<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Konsorsium Perusahaan Asing Minat Garap IKN</title><description>Lima konsorsium perusahaan asing berminat menggarap IKN Nusantara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/470/2885981/5-konsorsium-perusahaan-asing-minat-garap-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/470/2885981/5-konsorsium-perusahaan-asing-minat-garap-ikn"/><item><title>5 Konsorsium Perusahaan Asing Minat Garap IKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/470/2885981/5-konsorsium-perusahaan-asing-minat-garap-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/19/470/2885981/5-konsorsium-perusahaan-asing-minat-garap-ikn</guid><pubDate>Selasa 19 September 2023 19:46 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/19/470/2885981/5-konsorsium-perusahaan-asing-minat-garap-ikn-PrBCsJxfvr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">5 konsorsium minat garap IKN Nusantara (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/19/470/2885981/5-konsorsium-perusahaan-asing-minat-garap-ikn-PrBCsJxfvr.jpg</image><title>5 konsorsium minat garap IKN Nusantara (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xNS8xLzE2NjE4OC81L3g4a3lkdzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Lima konsorsium perusahaan asing berminat menggarap IKN Nusantara. Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Ali Berawi mengatakan saat ini sudah setidaknya ada beberapa konsorsium siap untuk berkontribusi dalam pengembangan kota Cerdas di IKN.
Ali menjelaskan, kelima negara itu akan berpartisipasi dalam pengembangan kota cerdas mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga pengelolaan kota kaitannya dalam penyelenggaraan pusat Pemerintahan.

BACA JUGA:
Badan Otorita IKN Minta Tambahan Dana Rp2,1 Triliun


&quot;Smart city itu adalah membangun kota modern dengan memanfaatkan teknologi, posisinya kan kita masuk ke industri 4.0 teknologi digital, jadi kota modern ini manfaatnya untuk peningkatan hidup kita semua, transparansi semuanya,&quot; ujar Ali Berawi saat ditemui MNC Portal di Gedung DPR, dikutip Selasa (19/9/2023).
Ali memaparkan hingga saat ini ada 5 konsorsium atau gabungan perusahaan dari 5 negara yang siap untuk mengembangkan konsep smart city di IKN. Kelima konsorsium itu berada dari Negara China, Korea Selatan, Jerman, Finlandia, Amerika.

BACA JUGA:
Uji Coba Taksi Terbang di IKN Dilakukan Sebelum HUT ke-79 RI


Konsorsium Amerika tergabung dalam USAID atau (Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat) yang akan melakukan pengembangan masterplan kita pintar Nusantara. &quot;Dari konsorsium Amerika ada beberapa perusahaan yang bergabung untuk berpartisipasi membangun kota cerdas, seperti Honeywell, Zico dan lainnya,&quot; sambungnya.
Kemudian ada konsorsium dari Finlandia yang juga bakal mengembangkan bangunan pintar di IKN. Saat ini Ali mengaku Badan Otorita sudah mengantongi MoU dengan salah satu organisasi yang bernama smartcity invation cluster.
&quot;Kemudian ada Konsorsium dari Finlandia, ini negara the most happiest country in the world, negara paling bahagia, mereka selama beberapa tahun selalu ranking untuk jadi negara bahagia. Ini mereka tertarik untuk berpartisipasi membangun kota pintar,&quot; lanjut Ali.
Finlandia juga akan menyediakan sensor untuk memantau tingkat polusi  sebuah kota. Lewat teknologi ini, maka otorita bisa memantau dan dengan  mudah mengambil tindakan pada situasi yang darurat.
Selanjutnya konsorsium dari Korea Selatan, tergabung di dalamnya  seperti Hyundai, dan LG. Hyundai akan mengembanhkan taksi terbang di IKN  yang nantinya sebagai moda transportasi bagi masyarakat. Mengingat  kontur kota yang juga perbukitan sehingga cukup efisien jika menggunakan  taksi terbang.
Kemudian dari Jerman, Ali menjelaskan beberapa perusahaan yang  tergabung dalam konsorsium juga berminat untuk melakukan investasi untuk  pemanfaatan renewable energy. Harapannya pengadaan kebutuhan energy di  IKN dihasilkan dari energi yang ramah lingkungan.
&quot;China, dengan huawei, jadi banyak perusahaan dunia. Intinya banyak  perusahaan global untuk tertarik untuk berpartisipasi, karena kota  cerdas ini akan menjadi sebuah kota yang dibangun untuk saat ini dan  masa depan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xNS8xLzE2NjE4OC81L3g4a3lkdzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Lima konsorsium perusahaan asing berminat menggarap IKN Nusantara. Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Ali Berawi mengatakan saat ini sudah setidaknya ada beberapa konsorsium siap untuk berkontribusi dalam pengembangan kota Cerdas di IKN.
Ali menjelaskan, kelima negara itu akan berpartisipasi dalam pengembangan kota cerdas mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga pengelolaan kota kaitannya dalam penyelenggaraan pusat Pemerintahan.

BACA JUGA:
Badan Otorita IKN Minta Tambahan Dana Rp2,1 Triliun


&quot;Smart city itu adalah membangun kota modern dengan memanfaatkan teknologi, posisinya kan kita masuk ke industri 4.0 teknologi digital, jadi kota modern ini manfaatnya untuk peningkatan hidup kita semua, transparansi semuanya,&quot; ujar Ali Berawi saat ditemui MNC Portal di Gedung DPR, dikutip Selasa (19/9/2023).
Ali memaparkan hingga saat ini ada 5 konsorsium atau gabungan perusahaan dari 5 negara yang siap untuk mengembangkan konsep smart city di IKN. Kelima konsorsium itu berada dari Negara China, Korea Selatan, Jerman, Finlandia, Amerika.

BACA JUGA:
Uji Coba Taksi Terbang di IKN Dilakukan Sebelum HUT ke-79 RI


Konsorsium Amerika tergabung dalam USAID atau (Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat) yang akan melakukan pengembangan masterplan kita pintar Nusantara. &quot;Dari konsorsium Amerika ada beberapa perusahaan yang bergabung untuk berpartisipasi membangun kota cerdas, seperti Honeywell, Zico dan lainnya,&quot; sambungnya.
Kemudian ada konsorsium dari Finlandia yang juga bakal mengembangkan bangunan pintar di IKN. Saat ini Ali mengaku Badan Otorita sudah mengantongi MoU dengan salah satu organisasi yang bernama smartcity invation cluster.
&quot;Kemudian ada Konsorsium dari Finlandia, ini negara the most happiest country in the world, negara paling bahagia, mereka selama beberapa tahun selalu ranking untuk jadi negara bahagia. Ini mereka tertarik untuk berpartisipasi membangun kota pintar,&quot; lanjut Ali.
Finlandia juga akan menyediakan sensor untuk memantau tingkat polusi  sebuah kota. Lewat teknologi ini, maka otorita bisa memantau dan dengan  mudah mengambil tindakan pada situasi yang darurat.
Selanjutnya konsorsium dari Korea Selatan, tergabung di dalamnya  seperti Hyundai, dan LG. Hyundai akan mengembanhkan taksi terbang di IKN  yang nantinya sebagai moda transportasi bagi masyarakat. Mengingat  kontur kota yang juga perbukitan sehingga cukup efisien jika menggunakan  taksi terbang.
Kemudian dari Jerman, Ali menjelaskan beberapa perusahaan yang  tergabung dalam konsorsium juga berminat untuk melakukan investasi untuk  pemanfaatan renewable energy. Harapannya pengadaan kebutuhan energy di  IKN dihasilkan dari energi yang ramah lingkungan.
&quot;China, dengan huawei, jadi banyak perusahaan dunia. Intinya banyak  perusahaan global untuk tertarik untuk berpartisipasi, karena kota  cerdas ini akan menjadi sebuah kota yang dibangun untuk saat ini dan  masa depan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
