<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ESDM: Listrik IKN Harus Efisien dan Bersih</title><description>Kementerian ESDM menegaskan listik di IKN Nusantara harus efisien dan bersih.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/320/2881999/esdm-listrik-ikn-harus-efisien-dan-bersih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/320/2881999/esdm-listrik-ikn-harus-efisien-dan-bersih"/><item><title>ESDM: Listrik IKN Harus Efisien dan Bersih</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/320/2881999/esdm-listrik-ikn-harus-efisien-dan-bersih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/320/2881999/esdm-listrik-ikn-harus-efisien-dan-bersih</guid><pubDate>Rabu 13 September 2023 08:36 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/13/320/2881999/esdm-listrik-ikn-harus-efisien-dan-bersih-VZa0kBTrzw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Listrik di IKN harus bersih dan efisien (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/13/320/2881999/esdm-listrik-ikn-harus-efisien-dan-bersih-VZa0kBTrzw.jpg</image><title>Listrik di IKN harus bersih dan efisien (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xNS8xLzE2NjE4OC81L3g4a3lkdzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kementerian ESDM menegaskan listik di IKN Nusantara harus efisien dan bersih. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan, pemerintah mendorong pemanfaatan energi yang efisien dan nol karbon.
&quot;Karena IKN harus menjadi kota yang smart, green, beautiful, dan accesible, nanti kita lihat kalau dari sisi energi harus seperti apa. Kalau smart kaitannya bahwa penggunaan energi harus efisien. Kalau green, berarti sumber energi harus bersih dan less carbon emission, kalau bisa tidak ada karbon di situ. Itu telah menjadi salah satu topik dan rencana Pemerintah, khususnya di IKN, untuk memastikan ketersediaan energi listriknya,&quot; terang Dadan, Rabu (13/9/2023).

BACA JUGA:
Badan Otorita Catat Total Investasi Swasta ke IKN Tembus Rp40 Triliun


Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pengembangan pembangkit di IKN direncanakan bersumber dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Selain itu, untuk tahap awal pemanfaatan listrik, akan dibangun transmisi tenaga listrik secara bertahap sejalan dengan perkembangan IKN.
Diungkapkannya, ada beberapa yang sedang berjalan dari sisi proyek. Satu sedang dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, sebesar 1.053 MW.

BACA JUGA:
Pembangunan PLTS 50 Megawatt di IKN Ditargetkan Rampung pada 2024


&quot;Memang jauh dari IKN dan sedang direncanakan untuk menarik transmisinya ke IKN. Memang IKN sebenarnya secara konstruksi listrik memang kecil di awal, nanti pembangunan transmisi dilakukan bertahap sejalan dengan perkembangan kota tersebut,&quot; sambungnya.
Kementerian ESDM juga mendorong pemanfaatan EBT lainnya yang dapat segera dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik di IKN. Sebagai contoh adalah pembangunan solar farm dari tenaga surya atau dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di gedung-gedung perkantoran. Selain itu, juga tengah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Tanah Laut sebesar 780 MW dengan rencana Commercial Operation Date (COD) pada 2024 mendatang.
&quot;Ini bisa kita dorong untuk mempercepat penyediaan energi bersih,&quot; imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Dadan juga menyampaikan bahwa beban puncak  kelistrikan di IKN pada tahun 2045 mencapai 791,71 MW dan total  kapasitas ditargetkan sebesar 1.051 MW. Sementara untuk 2-3 tahun  pertama, penyediaan tenaga listrik masih akan tersambung dengan sistem  transmisi yang sudah ada sekarang, kemudian dibangun pembangkit yang  bersih secara bertahap.
&quot;Kota ini akan tumbuh dan siap secara lengkap kalau yang saya pahami,  itu di tahun 2045. Secara konsumsi listriknya akan masuk dan nanti akan  naik. Kami perkirakan di 3 tahun awal beban puncak mencapai 73 MW,  sehingga kebutuhan listrik adalah 81 MW. Kemudian akan naik sampai tahun  2045 nanti 1.000 MW. Ini yang terus kita dorong untuk hal tersebut.  Yang sudah pasti memang tidak ada pilihan bahwa bukan pembangkit yang  bersih. Ini sudah sama-sama dipahami dan disepakati,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xNS8xLzE2NjE4OC81L3g4a3lkdzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kementerian ESDM menegaskan listik di IKN Nusantara harus efisien dan bersih. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan, pemerintah mendorong pemanfaatan energi yang efisien dan nol karbon.
&quot;Karena IKN harus menjadi kota yang smart, green, beautiful, dan accesible, nanti kita lihat kalau dari sisi energi harus seperti apa. Kalau smart kaitannya bahwa penggunaan energi harus efisien. Kalau green, berarti sumber energi harus bersih dan less carbon emission, kalau bisa tidak ada karbon di situ. Itu telah menjadi salah satu topik dan rencana Pemerintah, khususnya di IKN, untuk memastikan ketersediaan energi listriknya,&quot; terang Dadan, Rabu (13/9/2023).

BACA JUGA:
Badan Otorita Catat Total Investasi Swasta ke IKN Tembus Rp40 Triliun


Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pengembangan pembangkit di IKN direncanakan bersumber dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Selain itu, untuk tahap awal pemanfaatan listrik, akan dibangun transmisi tenaga listrik secara bertahap sejalan dengan perkembangan IKN.
Diungkapkannya, ada beberapa yang sedang berjalan dari sisi proyek. Satu sedang dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, sebesar 1.053 MW.

BACA JUGA:
Pembangunan PLTS 50 Megawatt di IKN Ditargetkan Rampung pada 2024


&quot;Memang jauh dari IKN dan sedang direncanakan untuk menarik transmisinya ke IKN. Memang IKN sebenarnya secara konstruksi listrik memang kecil di awal, nanti pembangunan transmisi dilakukan bertahap sejalan dengan perkembangan kota tersebut,&quot; sambungnya.
Kementerian ESDM juga mendorong pemanfaatan EBT lainnya yang dapat segera dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik di IKN. Sebagai contoh adalah pembangunan solar farm dari tenaga surya atau dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di gedung-gedung perkantoran. Selain itu, juga tengah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Tanah Laut sebesar 780 MW dengan rencana Commercial Operation Date (COD) pada 2024 mendatang.
&quot;Ini bisa kita dorong untuk mempercepat penyediaan energi bersih,&quot; imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Dadan juga menyampaikan bahwa beban puncak  kelistrikan di IKN pada tahun 2045 mencapai 791,71 MW dan total  kapasitas ditargetkan sebesar 1.051 MW. Sementara untuk 2-3 tahun  pertama, penyediaan tenaga listrik masih akan tersambung dengan sistem  transmisi yang sudah ada sekarang, kemudian dibangun pembangkit yang  bersih secara bertahap.
&quot;Kota ini akan tumbuh dan siap secara lengkap kalau yang saya pahami,  itu di tahun 2045. Secara konsumsi listriknya akan masuk dan nanti akan  naik. Kami perkirakan di 3 tahun awal beban puncak mencapai 73 MW,  sehingga kebutuhan listrik adalah 81 MW. Kemudian akan naik sampai tahun  2045 nanti 1.000 MW. Ini yang terus kita dorong untuk hal tersebut.  Yang sudah pasti memang tidak ada pilihan bahwa bukan pembangkit yang  bersih. Ini sudah sama-sama dipahami dan disepakati,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
