<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biaya Kesehatan Makin Mahal, Siapkan Diri untuk Mengelola Keuangan</title><description>Mahalnya biaya kesehatan bisa mengancam stabilitas keuangan seseorang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/622/2882385/biaya-kesehatan-makin-mahal-siapkan-diri-untuk-mengelola-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/622/2882385/biaya-kesehatan-makin-mahal-siapkan-diri-untuk-mengelola-keuangan"/><item><title>Biaya Kesehatan Makin Mahal, Siapkan Diri untuk Mengelola Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/622/2882385/biaya-kesehatan-makin-mahal-siapkan-diri-untuk-mengelola-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/13/622/2882385/biaya-kesehatan-makin-mahal-siapkan-diri-untuk-mengelola-keuangan</guid><pubDate>Rabu 13 September 2023 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Dzakwan Agung Mugits</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/13/622/2882385/biaya-kesehatan-makin-mahal-siapkan-diri-untuk-mengelola-keuangan-RUePoonrIi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengelola Keuangan untuk Diri (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/13/622/2882385/biaya-kesehatan-makin-mahal-siapkan-diri-untuk-mengelola-keuangan-RUePoonrIi.jpg</image><title>Mengelola Keuangan untuk Diri (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC80LzE3MDQzMy81L3g4bnoyN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Mahalnya biaya kesehatan bisa mengancam stabilitas keuangan seseorang. Biaya kesehatan semakin mahal lantaran pengaruh dari perkembangan teknologi yang ada di rumah sakit.
Untuk itu dibutuhkan strategi mengelola keuangan agar aman saat menghadapi masalah kesehatan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, arus kas tidak akan terganggu saat ada keluarga yang sakit.

BACA JUGA:
IHSG Berpotensi Hijau, Catat Rekomendasi Sahamnya

Perencanaan Keuangan dan Founder Daya Uang Metta Anggriani menuturkan bahwa sakit memanglah risiko dari setiap orang yang dapat berimbas pada biaya. Namun harus diingat bahwa sakit tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik saja namun juga dengan kesehatan finansial.
&amp;ldquo;Sakit itu memang risiko kita sebagai manusia, tetapi kalau sudah sakit apalagi sakit kritis dan kronis pasti itu ada efek biaya. Jadi, mau tidak mau ini  berdampaknya bukan cuma kesehatan secara fisik maupun mental tapi juga kesehatan finansial,&amp;rdquo; Kata Metta di Jakarta, Rabu (13/9/2023).

BACA JUGA:
Minta Restu DPR, Sri Mulyani Kucurkan PMN Rp28,1 Triliun ke 3 BUMN

Lebih lanjut dia menjelaskan pentingnya mengelola keuangan agar kesehatan finansial tidak terganggu, yakni dengan pintar mengatur strategi finansial.Caranya, kata dia, dengan menyiapkan dari jauh-jauh hari anggaran untuk kesehatan serta mengikuti program jaminan kesehatan dan menggunakan asuransi kesehatan yang sudah tersedia.
Selain itu, cara lain yakni mengatur budget dengan konsep 50/30/20. 50 untuk kebutuhan, 30 untuk keinginan serta 20 untuk tabungan.
Hal itu dapat meminimalisir untuk melakukan peminjaman dana ke orang lain. Lalu, dana darurat yang dimiliki juga dapat memudahkan setiap orang untuk membayar sebuah kebutuhan, khususnya dalam biaya kesehatan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC80LzE3MDQzMy81L3g4bnoyN2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Mahalnya biaya kesehatan bisa mengancam stabilitas keuangan seseorang. Biaya kesehatan semakin mahal lantaran pengaruh dari perkembangan teknologi yang ada di rumah sakit.
Untuk itu dibutuhkan strategi mengelola keuangan agar aman saat menghadapi masalah kesehatan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, arus kas tidak akan terganggu saat ada keluarga yang sakit.

BACA JUGA:
IHSG Berpotensi Hijau, Catat Rekomendasi Sahamnya

Perencanaan Keuangan dan Founder Daya Uang Metta Anggriani menuturkan bahwa sakit memanglah risiko dari setiap orang yang dapat berimbas pada biaya. Namun harus diingat bahwa sakit tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik saja namun juga dengan kesehatan finansial.
&amp;ldquo;Sakit itu memang risiko kita sebagai manusia, tetapi kalau sudah sakit apalagi sakit kritis dan kronis pasti itu ada efek biaya. Jadi, mau tidak mau ini  berdampaknya bukan cuma kesehatan secara fisik maupun mental tapi juga kesehatan finansial,&amp;rdquo; Kata Metta di Jakarta, Rabu (13/9/2023).

BACA JUGA:
Minta Restu DPR, Sri Mulyani Kucurkan PMN Rp28,1 Triliun ke 3 BUMN

Lebih lanjut dia menjelaskan pentingnya mengelola keuangan agar kesehatan finansial tidak terganggu, yakni dengan pintar mengatur strategi finansial.Caranya, kata dia, dengan menyiapkan dari jauh-jauh hari anggaran untuk kesehatan serta mengikuti program jaminan kesehatan dan menggunakan asuransi kesehatan yang sudah tersedia.
Selain itu, cara lain yakni mengatur budget dengan konsep 50/30/20. 50 untuk kebutuhan, 30 untuk keinginan serta 20 untuk tabungan.
Hal itu dapat meminimalisir untuk melakukan peminjaman dana ke orang lain. Lalu, dana darurat yang dimiliki juga dapat memudahkan setiap orang untuk membayar sebuah kebutuhan, khususnya dalam biaya kesehatan.</content:encoded></item></channel></rss>
