<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasokan Ketat, Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi dalam 10 Bulan</title><description>Harga minyak dunia naik 2% ke level tertinggi dalam 10 bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/320/2881985/pasokan-ketat-harga-minyak-dunia-naik-ke-level-tertinggi-dalam-10-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/320/2881985/pasokan-ketat-harga-minyak-dunia-naik-ke-level-tertinggi-dalam-10-bulan"/><item><title>Pasokan Ketat, Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi dalam 10 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/320/2881985/pasokan-ketat-harga-minyak-dunia-naik-ke-level-tertinggi-dalam-10-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/320/2881985/pasokan-ketat-harga-minyak-dunia-naik-ke-level-tertinggi-dalam-10-bulan</guid><pubDate>Rabu 13 September 2023 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/13/320/2881985/pasokan-ketat-harga-minyak-dunia-naik-ke-level-tertinggi-dalam-10-bulan-LU6BXyWazw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/13/320/2881985/pasokan-ketat-harga-minyak-dunia-naik-ke-level-tertinggi-dalam-10-bulan-LU6BXyWazw.jpg</image><title>harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia naik 2% ke level tertinggi dalam 10 bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak naik karena prospek pasokan yang lebih ketat dan optimisme OPEC terhadap ketahanan permintaan energi di negara-negara besar.
Melansir Antara, Rabu (13/9/2023), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November terangkat USD1,42 atau 1,6% menjadi USD92,06 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dibanderol USD87/Barel


Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS untuk pengiriman Oktober meningkat USD1,55 atau 1,6% menjadi ditutup pada USD88,84 per barel di New York Mercantile Exchange.
Kedua harga acuan tersebut secara teknis masih berada dalam kondisi overbought (jenuh beli) selama delapan hari berturut-turut, dan ditutup pada level tertinggi sejak November 2022.

BACA JUGA:
Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi USD82,5 per Barel


Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tetap berpegang pada perkiraannya mengenai pertumbuhan permintaan minyak global yang kuat pada tahun 2023 dan 2024, dengan alasan bahwa negara-negara besar lebih kuat dari perkiraan. Laporan bulanan OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia akan meningkat sebesar 2,25 juta barel per hari pada tahun 2024.
&amp;ldquo;Harga minyak mentah menguat setelah laporan bulanan OPEC menunjukkan pasar minyak akan menjadi lebih ketat dari perkiraan awal,&amp;rdquo; Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan data dan analisis OANDA, mengatakan dalam sebuah catatan.
Untuk menjaga pasokan tetap terbatas, Arab Saudi dan Rusia pekan lalu  memperpanjang pengurangan pasokan sukarela sebesar 1,3 juta barel per  hari hingga akhir tahun. OPEC, Rusia dan produsen sekutunya dikenal  sebagai OPEC+.
Anggota OPEC Libya menutup empat terminal ekspor minyak di wilayah  timur karena badai mematikan, sementara anggota OPEC+ Kazakhstan  mengurangi produksi minyak harian untuk pemeliharaan.
Badan Informasi Energi AS (EIA) memproyeksikan produksi minyak global  akan meningkat dari 99,9 juta barel per hari pada tahun 2022 menjadi  101,2 juta barel per hari pada tahun 2023 dan 102,9 juta barel per hari  pada tahun 2024, sementara permintaan dunia akan meningkat dari 99,2  juta barel per hari pada tahun 2022 menjadi 101,0 juta barel per hari  pada tahun 2023 dan 102,3 juta barel per hari pada tahun 2024.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia naik 2% ke level tertinggi dalam 10 bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak naik karena prospek pasokan yang lebih ketat dan optimisme OPEC terhadap ketahanan permintaan energi di negara-negara besar.
Melansir Antara, Rabu (13/9/2023), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November terangkat USD1,42 atau 1,6% menjadi USD92,06 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dibanderol USD87/Barel


Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS untuk pengiriman Oktober meningkat USD1,55 atau 1,6% menjadi ditutup pada USD88,84 per barel di New York Mercantile Exchange.
Kedua harga acuan tersebut secara teknis masih berada dalam kondisi overbought (jenuh beli) selama delapan hari berturut-turut, dan ditutup pada level tertinggi sejak November 2022.

BACA JUGA:
Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi USD82,5 per Barel


Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tetap berpegang pada perkiraannya mengenai pertumbuhan permintaan minyak global yang kuat pada tahun 2023 dan 2024, dengan alasan bahwa negara-negara besar lebih kuat dari perkiraan. Laporan bulanan OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia akan meningkat sebesar 2,25 juta barel per hari pada tahun 2024.
&amp;ldquo;Harga minyak mentah menguat setelah laporan bulanan OPEC menunjukkan pasar minyak akan menjadi lebih ketat dari perkiraan awal,&amp;rdquo; Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan data dan analisis OANDA, mengatakan dalam sebuah catatan.
Untuk menjaga pasokan tetap terbatas, Arab Saudi dan Rusia pekan lalu  memperpanjang pengurangan pasokan sukarela sebesar 1,3 juta barel per  hari hingga akhir tahun. OPEC, Rusia dan produsen sekutunya dikenal  sebagai OPEC+.
Anggota OPEC Libya menutup empat terminal ekspor minyak di wilayah  timur karena badai mematikan, sementara anggota OPEC+ Kazakhstan  mengurangi produksi minyak harian untuk pemeliharaan.
Badan Informasi Energi AS (EIA) memproyeksikan produksi minyak global  akan meningkat dari 99,9 juta barel per hari pada tahun 2022 menjadi  101,2 juta barel per hari pada tahun 2023 dan 102,9 juta barel per hari  pada tahun 2024, sementara permintaan dunia akan meningkat dari 99,2  juta barel per hari pada tahun 2022 menjadi 101,0 juta barel per hari  pada tahun 2023 dan 102,3 juta barel per hari pada tahun 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
