<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Anjlok Imbas Penguatan Dolar</title><description>Harga emas berjangka anjlok ke level terendah dalam tiga minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/320/2881994/harga-emas-berjangka-anjlok-imbas-penguatan-dolar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/320/2881994/harga-emas-berjangka-anjlok-imbas-penguatan-dolar"/><item><title>Harga Emas Berjangka Anjlok Imbas Penguatan Dolar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/320/2881994/harga-emas-berjangka-anjlok-imbas-penguatan-dolar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/320/2881994/harga-emas-berjangka-anjlok-imbas-penguatan-dolar</guid><pubDate>Rabu 13 September 2023 08:24 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/13/320/2881994/harga-emas-berjangka-anjlok-imbas-penguatan-dolar-ttheqGWG12.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/13/320/2881994/harga-emas-berjangka-anjlok-imbas-penguatan-dolar-ttheqGWG12.jpeg</image><title>Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga emas berjangka anjlok ke level terendah dalam tiga minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas dunia menghentikan kenaikan dua sesi berturut-turut, karena penguatan dolar Amerika Serikat (AS) memberikan tekanan terhadap logam mulia ketika para pedagang menunggu data inflasi AS terbaru.
Dilansir dari Antara, Rabu (13/9/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, merosot USD12,1 atau 0,62% menjadi USD1.935,10 per ounce.

BACA JUGA:
Harga Emas Antam Naik, Kini Dibanderol Rp1.071.000 per Gram


Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,2% menjadi 104,72 pada perdagangan Selasa (12/9). Sejak mencatat level terendah tahun ini pada 13 Juli, indeks dolar AS telah naik lebih dari 4,0%, menurut data FactSet.

BACA JUGA:
Harga Emas Berjangka Terkerek Pelemahan Dolar


Prospek kenaikan suku bunga lagi dari Federal Reserve pada pertemuan November juga melemahkan harga emas. Investor juga menunggu indeks harga konsumen (IHK) AS untuk Agustus, yang merupakan ukuran utama inflasi, yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Prospek inflasi dan suku bunga AS tetap tinggi, menunjukkan adanya tekanan yang lebih besar terhadap harga emas dalam beberapa bulan mendatang.Sementara itu, Federasi Bisnis Independen Nasional mengatakan pada  Selasa (12/9) bahwa indeks optimisme usaha kecil turun menjadi 91,3 pada  Agustus dari 91,9 pada Juli, menjaganya jauh di bawah rata-rata indeks  selama 49 tahun yaitu 98 selama 20 bulan berturut-turut.
Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember  menguat 1,90 sen atau 0,08% USD23,402 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Oktober terangkat USD10,50 atau 1,16% menjadi USD912,80 per  ounce.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga emas berjangka anjlok ke level terendah dalam tiga minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas dunia menghentikan kenaikan dua sesi berturut-turut, karena penguatan dolar Amerika Serikat (AS) memberikan tekanan terhadap logam mulia ketika para pedagang menunggu data inflasi AS terbaru.
Dilansir dari Antara, Rabu (13/9/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, merosot USD12,1 atau 0,62% menjadi USD1.935,10 per ounce.

BACA JUGA:
Harga Emas Antam Naik, Kini Dibanderol Rp1.071.000 per Gram


Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,2% menjadi 104,72 pada perdagangan Selasa (12/9). Sejak mencatat level terendah tahun ini pada 13 Juli, indeks dolar AS telah naik lebih dari 4,0%, menurut data FactSet.

BACA JUGA:
Harga Emas Berjangka Terkerek Pelemahan Dolar


Prospek kenaikan suku bunga lagi dari Federal Reserve pada pertemuan November juga melemahkan harga emas. Investor juga menunggu indeks harga konsumen (IHK) AS untuk Agustus, yang merupakan ukuran utama inflasi, yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Prospek inflasi dan suku bunga AS tetap tinggi, menunjukkan adanya tekanan yang lebih besar terhadap harga emas dalam beberapa bulan mendatang.Sementara itu, Federasi Bisnis Independen Nasional mengatakan pada  Selasa (12/9) bahwa indeks optimisme usaha kecil turun menjadi 91,3 pada  Agustus dari 91,9 pada Juli, menjaganya jauh di bawah rata-rata indeks  selama 49 tahun yaitu 98 selama 20 bulan berturut-turut.
Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember  menguat 1,90 sen atau 0,08% USD23,402 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Oktober terangkat USD10,50 atau 1,16% menjadi USD912,80 per  ounce.
</content:encoded></item></channel></rss>
