<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penyebab Harga Beras Terus Melonjak di Indonesia</title><description>Harga beras di Indonesia terus mengalami kenaikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/320/2885950/ini-penyebab-harga-beras-terus-melonjak-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/320/2885950/ini-penyebab-harga-beras-terus-melonjak-di-indonesia"/><item><title>Ini Penyebab Harga Beras Terus Melonjak di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/320/2885950/ini-penyebab-harga-beras-terus-melonjak-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/320/2885950/ini-penyebab-harga-beras-terus-melonjak-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 19 September 2023 18:53 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/19/320/2885950/ini-penyebab-harga-beras-terus-melonjak-di-indonesia-uIN83pJfPa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga beras makin mahal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/19/320/2885950/ini-penyebab-harga-beras-terus-melonjak-di-indonesia-uIN83pJfPa.jpg</image><title>Harga beras makin mahal (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNS80LzE3MDY0NS81L3g4bzMzbzc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga beras di Indonesia terus mengalami kenaikan. Penyebab mahalnya harga beras di Indonesia adalah faktor cuaca, yakni adanya fenomena el nino.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Sudaryono mengatakan, kondisi kekeringan atau el nino menjadi pemicu utama kekacauan pada musim tanam. Akibatnya berdampak pada kelangkaan panen secara signifikan.

BACA JUGA:
Cek Harga Pangan di Pasar, Jokowi: Harga Beras Masih Tinggi


&amp;ldquo;Kekeringan di mana-mana, yang harusnya tanam, jadi nggak bisa tanam. Yang biasanya panennya dapat banyak, ini dapatnya sedikit,&amp;rdquo; ujar Sudaryono kepada jurnalis Okezone, Selasa (19/9/2023).
&amp;ldquo;Sehingga produktivitas gabah dalam hal ini, juga produktivitas beras nasional menurun,&amp;rdquo; pungkasnya.

BACA JUGA:
Pendaftaran CPNS Dibuka 20 September 2023, Ikuti Tryout di Okezone! Klik Link Ini Gratis


Sudaryono kembali menuturkan, untuk menurunkan harga beras caranya adalah dengan membanjiri stok beras di pasaran. Apabila ketersediaan beras secara nasional tidak mencukupi, maka disarankan untuk impor.
&amp;ldquo;Kami sudah koordinasi dengan Badan Pangan Nasional, diinformasikan bahwa pemerintah telah mengimpor sekitar dua juta ton beras dan oleh Bulog akan didistribusikan,&amp;rdquo; lanjut Sudaryono.
Meski pemerintah sudah impor beras dua juta ton, Sudaryono  menyarankan harus memiliki stok lebih besar. Sebab, melihat fenomena di  lapangan serta prediksi el nino yang berlangsung cukup lama.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa kenaikan harga beras diprediksi  berlangsung hingga awal tahun depan, mengingat fenomena el nino yang  masih terjadi.
&amp;ldquo;Kami sangat menyarankan kepada pemerintah, khususnya Badan Pangan  Nasional, Bulog, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan  untuk betul-betul lihat secara cermat kondisi di lapangan sehingga aksi  yang dilakukan tepat sasaran,&amp;rdquo; tutur Sudaryono.
Dirinya menyebut bahwa fenomena beras mahal ini bukan hanya terjadi  di Jakarta tapi di seluruh Indonesia. Kemudian, Asosiasi Pedagang Pasar  Seluruh Indonesia mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendatangkan  stok beras ke gudang Bulog.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNS80LzE3MDY0NS81L3g4bzMzbzc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga beras di Indonesia terus mengalami kenaikan. Penyebab mahalnya harga beras di Indonesia adalah faktor cuaca, yakni adanya fenomena el nino.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Sudaryono mengatakan, kondisi kekeringan atau el nino menjadi pemicu utama kekacauan pada musim tanam. Akibatnya berdampak pada kelangkaan panen secara signifikan.

BACA JUGA:
Cek Harga Pangan di Pasar, Jokowi: Harga Beras Masih Tinggi


&amp;ldquo;Kekeringan di mana-mana, yang harusnya tanam, jadi nggak bisa tanam. Yang biasanya panennya dapat banyak, ini dapatnya sedikit,&amp;rdquo; ujar Sudaryono kepada jurnalis Okezone, Selasa (19/9/2023).
&amp;ldquo;Sehingga produktivitas gabah dalam hal ini, juga produktivitas beras nasional menurun,&amp;rdquo; pungkasnya.

BACA JUGA:
Pendaftaran CPNS Dibuka 20 September 2023, Ikuti Tryout di Okezone! Klik Link Ini Gratis


Sudaryono kembali menuturkan, untuk menurunkan harga beras caranya adalah dengan membanjiri stok beras di pasaran. Apabila ketersediaan beras secara nasional tidak mencukupi, maka disarankan untuk impor.
&amp;ldquo;Kami sudah koordinasi dengan Badan Pangan Nasional, diinformasikan bahwa pemerintah telah mengimpor sekitar dua juta ton beras dan oleh Bulog akan didistribusikan,&amp;rdquo; lanjut Sudaryono.
Meski pemerintah sudah impor beras dua juta ton, Sudaryono  menyarankan harus memiliki stok lebih besar. Sebab, melihat fenomena di  lapangan serta prediksi el nino yang berlangsung cukup lama.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa kenaikan harga beras diprediksi  berlangsung hingga awal tahun depan, mengingat fenomena el nino yang  masih terjadi.
&amp;ldquo;Kami sangat menyarankan kepada pemerintah, khususnya Badan Pangan  Nasional, Bulog, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan  untuk betul-betul lihat secara cermat kondisi di lapangan sehingga aksi  yang dilakukan tepat sasaran,&amp;rdquo; tutur Sudaryono.
Dirinya menyebut bahwa fenomena beras mahal ini bukan hanya terjadi  di Jakarta tapi di seluruh Indonesia. Kemudian, Asosiasi Pedagang Pasar  Seluruh Indonesia mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendatangkan  stok beras ke gudang Bulog.</content:encoded></item></channel></rss>
