<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pak Bas: Setiap Kenaikan Anggaran Infrastruktur Rp1 Triliun Butuh 14 Ribu Tenaga Kerja Konstruksi Baru</title><description>Basuki Hadimuljono menyatakan berdasarkan kajian Kementerian PUPR, setiap kenaikan anggaran infrastruktur sebesar Rp1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/470/2883402/pak-bas-setiap-kenaikan-anggaran-infrastruktur-rp1-triliun-butuh-14-ribu-tenaga-kerja-konstruksi-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/470/2883402/pak-bas-setiap-kenaikan-anggaran-infrastruktur-rp1-triliun-butuh-14-ribu-tenaga-kerja-konstruksi-baru"/><item><title>Pak Bas: Setiap Kenaikan Anggaran Infrastruktur Rp1 Triliun Butuh 14 Ribu Tenaga Kerja Konstruksi Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/470/2883402/pak-bas-setiap-kenaikan-anggaran-infrastruktur-rp1-triliun-butuh-14-ribu-tenaga-kerja-konstruksi-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/470/2883402/pak-bas-setiap-kenaikan-anggaran-infrastruktur-rp1-triliun-butuh-14-ribu-tenaga-kerja-konstruksi-baru</guid><pubDate>Jum'at 15 September 2023 11:13 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/15/470/2883402/pak-bas-setiap-kenaikan-anggaran-infrastruktur-rp1-triliun-butuh-14-ribu-tenaga-kerja-konstruksi-baru-KVWqAHDzwP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono Bicara soal Anggaran Infrastruktur. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/15/470/2883402/pak-bas-setiap-kenaikan-anggaran-infrastruktur-rp1-triliun-butuh-14-ribu-tenaga-kerja-konstruksi-baru-KVWqAHDzwP.jpg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono Bicara soal Anggaran Infrastruktur. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNC80LzE3MDYzMS81L3g4bzJvcGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pekrjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan berdasarkan kajian Kementerian PUPR, setiap kenaikan anggaran infrastruktur sebesar Rp1 triliun, maka dibutuhkan sebanyak 14.000 tenaga kerja konstruksi untuk mengakuisisi anggaran tersebut.
&amp;ldquo;Sebagai gambaran, pagu anggaran kontraktual Kementerian PUPR pada Tahun 2023 adalah sebesar Rp89,11 Triliun. Sehingga membutuhkan sebanyak 1.024.223 orang tenaga kerja konstruksi terampil bersertifikat,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/9/2023).

BACA JUGA:
PUPR Alokasikan Rp47,64 Triliun Bangun 23 Bendungan Baru pada 2024

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi terus melaksanakan berbagai pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi. Dan juga terus mendorong penyerapan tenaga kerja konstruksi.
&amp;ldquo;Direktorat Jenderal Bina Konstruksi juga terus mendorong penyerapan tenaga kerja konstruksi yang telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi. Hal ini perlu dilakukan supaya mereka dapat tersalurkan sesuai dengan keahliannya dan setelah lulus dari pelatihan, tidak lagi menjadi pengangguran,&amp;rdquo; sambung Dirjen Bina Konstruksi, Rachman Arief Dienaputra.

BACA JUGA:
7 Kelakuan Kocak Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Berikut Faktanya

Rachman Arief juga menambahkan, dari berbagai pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang telah dilakukan Kementerian PUPR, tujuan terpenting yang ingin dicapai adalah hasilnya. Berbagai pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan diimplementasikan dalam dunia konstruksi.&amp;ldquo;Dari berbagai pelatihan yang telah dilaksanakan, diharapkan para peserta dapat memasuki dunia kerja konstruksi dengan kualitas dan kompetensi yang lebih baik. Kemudian, mereka juga dapat menjadi contoh sebagai tenaga kerja konstruksi yang paham dengan keselamatan konstruksi,&amp;rdquo; sambungnya.
Salah satu pelatihan yang telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Konstruksi adalah Pelatihan Operator Launching Girder.
Pelatihan tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas di bidang konstruksi layang. Dan juga dilatarbelakangi oleh banyaknya kecelakaan konstruksi pada kisaran tahun 2018, terutama pada bidang konstruksi layang yang menggunakan girder.
&amp;ldquo;Harapannya, supaya operator atau calon operator dapat lebih memahami dengan baik, bagaimana memfungsikan dan mengoperasikan alat-alat konstruksi yang berkaitan dengan launching girder,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNC80LzE3MDYzMS81L3g4bzJvcGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pekrjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan berdasarkan kajian Kementerian PUPR, setiap kenaikan anggaran infrastruktur sebesar Rp1 triliun, maka dibutuhkan sebanyak 14.000 tenaga kerja konstruksi untuk mengakuisisi anggaran tersebut.
&amp;ldquo;Sebagai gambaran, pagu anggaran kontraktual Kementerian PUPR pada Tahun 2023 adalah sebesar Rp89,11 Triliun. Sehingga membutuhkan sebanyak 1.024.223 orang tenaga kerja konstruksi terampil bersertifikat,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/9/2023).

BACA JUGA:
PUPR Alokasikan Rp47,64 Triliun Bangun 23 Bendungan Baru pada 2024

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi terus melaksanakan berbagai pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi. Dan juga terus mendorong penyerapan tenaga kerja konstruksi.
&amp;ldquo;Direktorat Jenderal Bina Konstruksi juga terus mendorong penyerapan tenaga kerja konstruksi yang telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi. Hal ini perlu dilakukan supaya mereka dapat tersalurkan sesuai dengan keahliannya dan setelah lulus dari pelatihan, tidak lagi menjadi pengangguran,&amp;rdquo; sambung Dirjen Bina Konstruksi, Rachman Arief Dienaputra.

BACA JUGA:
7 Kelakuan Kocak Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Berikut Faktanya

Rachman Arief juga menambahkan, dari berbagai pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang telah dilakukan Kementerian PUPR, tujuan terpenting yang ingin dicapai adalah hasilnya. Berbagai pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan diimplementasikan dalam dunia konstruksi.&amp;ldquo;Dari berbagai pelatihan yang telah dilaksanakan, diharapkan para peserta dapat memasuki dunia kerja konstruksi dengan kualitas dan kompetensi yang lebih baik. Kemudian, mereka juga dapat menjadi contoh sebagai tenaga kerja konstruksi yang paham dengan keselamatan konstruksi,&amp;rdquo; sambungnya.
Salah satu pelatihan yang telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Konstruksi adalah Pelatihan Operator Launching Girder.
Pelatihan tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas di bidang konstruksi layang. Dan juga dilatarbelakangi oleh banyaknya kecelakaan konstruksi pada kisaran tahun 2018, terutama pada bidang konstruksi layang yang menggunakan girder.
&amp;ldquo;Harapannya, supaya operator atau calon operator dapat lebih memahami dengan baik, bagaimana memfungsikan dan mengoperasikan alat-alat konstruksi yang berkaitan dengan launching girder,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
