<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Kapal Tua, Erick Thohir Usul PMN Pelni Rp3 Triliun</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/320/2883450/banyak-kapal-tua-erick-thohir-usul-pmn-pelni-rp3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/320/2883450/banyak-kapal-tua-erick-thohir-usul-pmn-pelni-rp3-triliun"/><item><title>Banyak Kapal Tua, Erick Thohir Usul PMN Pelni Rp3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/320/2883450/banyak-kapal-tua-erick-thohir-usul-pmn-pelni-rp3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/320/2883450/banyak-kapal-tua-erick-thohir-usul-pmn-pelni-rp3-triliun</guid><pubDate>Jum'at 15 September 2023 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/15/320/2883450/banyak-kapal-tua-erick-thohir-usul-pmn-pelni-rp3-triliun-JvhRkMhJJk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir usul PMN untuk Pelni (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/15/320/2883450/banyak-kapal-tua-erick-thohir-usul-pmn-pelni-rp3-triliun-JvhRkMhJJk.jpg</image><title>Erick Thohir usul PMN untuk Pelni (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1My81L3g4bmNrY2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni. Pasalnya, banyak kapal laut milik Pelni sudah berusia 30 tahun alias tua.
Kondisi ini cukup mengkhawatirkan keamanan penumpang kapal.  Menurut Erick, perbaikan atau pembelian kapal baru perlu dilakukan untuk menjaga keamanan penumpang. Apalagi, Pelni sebagai BUMN yang menerima penugasan pemerintah untuk melayani transportasi laut antar pulau di Tanah Air.

BACA JUGA:
Erick Thohir dan DPR Bentuk Panja Utang BUMN Karya


&amp;ldquo;Karena ada beberapa hal yang menjadi sangat penting ketika kita melihat, misalnya Pelni bahwa ini pelayanan yang, kita negara kepulauan, tapi kalau kapal-kapal sudah 30 tahun, ini keamanan menjadi sangat penting,&amp;rdquo; ujar Erick, ditulis Jumat (15/9/2023).
Dirinya mengusulkan PMN untuk Pelni sebesar Rp 3 triliun yang bisa dicairkan pada tahun depan. Usulan tersebut disampaikan kepada Komisi VI DPR RI saat rapat kerja, Kamis (14/9/2023) kemarin. Anggaran jumbo itu dapat dialokasikan untuk perbaikan atau pembelian kapal Pelni.

BACA JUGA:
Tak Lagi Berpusat di Jakarta, Erick Thohir Ingin Sebagian BUMN Pindah ke Daerah


Tak hanya Pelni, Erick juga mengusulkan PMN untuk lima BUMN lainnya. Di mana, suntikan negara ini berasal dari cadangan investasi pemerintah senilai Rp12,88 triliun.
&amp;ldquo;Memang dari diskusi kemarin ada dialokasikan, dimasukkan di cadangan investasi yang menjadi keputusan mereka yaitu Rp 12,88 triliun, di sini kita kembali diskusikan walaupun detailnya tergantung daripada keputusan cadangan investasi yang sebenarnya kita sudah bahas mendalam,&amp;rdquo; katanya.
BUMN yang akan menerima PMN sebesar Rp 12,88 triliun pada tahun depan  di antaranya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI senilai Rp 2  triliun, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re 1  triliun. Kemudian, PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA Rp 1  triliun, PT PLN (Persero) Rp 5,86 triliun, kemudian, Holding BUMN Pangan  atau ID FOOD sebesar Rp 832 miliar.
&quot;Ini yang memang hasil diskusi terakhir, mudah-mudahan sepertinya  akan disetujui, tetapi mekanismenya seperti ini yang ditawarkan,&quot; tutur  Erick.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1My81L3g4bmNrY2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni. Pasalnya, banyak kapal laut milik Pelni sudah berusia 30 tahun alias tua.
Kondisi ini cukup mengkhawatirkan keamanan penumpang kapal.  Menurut Erick, perbaikan atau pembelian kapal baru perlu dilakukan untuk menjaga keamanan penumpang. Apalagi, Pelni sebagai BUMN yang menerima penugasan pemerintah untuk melayani transportasi laut antar pulau di Tanah Air.

BACA JUGA:
Erick Thohir dan DPR Bentuk Panja Utang BUMN Karya


&amp;ldquo;Karena ada beberapa hal yang menjadi sangat penting ketika kita melihat, misalnya Pelni bahwa ini pelayanan yang, kita negara kepulauan, tapi kalau kapal-kapal sudah 30 tahun, ini keamanan menjadi sangat penting,&amp;rdquo; ujar Erick, ditulis Jumat (15/9/2023).
Dirinya mengusulkan PMN untuk Pelni sebesar Rp 3 triliun yang bisa dicairkan pada tahun depan. Usulan tersebut disampaikan kepada Komisi VI DPR RI saat rapat kerja, Kamis (14/9/2023) kemarin. Anggaran jumbo itu dapat dialokasikan untuk perbaikan atau pembelian kapal Pelni.

BACA JUGA:
Tak Lagi Berpusat di Jakarta, Erick Thohir Ingin Sebagian BUMN Pindah ke Daerah


Tak hanya Pelni, Erick juga mengusulkan PMN untuk lima BUMN lainnya. Di mana, suntikan negara ini berasal dari cadangan investasi pemerintah senilai Rp12,88 triliun.
&amp;ldquo;Memang dari diskusi kemarin ada dialokasikan, dimasukkan di cadangan investasi yang menjadi keputusan mereka yaitu Rp 12,88 triliun, di sini kita kembali diskusikan walaupun detailnya tergantung daripada keputusan cadangan investasi yang sebenarnya kita sudah bahas mendalam,&amp;rdquo; katanya.
BUMN yang akan menerima PMN sebesar Rp 12,88 triliun pada tahun depan  di antaranya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI senilai Rp 2  triliun, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re 1  triliun. Kemudian, PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA Rp 1  triliun, PT PLN (Persero) Rp 5,86 triliun, kemudian, Holding BUMN Pangan  atau ID FOOD sebesar Rp 832 miliar.
&quot;Ini yang memang hasil diskusi terakhir, mudah-mudahan sepertinya  akan disetujui, tetapi mekanismenya seperti ini yang ditawarkan,&quot; tutur  Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
