<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>E-Commerce RI Dikuasai Asing, Teten: Aturan Ekonomi Digital Kita Lemah!</title><description>Teten Masduki menyatakan pasar e-commerce Indonesia masih dikuasai asing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881832/e-commerce-ri-dikuasai-asing-teten-aturan-ekonomi-digital-kita-lemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881832/e-commerce-ri-dikuasai-asing-teten-aturan-ekonomi-digital-kita-lemah"/><item><title>E-Commerce RI Dikuasai Asing, Teten: Aturan Ekonomi Digital Kita Lemah!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881832/e-commerce-ri-dikuasai-asing-teten-aturan-ekonomi-digital-kita-lemah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/12/320/2881832/e-commerce-ri-dikuasai-asing-teten-aturan-ekonomi-digital-kita-lemah</guid><pubDate>Selasa 12 September 2023 21:14 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/12/320/2881832/e-commerce-ri-dikuasai-asing-teten-aturan-ekonomi-digital-kita-lemah-wyxOAff5ak.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MenkopUKM Teten Masduki bicara soal e-commerce. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/12/320/2881832/e-commerce-ri-dikuasai-asing-teten-aturan-ekonomi-digital-kita-lemah-wyxOAff5ak.jpg</image><title>MenkopUKM Teten Masduki bicara soal e-commerce. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC80LzE3MDQzMy81L3g4bnoyN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyatakan pasar e-commerce Indonesia masih dikuasai asing. Menurutnya hal tersebut karena Indonesia belum memiliki aturan ekonomi digital yang ketat.
&quot;Pengaturan ekonomi digital kita ini memang masih lemah, di e-commerce tadi kita 56% masih dikuasai oleh asing jadi domestik hanya 44%,&quot; ujar Teten kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9/2023).

BACA JUGA:
Menkop Teten Ingin Transformasi Digital RI Tiru China

Teten menegaskan, jika tidak segera dibuat aturan yang ketat, maka hal tersebut menjadi ancaman untuk pasar e-commerce Indonesia.
&quot;Hari ini sektor riil sudah Tanah Abang sudah teriak, para produsen UMKM sudah tidak bisa bersaing produknya,&quot; ucap Teten.

BACA JUGA:
Menteri Teten Tolak TikTok Jalankan Bisnis Media Sosial dan E-commerce Secara Bersamaan

Oleh karena itu, Teten menyebut beberapa waktu lalu sudah dilakukan rapat koordinasi di Sekretariat Negara yang dipimpin langsung Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.&quot;Kita sepakati untuk segera dibentuk satgas transformasi digital. Dalam waktu dekat, saya dengan Menteri Investasi, Menteri Perdagangan akan bertemu untuk merumuskan usulan-usulan kita,&quot; tuturnya.
Menteri Teten juga menginginkan Indonesia bisa mencontoh China dalam melakukan transformasi digital. Sebab China dinilai berhasil melakukan hal tersebut.
&quot;Saya kira kita harus meniru seperti China. China itu transformasi digitalnya melahirkan ekonomi baru bukan membunuh ekonomi lama,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC80LzE3MDQzMy81L3g4bnoyN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyatakan pasar e-commerce Indonesia masih dikuasai asing. Menurutnya hal tersebut karena Indonesia belum memiliki aturan ekonomi digital yang ketat.
&quot;Pengaturan ekonomi digital kita ini memang masih lemah, di e-commerce tadi kita 56% masih dikuasai oleh asing jadi domestik hanya 44%,&quot; ujar Teten kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9/2023).

BACA JUGA:
Menkop Teten Ingin Transformasi Digital RI Tiru China

Teten menegaskan, jika tidak segera dibuat aturan yang ketat, maka hal tersebut menjadi ancaman untuk pasar e-commerce Indonesia.
&quot;Hari ini sektor riil sudah Tanah Abang sudah teriak, para produsen UMKM sudah tidak bisa bersaing produknya,&quot; ucap Teten.

BACA JUGA:
Menteri Teten Tolak TikTok Jalankan Bisnis Media Sosial dan E-commerce Secara Bersamaan

Oleh karena itu, Teten menyebut beberapa waktu lalu sudah dilakukan rapat koordinasi di Sekretariat Negara yang dipimpin langsung Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.&quot;Kita sepakati untuk segera dibentuk satgas transformasi digital. Dalam waktu dekat, saya dengan Menteri Investasi, Menteri Perdagangan akan bertemu untuk merumuskan usulan-usulan kita,&quot; tuturnya.
Menteri Teten juga menginginkan Indonesia bisa mencontoh China dalam melakukan transformasi digital. Sebab China dinilai berhasil melakukan hal tersebut.
&quot;Saya kira kita harus meniru seperti China. China itu transformasi digitalnya melahirkan ekonomi baru bukan membunuh ekonomi lama,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
