<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beli KRL Baru, KAI Ajukan PMN Rp2 Triliun</title><description>PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2 triliun untuk 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/320/2886017/beli-krl-baru-kai-ajukan-pmn-rp2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/320/2886017/beli-krl-baru-kai-ajukan-pmn-rp2-triliun"/><item><title>Beli KRL Baru, KAI Ajukan PMN Rp2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/320/2886017/beli-krl-baru-kai-ajukan-pmn-rp2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/320/2886017/beli-krl-baru-kai-ajukan-pmn-rp2-triliun</guid><pubDate>Selasa 19 September 2023 20:54 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/19/320/2886017/beli-krl-baru-kai-ajukan-pmn-rp2-triliun-ecUNmbKeDR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KAI butuh anggaran untuk beli KRL baru (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/19/320/2886017/beli-krl-baru-kai-ajukan-pmn-rp2-triliun-ecUNmbKeDR.jpg</image><title>KAI butuh anggaran untuk beli KRL baru (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2 triliun untuk 2024. KAI membutuhkan anggaran tambahan antara lain untuk impor KRL dari Jepang.
&quot;PMN yang kami usulkan untuk tahun 2024 kami butuhkan Rp2 triliun,&quot; kata Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) John Robertho dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2023).

BACA JUGA:
Impor 3 KRL Baru dari Jepang, KAI Butuh Rp676,8 Miliar

John mengatakan bahwa pengajuan usulan tersebut rencananya akan digunakan untuk pembelian 3 KRL baru dari Jepang yang dilakukan oleh anak usahanya yakni PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Adapun kebutuhan pembelian tersebut ditaksir mencapai Rp676,8 miliar.

BACA JUGA:
Wanita Paruh Baya Tewas Tertabrak KRL di Bogor

Kemudian, PNM tersebut juga akan digunakan untuk peremajaan atau retrofit sebanyak 19 trainset kereta yang dikerjakan oleh PT INKA senilai Rp2,3 triliun serta perawatan rangkaian KRL.
Jhon mengatakan saat ini terdapat urgensi kebutuhan untuk pengadaan sarana KRL agar tetap dapat memberikan pelayanan maksimal terhadap pengguna KRl.
Pasalnya saat ini 98% sarana KRL siap guna dimiliki oleh KCI sudah memiliki usia lebih dari 30 tahun sehingga sangat diperlukan adanya peremajaan dan juga pembelian kereta baru.Jhon menyebutkan KRL Jabodetabek diproyeksikan mengangkut sebanyak  274 juta penumpang hingga akhir 2023 mendatang. Dengan rata-rata  okupansi penumpang pada jam sibuk akan mencapai 129% dan 71% pada waktu  normal.
Sedangkan jumlah penumpang pada 2024 mendatang diprediksi menembus  345 juta orang. Adapun, rata-rata okupansi penumpang pada jam sibuk  diproyeksikan melonjak hingga 163% dan 89% pada jam normal.
John melanjutkan, tren pertumbuhan penumpang akan terus berlanjut  hingga mencapai puncaknya pada 2027 mendatang dengan proyeksi 410 juta  orang.
&quot;Dari kondisi volume penumpang ini kita membutuhkan sarana untuk  memenuhi pelayanan kita untuk supaya okupansi pada saat ini tidak  terlalu padat sehingga kami sudah membuat rincian,&quot; katanya.</description><content:encoded>


JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2 triliun untuk 2024. KAI membutuhkan anggaran tambahan antara lain untuk impor KRL dari Jepang.
&quot;PMN yang kami usulkan untuk tahun 2024 kami butuhkan Rp2 triliun,&quot; kata Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) John Robertho dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2023).

BACA JUGA:
Impor 3 KRL Baru dari Jepang, KAI Butuh Rp676,8 Miliar

John mengatakan bahwa pengajuan usulan tersebut rencananya akan digunakan untuk pembelian 3 KRL baru dari Jepang yang dilakukan oleh anak usahanya yakni PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Adapun kebutuhan pembelian tersebut ditaksir mencapai Rp676,8 miliar.

BACA JUGA:
Wanita Paruh Baya Tewas Tertabrak KRL di Bogor

Kemudian, PNM tersebut juga akan digunakan untuk peremajaan atau retrofit sebanyak 19 trainset kereta yang dikerjakan oleh PT INKA senilai Rp2,3 triliun serta perawatan rangkaian KRL.
Jhon mengatakan saat ini terdapat urgensi kebutuhan untuk pengadaan sarana KRL agar tetap dapat memberikan pelayanan maksimal terhadap pengguna KRl.
Pasalnya saat ini 98% sarana KRL siap guna dimiliki oleh KCI sudah memiliki usia lebih dari 30 tahun sehingga sangat diperlukan adanya peremajaan dan juga pembelian kereta baru.Jhon menyebutkan KRL Jabodetabek diproyeksikan mengangkut sebanyak  274 juta penumpang hingga akhir 2023 mendatang. Dengan rata-rata  okupansi penumpang pada jam sibuk akan mencapai 129% dan 71% pada waktu  normal.
Sedangkan jumlah penumpang pada 2024 mendatang diprediksi menembus  345 juta orang. Adapun, rata-rata okupansi penumpang pada jam sibuk  diproyeksikan melonjak hingga 163% dan 89% pada jam normal.
John melanjutkan, tren pertumbuhan penumpang akan terus berlanjut  hingga mencapai puncaknya pada 2027 mendatang dengan proyeksi 410 juta  orang.
&quot;Dari kondisi volume penumpang ini kita membutuhkan sarana untuk  memenuhi pelayanan kita untuk supaya okupansi pada saat ini tidak  terlalu padat sehingga kami sudah membuat rincian,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
