<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turun Tajam, Saham Aesler Grup Internasional (RONY) Masuk Radar UMA BEI</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/278/2883348/turun-tajam-saham-aesler-grup-internasional-rony-masuk-radar-uma-bei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/278/2883348/turun-tajam-saham-aesler-grup-internasional-rony-masuk-radar-uma-bei"/><item><title>Turun Tajam, Saham Aesler Grup Internasional (RONY) Masuk Radar UMA BEI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/278/2883348/turun-tajam-saham-aesler-grup-internasional-rony-masuk-radar-uma-bei</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/278/2883348/turun-tajam-saham-aesler-grup-internasional-rony-masuk-radar-uma-bei</guid><pubDate>Jum'at 15 September 2023 09:59 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/15/278/2883348/turun-tajam-saham-aesler-grup-internasional-rony-masuk-radar-uma-bei-8eVbtkRimC.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BEI pantau saham RONY (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/15/278/2883348/turun-tajam-saham-aesler-grup-internasional-rony-masuk-radar-uma-bei-8eVbtkRimC.jpeg</image><title>BEI pantau saham RONY (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY). Saham RONY masuk dalam radar pantauan akibat adanya penurunan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

BACA JUGA:
BEI Cabut Suspensi Saham APEX


Diketahui, RONY, emiten grup konsultan arsitektur dan teknik global ini menunjukkan gerak saham yang menurun secara signifikan, turun 33,33% pada 5 hari terakhir perdagangan. Adapun, saham RONY bergerak melemah 9.24% pada penutupan perdagangan Kamis (14/9/2023) di level 216.

BACA JUGA:
Naik Tak Wajar, BEI Pantau Saham Radiant Utama (RUIS)


&quot;Dengan ini kami menginformasikan adanya penurunan harga saham RONY yang di luar kebiasaan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),&quot; tulis surat yang ditandatangani P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Endra Febri Styawan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., Kamis (14/9/2023).
Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai RONY adalah informasi tanggal 12  September 2023 yang dipublikasikan melalui website BEI tentang laporan  hasil public expose &amp;ndash; tahunan.
&quot;Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham RONY  tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati  perkembangan pola transaksi saham ini,&quot; tulis direksi bursa.
Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban  Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja  Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali  rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut  belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai  kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan  pengambilan keputusan investasi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY). Saham RONY masuk dalam radar pantauan akibat adanya penurunan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

BACA JUGA:
BEI Cabut Suspensi Saham APEX


Diketahui, RONY, emiten grup konsultan arsitektur dan teknik global ini menunjukkan gerak saham yang menurun secara signifikan, turun 33,33% pada 5 hari terakhir perdagangan. Adapun, saham RONY bergerak melemah 9.24% pada penutupan perdagangan Kamis (14/9/2023) di level 216.

BACA JUGA:
Naik Tak Wajar, BEI Pantau Saham Radiant Utama (RUIS)


&quot;Dengan ini kami menginformasikan adanya penurunan harga saham RONY yang di luar kebiasaan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),&quot; tulis surat yang ditandatangani P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Endra Febri Styawan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., Kamis (14/9/2023).
Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai RONY adalah informasi tanggal 12  September 2023 yang dipublikasikan melalui website BEI tentang laporan  hasil public expose &amp;ndash; tahunan.
&quot;Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham RONY  tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati  perkembangan pola transaksi saham ini,&quot; tulis direksi bursa.
Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban  Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja  Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali  rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut  belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai  kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan  pengambilan keputusan investasi.</content:encoded></item></channel></rss>
