<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Makin Mahal, Naik ke Level Tertinggi Sepanjang 2023</title><description>Harga minyak dunia semakin mahal dan naik ke level tertinggi tahun ini pada akhir perdagangan kemarin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/320/2883305/harga-minyak-dunia-makin-mahal-naik-ke-level-tertinggi-sepanjang-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/320/2883305/harga-minyak-dunia-makin-mahal-naik-ke-level-tertinggi-sepanjang-2023"/><item><title>Harga Minyak Dunia Makin Mahal, Naik ke Level Tertinggi Sepanjang 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/320/2883305/harga-minyak-dunia-makin-mahal-naik-ke-level-tertinggi-sepanjang-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/320/2883305/harga-minyak-dunia-makin-mahal-naik-ke-level-tertinggi-sepanjang-2023</guid><pubDate>Jum'at 15 September 2023 08:52 WIB</pubDate><dc:creator>Nurfathiya Efsya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/15/320/2883305/harga-minyak-dunia-makin-mahal-naik-ke-level-tertinggi-sepanjang-2023-hpBTfBALbl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/15/320/2883305/harga-minyak-dunia-makin-mahal-naik-ke-level-tertinggi-sepanjang-2023-hpBTfBALbl.jpg</image><title>harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia semakin mahal dan naik ke level tertinggi tahun ini pada akhir perdagangan kemarin. Harga minyak naik karena ekspektasi pasokan yang lebih ketat melebihi kekhawatiran terhadap melemahnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya persediaan minyak mentah AS.
Dilansir dari Antara, Jumat (15/9/2023), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November, terangkat USD1,82 atau 1,98% menjadi menetap di USD93,70 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Meroket Tembus USD92 Barel, Menteri ESDM: Ngeri


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS untuk pengiriman Oktober, menguat USD1,64 atau 1,85% menjadi ditutup pada USD90,16 per barel di New York Mercantile Exchange.
Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pengurangan produksi minyak yang berkepanjangan oleh Arab Saudi dan Rusia akan mengakibatkan defisit pasar hingga kuartal keempat. Harga sempat mundur karena laporan persediaan AS yang bearish sebelum melanjutkan kembali kenaikannya.

BACA JUGA:
Pasokan Ketat, Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi dalam 10 Bulan


&quot;Laporan stok yang benar-benar bearish ini hanya menimbulkan godaan singkat untuk menjual, menunjukkan banyak hal dan menggarisbawahi mentalitas pasar,&quot; kata Tamas Varga dari broker minyak PVM.
Kedua harga acuan tersebut secara teknis masih berada di wilayah overbought.
Hedge fund telah membeli minyak mentah berjangka selama dua atau tiga minggu terakhir karena &quot;fundamental terus menguat, sebagian besar didorong oleh tingginya permintaan bensin dan solar,&quot; kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.
Sehari sebelum laporan IEA, Organisasi Negara-negara Pengekspor  Minyak (OPEC) mengeluarkan perkiraan terbaru mengenai permintaan yang  kuat dan juga menunjukkan defisit pasokan pada tahun 2023 jika  pengurangan produksi terus berlanjut.
&amp;ldquo;Pasar semakin khawatir dengan kecukupan pasokan,&amp;rdquo; kata John Kilduff, partner di Again Capital.
&amp;ldquo;Rusia dan Saudi bertindak dengan cara yang secara signifikan dapat  membatasi pasokan saat kita memasuki musim puncak permintaan di belahan  bumi utara, untuk periode musim dingin,&amp;rdquo; tambah Kilduff.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia semakin mahal dan naik ke level tertinggi tahun ini pada akhir perdagangan kemarin. Harga minyak naik karena ekspektasi pasokan yang lebih ketat melebihi kekhawatiran terhadap melemahnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya persediaan minyak mentah AS.
Dilansir dari Antara, Jumat (15/9/2023), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November, terangkat USD1,82 atau 1,98% menjadi menetap di USD93,70 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Meroket Tembus USD92 Barel, Menteri ESDM: Ngeri


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS untuk pengiriman Oktober, menguat USD1,64 atau 1,85% menjadi ditutup pada USD90,16 per barel di New York Mercantile Exchange.
Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pengurangan produksi minyak yang berkepanjangan oleh Arab Saudi dan Rusia akan mengakibatkan defisit pasar hingga kuartal keempat. Harga sempat mundur karena laporan persediaan AS yang bearish sebelum melanjutkan kembali kenaikannya.

BACA JUGA:
Pasokan Ketat, Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi dalam 10 Bulan


&quot;Laporan stok yang benar-benar bearish ini hanya menimbulkan godaan singkat untuk menjual, menunjukkan banyak hal dan menggarisbawahi mentalitas pasar,&quot; kata Tamas Varga dari broker minyak PVM.
Kedua harga acuan tersebut secara teknis masih berada di wilayah overbought.
Hedge fund telah membeli minyak mentah berjangka selama dua atau tiga minggu terakhir karena &quot;fundamental terus menguat, sebagian besar didorong oleh tingginya permintaan bensin dan solar,&quot; kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.
Sehari sebelum laporan IEA, Organisasi Negara-negara Pengekspor  Minyak (OPEC) mengeluarkan perkiraan terbaru mengenai permintaan yang  kuat dan juga menunjukkan defisit pasokan pada tahun 2023 jika  pengurangan produksi terus berlanjut.
&amp;ldquo;Pasar semakin khawatir dengan kecukupan pasokan,&amp;rdquo; kata John Kilduff, partner di Again Capital.
&amp;ldquo;Rusia dan Saudi bertindak dengan cara yang secara signifikan dapat  membatasi pasokan saat kita memasuki musim puncak permintaan di belahan  bumi utara, untuk periode musim dingin,&amp;rdquo; tambah Kilduff.</content:encoded></item></channel></rss>
