<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peringatan Jokowi ke Pengusaha Tambang: Setelah Menambang Harus Diperbaiki Jangan Langsung Ditinggal!</title><description>Presiden Jokowi mewanti-wanti kepada perusahaan tambang di Indonesia agar memperbaiki lahan usai dipergunakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/18/320/2885234/peringatan-jokowi-ke-pengusaha-tambang-setelah-menambang-harus-diperbaiki-jangan-langsung-ditinggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/18/320/2885234/peringatan-jokowi-ke-pengusaha-tambang-setelah-menambang-harus-diperbaiki-jangan-langsung-ditinggal"/><item><title>Peringatan Jokowi ke Pengusaha Tambang: Setelah Menambang Harus Diperbaiki Jangan Langsung Ditinggal!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/18/320/2885234/peringatan-jokowi-ke-pengusaha-tambang-setelah-menambang-harus-diperbaiki-jangan-langsung-ditinggal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/18/320/2885234/peringatan-jokowi-ke-pengusaha-tambang-setelah-menambang-harus-diperbaiki-jangan-langsung-ditinggal</guid><pubDate>Senin 18 September 2023 18:52 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/18/320/2885234/peringatan-jokowi-ke-pengusaha-tambang-setelah-menambang-harus-diperbaiki-jangan-langsung-ditinggal-LFfGhVHe1A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi ultimatum perusahaan tambang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/18/320/2885234/peringatan-jokowi-ke-pengusaha-tambang-setelah-menambang-harus-diperbaiki-jangan-langsung-ditinggal-LFfGhVHe1A.jpg</image><title>Presiden Jokowi ultimatum perusahaan tambang (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNC8xLzE3MDE1MS81L3g4bnB0ODg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi mewanti-wanti kepada perusahaan tambang di Indonesia agar memperbaiki lahan usai dipergunakan. Dirinya pun akan mengecek proyek tambang satu persatu nantinya.
&quot;Tapi hati hati saya ingatkan kalo di sini ada perusahaan tambang yang hadir setelah menambang harus diperbaiki lahan itu. setuju? Jangan langsung ditinggal, dibiarkan, akan saya cek satu per satu,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada  Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, dan Energi Baru Terbarukan 2023 (LIKE), di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Senin (18/9/2023).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Hati-Hati Ancaman Perubahan Iklim Sudah Nyata


Jokowi menjelaskan bahwa sudah ada peraturan menteri yang mewajibkan kepada perusahaan tambang untuk memiliki persemaian terlebih dahulu.
&quot;Dan sekarang ini sudah ada peraturan menteri baru saja keluar setiap perusahaan tambang harus memiliki pusat persemaian. Harus punya nursery center. Sehingga setiap habis nambang langsung ditanam, langsung ditanam, langsung ditanam. Supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan semakin parah. Wajib karena sudah ada peraturan menterinya baru saja keluar,&quot;ungkapnya.

BACA JUGA:
3 Program Ganjar Pranowo untuk Meningkatkan Ekonomi Indonesia jika Menjadi Presiden RI


Awalnya, Jokowi mengatakan bahwa semua negara saat ini sedang menuju transisi ke energi hijau. Hal itu disebabkan karena perubahan iklim yang terjadi saat ini.
&quot;Semua negara saling daur ulang sampah dikerjakan, produksi  produk-produk industri juga dikerjakan, kendaraan listrik dimulai semua  dibangun semua di negara-negara yang siap. Bio diesel digunakan, bio  ethanol digunakan. Semuanya yang berbau green yang berbau hijau semuanya  mulai dikerjakan di semua negara,&quot; kata Jokowi.
&quot;Industri baterai untuk kendaraan listrik dimulai dan kita juga tidak  ingin kehilangan kesempatan untuk membangun industri baterai kendaraan  listrik. Karena kita punya bahan bakunya di sini, nikel kita punya,  cobalt kita punya, mangan kita punya,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNC8xLzE3MDE1MS81L3g4bnB0ODg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi mewanti-wanti kepada perusahaan tambang di Indonesia agar memperbaiki lahan usai dipergunakan. Dirinya pun akan mengecek proyek tambang satu persatu nantinya.
&quot;Tapi hati hati saya ingatkan kalo di sini ada perusahaan tambang yang hadir setelah menambang harus diperbaiki lahan itu. setuju? Jangan langsung ditinggal, dibiarkan, akan saya cek satu per satu,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada  Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, dan Energi Baru Terbarukan 2023 (LIKE), di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Senin (18/9/2023).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Hati-Hati Ancaman Perubahan Iklim Sudah Nyata


Jokowi menjelaskan bahwa sudah ada peraturan menteri yang mewajibkan kepada perusahaan tambang untuk memiliki persemaian terlebih dahulu.
&quot;Dan sekarang ini sudah ada peraturan menteri baru saja keluar setiap perusahaan tambang harus memiliki pusat persemaian. Harus punya nursery center. Sehingga setiap habis nambang langsung ditanam, langsung ditanam, langsung ditanam. Supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan semakin parah. Wajib karena sudah ada peraturan menterinya baru saja keluar,&quot;ungkapnya.

BACA JUGA:
3 Program Ganjar Pranowo untuk Meningkatkan Ekonomi Indonesia jika Menjadi Presiden RI


Awalnya, Jokowi mengatakan bahwa semua negara saat ini sedang menuju transisi ke energi hijau. Hal itu disebabkan karena perubahan iklim yang terjadi saat ini.
&quot;Semua negara saling daur ulang sampah dikerjakan, produksi  produk-produk industri juga dikerjakan, kendaraan listrik dimulai semua  dibangun semua di negara-negara yang siap. Bio diesel digunakan, bio  ethanol digunakan. Semuanya yang berbau green yang berbau hijau semuanya  mulai dikerjakan di semua negara,&quot; kata Jokowi.
&quot;Industri baterai untuk kendaraan listrik dimulai dan kita juga tidak  ingin kehilangan kesempatan untuk membangun industri baterai kendaraan  listrik. Karena kita punya bahan bakunya di sini, nikel kita punya,  cobalt kita punya, mangan kita punya,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
