<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Orang Batak Terkaya di Indonesia TD Pardede yang Diangkat Soekarno Jadi Menteri</title><description>Mengenal orang Batak terkaya di Indonesia TD Pardede yang diangkat Soekarno jadi menteri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/18/320/2885203/mengenal-orang-batak-terkaya-di-indonesia-td-pardede-yang-diangkat-soekarno-jadi-menteri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/18/320/2885203/mengenal-orang-batak-terkaya-di-indonesia-td-pardede-yang-diangkat-soekarno-jadi-menteri"/><item><title>Mengenal Orang Batak Terkaya di Indonesia TD Pardede yang Diangkat Soekarno Jadi Menteri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/18/320/2885203/mengenal-orang-batak-terkaya-di-indonesia-td-pardede-yang-diangkat-soekarno-jadi-menteri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/18/320/2885203/mengenal-orang-batak-terkaya-di-indonesia-td-pardede-yang-diangkat-soekarno-jadi-menteri</guid><pubDate>Senin 18 September 2023 18:20 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/18/320/2885203/mengenal-orang-batak-terkaya-di-indonesia-td-pardede-yang-diangkat-soekarno-jadi-menteri-9hbuqMOOKC.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Mengenal orang batak terkaya di Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/18/320/2885203/mengenal-orang-batak-terkaya-di-indonesia-td-pardede-yang-diangkat-soekarno-jadi-menteri-9hbuqMOOKC.jpeg</image><title>Mengenal orang batak terkaya di Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mengenal orang Batak terkaya di Indonesia TD Pardede yang diangkat Soekarno jadi menteri. Tumpal Dorianus Pardede atau biasa dikenal dengan sebutan TD Pardede merupakan seorang pria kelahiran Balige, Sumatera Utara.
Dia lahir pada 16 Oktober 1916 dan meninggal pada 18 November 1991, di usia 75 tahun. Sejak masih belia, Pardede sudah menunjukkan kemauannya dalam berbisnis. Di saat teman-teman lainnya bermain kelereng, dia akan mengumpulkan kelereng-kelereng hasil perolehannya dari memenangkan pertandingan, untuk kemudian dijual kembali di pasar.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Alasan Mengapa Banyak Orang Batak Jago Nyanyi


Pardede menempuh pendidikan setara Sekolah Dasar (SD) di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah bekas masa penjajahan Belanda. Usai lulus SD, dia langsung melanjutkan bekerja menjadi buruh kasar di perkebunan.
Tekad Pardede untuk menjadi pengusaha semakin kuat setelah dia merasakan langsung deritanya seorang pekerja di masa pendudukan Jepang. Dia bersama rekan-rekan kerjanya banyak diperlakukan secara tidak pantas selama bekerja.

BACA JUGA:
Kenapa Orang Batak Tidak Boleh Menikah dengan Satu Marga?


Waktu berselang, menginjak usia 30-an, Pardede ditunjuk menjadi Perwira Dagang di masa-masa Revolusi Kemerdekaan. Kala itu, dia bertugas mengurusi bagian logistik para tentara.
Tidak begitu lama, Pardede menanggalkan jabatannya dan memutuskan berhenti dari ketentaraan pada 1949 untuk memulai profesi sebagai pengusaha di bidang tekstil. Alasannya sederhana, dia melihat bahwa orang-orang di sekitarnya banyak yang memakai singlet, maka dibuatlah usaha tekstilnya yang fokus memproduksi singlet.
Hanya 4 tahun setelahnya, bisnisnya berekspansi ke bagian produksi  selimut dan benang pintal. Lejitan usahanya tersebutlah yang menarik  perhatian Presiden Soekarno, hingga Soekarno akhirnya menggagas konsep  berdikari dan mengangkat Pardede menjadi Menteri Berdikari-nya.
Pardede terus mengembangkan model bisnisnya dan mendirikan TD Pardede  Holding Company yang menaungi 28 badan usaha beserta kurang lebih 5.000  pegawai.
Semasa hidupnya, Pardede sudah menjalani kehidupan perguruan tinggi  dan lulus dari Universitas Sumatera Utara (USU) &amp;amp; Universitas  Takushoku di Jepang. Keduanya mengambil jurusan Ilmu Ekonomi.
Di Medan dia membangun sebuah perguruan tinggi, Universitas Darma Agung dan rumah sakit yang diberi nama Herna.
Dia juga sempat membentuk klub sepak bola, Pardedetex. Namun tidak  bertahan begitu lama meski sudah merekrut pemain-pemain bintang di  masanya seperti Abdul Kadir, Iswadi Idris, M. Basri dan Sucipto Suntoro.  Pardedetex akhirnya dibubarkan pada 1980-an.
Itulah kisah TJ Pardede yang diangkat Soekarno jadi menteri, setelah  pencapaian bisnisnya di berbagai bidang, sehingga mampu membuatnya  menjadi orang Batak terkaya di masanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mengenal orang Batak terkaya di Indonesia TD Pardede yang diangkat Soekarno jadi menteri. Tumpal Dorianus Pardede atau biasa dikenal dengan sebutan TD Pardede merupakan seorang pria kelahiran Balige, Sumatera Utara.
Dia lahir pada 16 Oktober 1916 dan meninggal pada 18 November 1991, di usia 75 tahun. Sejak masih belia, Pardede sudah menunjukkan kemauannya dalam berbisnis. Di saat teman-teman lainnya bermain kelereng, dia akan mengumpulkan kelereng-kelereng hasil perolehannya dari memenangkan pertandingan, untuk kemudian dijual kembali di pasar.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Alasan Mengapa Banyak Orang Batak Jago Nyanyi


Pardede menempuh pendidikan setara Sekolah Dasar (SD) di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah bekas masa penjajahan Belanda. Usai lulus SD, dia langsung melanjutkan bekerja menjadi buruh kasar di perkebunan.
Tekad Pardede untuk menjadi pengusaha semakin kuat setelah dia merasakan langsung deritanya seorang pekerja di masa pendudukan Jepang. Dia bersama rekan-rekan kerjanya banyak diperlakukan secara tidak pantas selama bekerja.

BACA JUGA:
Kenapa Orang Batak Tidak Boleh Menikah dengan Satu Marga?


Waktu berselang, menginjak usia 30-an, Pardede ditunjuk menjadi Perwira Dagang di masa-masa Revolusi Kemerdekaan. Kala itu, dia bertugas mengurusi bagian logistik para tentara.
Tidak begitu lama, Pardede menanggalkan jabatannya dan memutuskan berhenti dari ketentaraan pada 1949 untuk memulai profesi sebagai pengusaha di bidang tekstil. Alasannya sederhana, dia melihat bahwa orang-orang di sekitarnya banyak yang memakai singlet, maka dibuatlah usaha tekstilnya yang fokus memproduksi singlet.
Hanya 4 tahun setelahnya, bisnisnya berekspansi ke bagian produksi  selimut dan benang pintal. Lejitan usahanya tersebutlah yang menarik  perhatian Presiden Soekarno, hingga Soekarno akhirnya menggagas konsep  berdikari dan mengangkat Pardede menjadi Menteri Berdikari-nya.
Pardede terus mengembangkan model bisnisnya dan mendirikan TD Pardede  Holding Company yang menaungi 28 badan usaha beserta kurang lebih 5.000  pegawai.
Semasa hidupnya, Pardede sudah menjalani kehidupan perguruan tinggi  dan lulus dari Universitas Sumatera Utara (USU) &amp;amp; Universitas  Takushoku di Jepang. Keduanya mengambil jurusan Ilmu Ekonomi.
Di Medan dia membangun sebuah perguruan tinggi, Universitas Darma Agung dan rumah sakit yang diberi nama Herna.
Dia juga sempat membentuk klub sepak bola, Pardedetex. Namun tidak  bertahan begitu lama meski sudah merekrut pemain-pemain bintang di  masanya seperti Abdul Kadir, Iswadi Idris, M. Basri dan Sucipto Suntoro.  Pardedetex akhirnya dibubarkan pada 1980-an.
Itulah kisah TJ Pardede yang diangkat Soekarno jadi menteri, setelah  pencapaian bisnisnya di berbagai bidang, sehingga mampu membuatnya  menjadi orang Batak terkaya di masanya.</content:encoded></item></channel></rss>
