2023.
Sebagai Ketua ACC-BIS, Gubernur Bank Indonesia akan berperan dalam mengarahkan aktivitas ACC-BIS di berbagai area kebanksentralan, seperti moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

BACA JUGA:
WTP 7 Kali, Sri Mulyani: Laporan Keuangan Negara Tetap Sehat

Melanjutkan periode keketuaannya, Perry menyebut dirinya akan terus berfokus mendorong BIS Hong Kong Office sebagai sekretariat ACC-BIS untuk menghasilkan riset dan rekomendasi kebijakan di sejumlah isu yang sedang mengemuka di kalangan bank sentral di dunia.&quot;Seperti strategi dalam menghadapi gejolak ekonomi, keuangan dan geopolitik global untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, untuk pengembangan sumber-sumber pembiayaan yang dapat mendukung upaya dunia dalam mengatasi perubahan iklim (sustainable finance),&quot; ungkap Perry dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/9/2023).
Tak hanya itu, dirinya juga akan berfokus pada prinsip-prinsip yang perlu menjadi acuan dalam pengembangan uang digital yang diterbitkan oleh bank sentral (Central Bank Digital Currency).
&quot;Termasuk pengembangan sistem pembayaran lintas batas (cross border payment),&quot; tandas Perry.
Sebagai informasi, ACC-BIS beranggotakan 13 Gubernur Bank Sentral anggota BIS dari negara-negara di Asia-Pasifik, yaitu Australia, China, Hong Kong SAR, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC80LzE3MDQzMy81L3g4bnoyN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo kembali menjabat sebagai Ketua Asian Consultative Council - Bank for International Settlements (ACC-BIS) mulai 26 September 2023 hingga satu tahun ke depan.
Penetapan tersebut berdasarkan keputusan Dewan Direktur (Board of Directors) BIS pada 11 September 2023,.

BACA JUGA:
Minta Restu DPR, Sri Mulyani Kucurkan PMN Rp28,1 Triliun ke 3 BUMN

Keputusan ini kemudian memperpanjang masa jabatan Gubernur BI Perry Warjiyo sebagai Ketua ACC-BIS yang telah menjabat sejak September 2021 dan akan berakhir pada 2 September 2023.
Sebagai Ketua ACC-BIS, Gubernur Bank Indonesia akan berperan dalam mengarahkan aktivitas ACC-BIS di berbagai area kebanksentralan, seperti moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

BACA JUGA:
WTP 7 Kali, Sri Mulyani: Laporan Keuangan Negara Tetap Sehat

Melanjutkan periode keketuaannya, Perry menyebut dirinya akan terus berfokus mendorong BIS Hong Kong Office sebagai sekretariat ACC-BIS untuk menghasilkan riset dan rekomendasi kebijakan di sejumlah isu yang sedang mengemuka di kalangan bank sentral di dunia.&quot;Seperti strategi dalam menghadapi gejolak ekonomi, keuangan dan geopolitik global untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, untuk pengembangan sumber-sumber pembiayaan yang dapat mendukung upaya dunia dalam mengatasi perubahan iklim (sustainable finance),&quot; ungkap Perry dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/9/2023).
Tak hanya itu, dirinya juga akan berfokus pada prinsip-prinsip yang perlu menjadi acuan dalam pengembangan uang digital yang diterbitkan oleh bank sentral (Central Bank Digital Currency).
&quot;Termasuk pengembangan sistem pembayaran lintas batas (cross border payment),&quot; tandas Perry.
Sebagai informasi, ACC-BIS beranggotakan 13 Gubernur Bank Sentral anggota BIS dari negara-negara di Asia-Pasifik, yaitu Australia, China, Hong Kong SAR, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.</content:encoded></item></channel></rss>
