<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Konflik Lahan di Pulau Rempang, Luhut: Rakyat Itu Umumnya Mau tapi Ada Provokator</title><description>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal konflik penggusuran di Pulau Rempang.
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/320/2885566/soal-konflik-lahan-di-pulau-rempang-luhut-rakyat-itu-umumnya-mau-tapi-ada-provokator</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/320/2885566/soal-konflik-lahan-di-pulau-rempang-luhut-rakyat-itu-umumnya-mau-tapi-ada-provokator"/><item><title>Soal Konflik Lahan di Pulau Rempang, Luhut: Rakyat Itu Umumnya Mau tapi Ada Provokator</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/320/2885566/soal-konflik-lahan-di-pulau-rempang-luhut-rakyat-itu-umumnya-mau-tapi-ada-provokator</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/320/2885566/soal-konflik-lahan-di-pulau-rempang-luhut-rakyat-itu-umumnya-mau-tapi-ada-provokator</guid><pubDate>Selasa 19 September 2023 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/19/320/2885566/soal-konflik-lahan-di-pulau-rempang-luhut-rakyat-itu-umumnya-mau-tapi-ada-provokator-WMzCI3LKeE.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal konflik Pulau Rempang. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/19/320/2885566/soal-konflik-lahan-di-pulau-rempang-luhut-rakyat-itu-umumnya-mau-tapi-ada-provokator-WMzCI3LKeE.JPG</image><title>Menko Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal konflik Pulau Rempang. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMi8xLzE3MDUyMC81L3g4bzBwOXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal konflik penggusuran di Pulau Rempang, Batam pekan lalu.

Luhut mengatakan bahwa konflik tersebut lantaran pendekatan yang dilakukan baik pemerintah maupun aparat kepolisian terkait pembebasan lahan di Rempang belum terjalin baik dengan warga.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Segini Uang Ganti Rugi yang Diterima Warga Pulau Rempang yang Digusur

&quot;Ya Rempang itu mungkin ya sekarang lagi mau slow down. Saya pikir mungkin kemarin pendekatannya belum pas, tapi selama saya yang menangani banyak pembebasan lahan tak ada masalah,&quot; kata Luhut saat ditemui di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Selasa (19/9/2023).

Menurut Luhut pembebasan lahan di Rempang dapat diselesaikan tanpa adanya kekerasan yang terjadi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bahas Masalah Rempang, Bahlil hingga Menteri ATR ke Batam

Luhut mengklaim bahwa masyarakat Rempang sebenarnya mau untuk direlokasi.

Dia juga mengatakan bahwa sudah ada tim yang ke sana untuk mensosialisasikan terkait apa saja yang akan diberikan pemerintah kepada warga terkait dengan pembebasan lahan tersebut.

&quot;Rakyat itu pada umumnya mau, ndak ada masalah. Karena kalau mereka direlokasi ada yang mau dikasih rumah, pekerjaan, sekolah dan sebagainya dan juga uang saja cash, kemudian yang provokator pasti ada. Itu perlu dipisah-pisahkan. Jadi saya kira tidak ada masalah,&quot; katanya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Uang Ganti Rugi untuk Warga Rempang, dari Tanah 500 Meter hingga Rumah Rp120 Juta


Luhut mengatakan bahwa potensi investasi di Rempang akan memberikan dampak yang bagus terhadap Indonesia.

Hal ini berkaitan dengan menggerakkan roda ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.



Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa akan banyak kerugian yang akan dirasakan, baik dari segi pendapatan pemerintah maupun perekonomian masyarakat jika potensi investasi di Rempang tidak jadi terealisasikan.



&amp;ldquo;Ini investasinya total Rp300 triliun lebih, tahap pertama itu Rp175 triliun. Kalau ini lepas, itu berarti potensi pendapatan asli daerah (PAD) dan penciptaan lapangan pekerjaan untuk saudara-saudara kita di sini itu akan hilang,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Senin, 18 September 2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMi8xLzE3MDUyMC81L3g4bzBwOXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal konflik penggusuran di Pulau Rempang, Batam pekan lalu.

Luhut mengatakan bahwa konflik tersebut lantaran pendekatan yang dilakukan baik pemerintah maupun aparat kepolisian terkait pembebasan lahan di Rempang belum terjalin baik dengan warga.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Segini Uang Ganti Rugi yang Diterima Warga Pulau Rempang yang Digusur

&quot;Ya Rempang itu mungkin ya sekarang lagi mau slow down. Saya pikir mungkin kemarin pendekatannya belum pas, tapi selama saya yang menangani banyak pembebasan lahan tak ada masalah,&quot; kata Luhut saat ditemui di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Selasa (19/9/2023).

Menurut Luhut pembebasan lahan di Rempang dapat diselesaikan tanpa adanya kekerasan yang terjadi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bahas Masalah Rempang, Bahlil hingga Menteri ATR ke Batam

Luhut mengklaim bahwa masyarakat Rempang sebenarnya mau untuk direlokasi.

Dia juga mengatakan bahwa sudah ada tim yang ke sana untuk mensosialisasikan terkait apa saja yang akan diberikan pemerintah kepada warga terkait dengan pembebasan lahan tersebut.

&quot;Rakyat itu pada umumnya mau, ndak ada masalah. Karena kalau mereka direlokasi ada yang mau dikasih rumah, pekerjaan, sekolah dan sebagainya dan juga uang saja cash, kemudian yang provokator pasti ada. Itu perlu dipisah-pisahkan. Jadi saya kira tidak ada masalah,&quot; katanya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Uang Ganti Rugi untuk Warga Rempang, dari Tanah 500 Meter hingga Rumah Rp120 Juta


Luhut mengatakan bahwa potensi investasi di Rempang akan memberikan dampak yang bagus terhadap Indonesia.

Hal ini berkaitan dengan menggerakkan roda ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.



Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa akan banyak kerugian yang akan dirasakan, baik dari segi pendapatan pemerintah maupun perekonomian masyarakat jika potensi investasi di Rempang tidak jadi terealisasikan.



&amp;ldquo;Ini investasinya total Rp300 triliun lebih, tahap pertama itu Rp175 triliun. Kalau ini lepas, itu berarti potensi pendapatan asli daerah (PAD) dan penciptaan lapangan pekerjaan untuk saudara-saudara kita di sini itu akan hilang,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Senin, 18 September 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
