<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dagangan Tak Laku, Begini Kisah Sedih Pedagang Tanah Abang Tergerus Online</title><description>Pedagang konvensional di Tanah Abang mengalami penurunan omzet hingga kehilangan pelanggan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/18/455/2885075/dagangan-tak-laku-begini-kisah-sedih-pedagang-tanah-abang-tergerus-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/18/455/2885075/dagangan-tak-laku-begini-kisah-sedih-pedagang-tanah-abang-tergerus-online"/><item><title>Dagangan Tak Laku, Begini Kisah Sedih Pedagang Tanah Abang Tergerus Online</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/18/455/2885075/dagangan-tak-laku-begini-kisah-sedih-pedagang-tanah-abang-tergerus-online</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/18/455/2885075/dagangan-tak-laku-begini-kisah-sedih-pedagang-tanah-abang-tergerus-online</guid><pubDate>Selasa 19 September 2023 07:04 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/18/455/2885075/dagangan-tak-laku-begini-kisah-sedih-pedagang-tanah-abang-tergerus-online-edwTdu9AIK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Begini Kisah Sedih Pedagang Tanah Abang. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/18/455/2885075/dagangan-tak-laku-begini-kisah-sedih-pedagang-tanah-abang-tergerus-online-edwTdu9AIK.jpg</image><title>Begini Kisah Sedih Pedagang Tanah Abang. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNy80LzE3MDczNi81L3g4bzRpZG4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pedagang konvensional di Tanah Abang mengalami penurunan omzet hingga kehilangan pelanggan. Hal ini karena masyarakat yang lebih banyak berbelanja secara online.
Sejumlah pedagang yang berjualan daster serta kebaya merasakan dampak secara signifikan.

BACA JUGA:
Ojek Pengkolan hingga Sopir Bajaj Keluhkan Sepinya Pasar Tanah Abang

Saiful Rahman (56) berjualan daster di Pasar Tanah Abang sudah lebih dari 15 tahun. Saiful mengaku pengunjung di Tanah Abang mengalami penurunan dan berdampak pada pendapatannya.
Sebelum masa pandemi, Saiful bisa menjual hingga 12-20 daster. Namun, pasca pandemi mendapatkan penglaris saja sulit.

BACA JUGA:
Ternyata Ini yang Bikin Pedagang Pasar Tanah Abang Cs Gulung Tikar

Hal serupa dialami oleh Ridho (25) seorang penjual kebaya di Pasar Tanah Abang. Ridho pun merasakan kondisi Pasar Tanah Abang tidak seramai seperti sebelum pandemi.
Demi mendapat penghasilan, Ridho mengaku harus menurunkan harga jual produknya. Hal itu berdampak pada keuntungan yang ia dapatkan.
Jika sebelum pandemi Ridho mampu menjual 40 potong pakaian perhari. Kini, menjual 10 potong pakaian saja Ridho tidak mampu.
Pedagang di Pasar Tanah Abang berharap ada perhatian khusus dari pemerintah mengenai platform penjualan online yang dirasa merugikan pelaku usaha konvensional.
Baca selengkapnya: Keluh Kesah Pedagang Tanah Abang: Penjualan Sepi, Dagangan Tak Laku
https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/320/2883799/keluh-kesah-pedagang-tanah-abang-penjualan-sepi-dagangan-tak-laku</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNy80LzE3MDczNi81L3g4bzRpZG4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pedagang konvensional di Tanah Abang mengalami penurunan omzet hingga kehilangan pelanggan. Hal ini karena masyarakat yang lebih banyak berbelanja secara online.
Sejumlah pedagang yang berjualan daster serta kebaya merasakan dampak secara signifikan.

BACA JUGA:
Ojek Pengkolan hingga Sopir Bajaj Keluhkan Sepinya Pasar Tanah Abang

Saiful Rahman (56) berjualan daster di Pasar Tanah Abang sudah lebih dari 15 tahun. Saiful mengaku pengunjung di Tanah Abang mengalami penurunan dan berdampak pada pendapatannya.
Sebelum masa pandemi, Saiful bisa menjual hingga 12-20 daster. Namun, pasca pandemi mendapatkan penglaris saja sulit.

BACA JUGA:
Ternyata Ini yang Bikin Pedagang Pasar Tanah Abang Cs Gulung Tikar

Hal serupa dialami oleh Ridho (25) seorang penjual kebaya di Pasar Tanah Abang. Ridho pun merasakan kondisi Pasar Tanah Abang tidak seramai seperti sebelum pandemi.
Demi mendapat penghasilan, Ridho mengaku harus menurunkan harga jual produknya. Hal itu berdampak pada keuntungan yang ia dapatkan.
Jika sebelum pandemi Ridho mampu menjual 40 potong pakaian perhari. Kini, menjual 10 potong pakaian saja Ridho tidak mampu.
Pedagang di Pasar Tanah Abang berharap ada perhatian khusus dari pemerintah mengenai platform penjualan online yang dirasa merugikan pelaku usaha konvensional.
Baca selengkapnya: Keluh Kesah Pedagang Tanah Abang: Penjualan Sepi, Dagangan Tak Laku
https://economy.okezone.com/read/2023/09/15/320/2883799/keluh-kesah-pedagang-tanah-abang-penjualan-sepi-dagangan-tak-laku</content:encoded></item></channel></rss>
