<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Nasabah Pinjol Bunuh Diri, AFPI Panggil AdaKami</title><description>Viral nasabah pinjaman online berakhir bunuh diri lantaran diteror debt collector jasa pinjaman online.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886605/viral-nasabah-pinjol-bunuh-diri-afpi-panggil-adakami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886605/viral-nasabah-pinjol-bunuh-diri-afpi-panggil-adakami"/><item><title>Viral Nasabah Pinjol Bunuh Diri, AFPI Panggil AdaKami</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886605/viral-nasabah-pinjol-bunuh-diri-afpi-panggil-adakami</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886605/viral-nasabah-pinjol-bunuh-diri-afpi-panggil-adakami</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 18:00 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/20/320/2886605/viral-nasabah-pinjol-bunuh-diri-afpi-panggil-adakami-2hqZZcCsFK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nasabah pinjol bunuh diri (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/20/320/2886605/viral-nasabah-pinjol-bunuh-diri-afpi-panggil-adakami-2hqZZcCsFK.jpg</image><title>Nasabah pinjol bunuh diri (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS8xLzE2OTA2MC81L3g4bjU3amY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Viral nasabah pinjaman online (pinjol) berakhir bunuh diri lantaran diteror debt collector.
Dilansir dari akun Twitter @Heraloebss, Rabu (20/9/2023), terdapat seorang pria dengan inisial K nekat melakukan aksi bunuh diri karena terus mendapat teror dari debt collector aplikasi pinjol AdaKami.

BACA JUGA:
Nasabah Pinjol Bunuh Diri, Kekerasan Fisik dan Mental oleh Debt Collector Jadi Sorotan


Cuitan tersebut pun menjelaskan bahwa korban meminjam sejumlah Rp9,4 juta di aplikasi AdaKami. Namun, korban harus mengembalikan pinjaman dengan nominal yang lebih besar yakni Rp19 juta.
Debt collector yang melakukan teror kepada korban, membuat aktivitas korban terganggu hingga nekat bunuh diri.

BACA JUGA:
Tragis! Nasabah Pinjol Adakami Bunuh Diri Usai Diancam Debt Collector


Menyikapi kasus ini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Bersama Pendanaan Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko mengatakan, pihaknya sangat khawatir apabila ada kasus yang viral seperti sekarang ini. AFPI telah beberapa kali bertemu dengan pihak AdaKami.
&amp;ldquo;Jadi saya tanya, apakah bapak sudah melakukan pengecekan terhadap yang melakukan bunuh diri. Apakah pinjamannya sedang berjalan atau sudah lunas atau bagaimana,&amp;rdquo; ujar Sunu kepada Jurnalis Okezone, Rabu (20/9/2023).
&amp;ldquo;Dari pihak OJK dan AdaKami bilang bahwa mereka tidak mendapat  informasi terkait identitas yang bunuh diri sehingga tidak bisa  melakukan pengecekan apakah peminjam ini dari AdaKami,&amp;rdquo; pungkas Sunu.
Kemudian, dirinya mengatakan pada saat korban melakukan bunuh diri  ini apakah masih tercatat sebagai peminjam di AdaKami. Apabila masih di  posisi ini dapat dicek dengan tenaga connection, siapa yang melakukan  penagihan kepada korban.
Hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan AdaKami sebab tidak ada  informasi penting yang mengkonfirmasi terkait nama, NIK, dan waktu  kejadian bunuh diri korban.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS8xLzE2OTA2MC81L3g4bjU3amY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Viral nasabah pinjaman online (pinjol) berakhir bunuh diri lantaran diteror debt collector.
Dilansir dari akun Twitter @Heraloebss, Rabu (20/9/2023), terdapat seorang pria dengan inisial K nekat melakukan aksi bunuh diri karena terus mendapat teror dari debt collector aplikasi pinjol AdaKami.

BACA JUGA:
Nasabah Pinjol Bunuh Diri, Kekerasan Fisik dan Mental oleh Debt Collector Jadi Sorotan


Cuitan tersebut pun menjelaskan bahwa korban meminjam sejumlah Rp9,4 juta di aplikasi AdaKami. Namun, korban harus mengembalikan pinjaman dengan nominal yang lebih besar yakni Rp19 juta.
Debt collector yang melakukan teror kepada korban, membuat aktivitas korban terganggu hingga nekat bunuh diri.

BACA JUGA:
Tragis! Nasabah Pinjol Adakami Bunuh Diri Usai Diancam Debt Collector


Menyikapi kasus ini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Bersama Pendanaan Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko mengatakan, pihaknya sangat khawatir apabila ada kasus yang viral seperti sekarang ini. AFPI telah beberapa kali bertemu dengan pihak AdaKami.
&amp;ldquo;Jadi saya tanya, apakah bapak sudah melakukan pengecekan terhadap yang melakukan bunuh diri. Apakah pinjamannya sedang berjalan atau sudah lunas atau bagaimana,&amp;rdquo; ujar Sunu kepada Jurnalis Okezone, Rabu (20/9/2023).
&amp;ldquo;Dari pihak OJK dan AdaKami bilang bahwa mereka tidak mendapat  informasi terkait identitas yang bunuh diri sehingga tidak bisa  melakukan pengecekan apakah peminjam ini dari AdaKami,&amp;rdquo; pungkas Sunu.
Kemudian, dirinya mengatakan pada saat korban melakukan bunuh diri  ini apakah masih tercatat sebagai peminjam di AdaKami. Apabila masih di  posisi ini dapat dicek dengan tenaga connection, siapa yang melakukan  penagihan kepada korban.
Hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan AdaKami sebab tidak ada  informasi penting yang mengkonfirmasi terkait nama, NIK, dan waktu  kejadian bunuh diri korban.</content:encoded></item></channel></rss>
