<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub: Kita Mau Bikin Kereta Cepat Banyak yang Ngomel, Pas Ikut Mereka Senang</title><description>Budi Karya Sumadi mengungkap banyak yang tak suka saat pemerintah berencana membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886461/menhub-kita-mau-bikin-kereta-cepat-banyak-yang-ngomel-pas-ikut-mereka-senang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886461/menhub-kita-mau-bikin-kereta-cepat-banyak-yang-ngomel-pas-ikut-mereka-senang"/><item><title>Menhub: Kita Mau Bikin Kereta Cepat Banyak yang Ngomel, Pas Ikut Mereka Senang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886461/menhub-kita-mau-bikin-kereta-cepat-banyak-yang-ngomel-pas-ikut-mereka-senang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886461/menhub-kita-mau-bikin-kereta-cepat-banyak-yang-ngomel-pas-ikut-mereka-senang</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 15:27 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/20/320/2886461/menhub-kita-mau-bikin-kereta-cepat-banyak-yang-ngomel-pas-ikut-mereka-senang-EDEGdv9KNg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub cerita banyak yang tak suka proyek kereta cepat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/20/320/2886461/menhub-kita-mau-bikin-kereta-cepat-banyak-yang-ngomel-pas-ikut-mereka-senang-EDEGdv9KNg.jpg</image><title>Menhub cerita banyak yang tak suka proyek kereta cepat (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNS80LzE3MDY4OS81L3g4bzNpcG8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkap banyak yang tak suka saat pemerintah berencana membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Banyak pihak menilai proyek tersebut hanya menghambur-hamburkan uang saja.

BACA JUGA:
Pendaftaran Dibuka Hari Ini, Yuk Ikuti Tryout CPNS 2023 Gratis di Okezone


Akan tetapi Menhub mengatakan ketika proyek tersebut sudah bisa digunakan untuk penumpang dan mereka yang dulu tidak setuju dengan proyek kereta cepat akhirnya juga senang setelah menjajal.
&quot;Kita mau bikin kereta cepat saja, banyak yang ngomel gitu ya. Apa buang-buang uang begitu make, baru mereka itu ikut ya di sitiu dan senang,&quot; katanya dalam Seminar Nasional Strategi Green Financing Sektor Transportasi untuk Daya Saing Perkeretaapian Berkeadilan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (20/9/2023).

BACA JUGA:
Pendaftaran CPNS Dibuka 20 September 2023, Ikuti Tryout di Okezone! Klik Link Ini Gratis


Hal yang sama kata Menhub juga terjadi pada proyek MRT Jakarta dan LRT Jabodebek. Di mana proyek tersebut diragukan untuk menjadi suatu transportasi massal yang canggih.
Akan tetapi, Menhub menjelaskan bahwa dengan kegigihan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan suatu konsep transportasi yang handal sehingga proyek-proyek tersebut dapat terlaksana.
&quot;Berat, mahal. Jadi Bapenas dan Kemenkue tau keras studinya itu untuk  untuk meletakkan satu hal. Tapi pak Jokowi itu tetap jalan. saya harus  Salut sama bos saya Pak Jokowi yang berani menapakan satu konsep  transportasi massal di perkotaan dan juga antar-kota,&quot; katanya.
Menurut Budi, dengan adanya MRT, LRT dan Kereta Cepat meskipun  biayanya mahal banyak masyarakat yang terbantu dan berterima kasih atas  hadirnya transportasi massal tersebut.
&quot;Jakarta sekarang menjadi sebuah bukti, bahwa dengan adanya MRT, LRT,  banyak yang berterima kasih. Kereta cepat, meski itu mahal, juga banyak  yang berterima kasih. Tapi masih banyak yang bicara tentang baik,&quot;  katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNS80LzE3MDY4OS81L3g4bzNpcG8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkap banyak yang tak suka saat pemerintah berencana membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Banyak pihak menilai proyek tersebut hanya menghambur-hamburkan uang saja.

BACA JUGA:
Pendaftaran Dibuka Hari Ini, Yuk Ikuti Tryout CPNS 2023 Gratis di Okezone


Akan tetapi Menhub mengatakan ketika proyek tersebut sudah bisa digunakan untuk penumpang dan mereka yang dulu tidak setuju dengan proyek kereta cepat akhirnya juga senang setelah menjajal.
&quot;Kita mau bikin kereta cepat saja, banyak yang ngomel gitu ya. Apa buang-buang uang begitu make, baru mereka itu ikut ya di sitiu dan senang,&quot; katanya dalam Seminar Nasional Strategi Green Financing Sektor Transportasi untuk Daya Saing Perkeretaapian Berkeadilan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (20/9/2023).

BACA JUGA:
Pendaftaran CPNS Dibuka 20 September 2023, Ikuti Tryout di Okezone! Klik Link Ini Gratis


Hal yang sama kata Menhub juga terjadi pada proyek MRT Jakarta dan LRT Jabodebek. Di mana proyek tersebut diragukan untuk menjadi suatu transportasi massal yang canggih.
Akan tetapi, Menhub menjelaskan bahwa dengan kegigihan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan suatu konsep transportasi yang handal sehingga proyek-proyek tersebut dapat terlaksana.
&quot;Berat, mahal. Jadi Bapenas dan Kemenkue tau keras studinya itu untuk  untuk meletakkan satu hal. Tapi pak Jokowi itu tetap jalan. saya harus  Salut sama bos saya Pak Jokowi yang berani menapakan satu konsep  transportasi massal di perkotaan dan juga antar-kota,&quot; katanya.
Menurut Budi, dengan adanya MRT, LRT dan Kereta Cepat meskipun  biayanya mahal banyak masyarakat yang terbantu dan berterima kasih atas  hadirnya transportasi massal tersebut.
&quot;Jakarta sekarang menjadi sebuah bukti, bahwa dengan adanya MRT, LRT,  banyak yang berterima kasih. Kereta cepat, meski itu mahal, juga banyak  yang berterima kasih. Tapi masih banyak yang bicara tentang baik,&quot;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
