<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Harga Pangan   </title><description>Pasalnya hal tersebut dapat mempengaruhi laju inflasi yang sekarang relatif cukup moderat di 3,3%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886617/sri-mulyani-waspadai-kenaikan-harga-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886617/sri-mulyani-waspadai-kenaikan-harga-pangan"/><item><title>Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Harga Pangan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886617/sri-mulyani-waspadai-kenaikan-harga-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886617/sri-mulyani-waspadai-kenaikan-harga-pangan</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 18:13 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/20/320/2886617/sri-mulyani-waspadai-kenaikan-harga-pangan-9eBR0SM0Hd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Harga Pangan. (Foto: Okezone.com/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/20/320/2886617/sri-mulyani-waspadai-kenaikan-harga-pangan-9eBR0SM0Hd.jpg</image><title>Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Harga Pangan. (Foto: Okezone.com/Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai naiknya harga pangan. Pasalnya hal tersebut dapat mempengaruhi laju inflasi yang sekarang relatif cukup moderat di 3,3%.
&quot;Kita tetap harus waspada karena harga pangan atau volatile foods menunjukkan kenaikan yang cukup tajam pada bulan Agustus 2023 ini, dengan kontribusi di 2,4%,&quot; pungkas Sri Mulyani, dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi September 2023 secara virtual di Jakarta, Rabu (20/9/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bawa Kabar Happy, APBN Surplus Rp147 Triliun di Agustus 2023

Sri Mulyani melihat bahwa inflasi di berbagai negara, terutama negara maju, sudah mulai menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan.
Meskipun begitu, suku bunga di negara-negara maju belum menunjukkan tanda-tanda akan diturunkan dalam jangka yang sangat pendek.

BACA JUGA:
RI Bisa Capai Ketahanan Energi dan Kurangi Emisi, Sri Mulyani: Tak Semua Negara Bisa Begitu

&quot;Ini merupakan suatu situasi di mana kinerja ekonomi dari masing-masing negara tersebut akan terpengaruh oleh suku bunga yang higher for longer (lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama),&quot; ungkapnya.
Contohnya, Amerika Serikat (AS) yang saat ini policy rate-nya di 5,5%, Eropa di 4,5%, dan Inggris di 5,25%. Sementara itu inflasinya masih jauh di atas yang ditargetkan masing-masing negara tersebut.

BACA JUGA:
Pendaftaran Dibuka Hari Ini, Yuk Ikuti Tryout CPNS 2023 Gratis di Okezone
Negara emerging lain seperti Brazil, Meksiko, dan Afrika Selatan, menurut Sri, kenaikan suku bunganya juga cukup drastis. Brazil bahkan suku bunganya berada di posisi 13,7% sejak tahun lalu, Meksiko di 11,25% juga sudah pada posisi ini sejak akhir tahun 2022. Afrika Selatan juga mengejar di posisi 8,25%.
&quot;Jadi dalam hal ini, Indonesia di policy rate 5,75% karena inflasi kita relatif cukup moderat di 3,3%. Inflasi kita menunjukkan level yang cukup baik, ini karena volatile foods agak mengalami kenaikan di 2,4% dan administered prices (harga yang diatur pemerintah) terkoreksi,&quot; papar Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai naiknya harga pangan. Pasalnya hal tersebut dapat mempengaruhi laju inflasi yang sekarang relatif cukup moderat di 3,3%.
&quot;Kita tetap harus waspada karena harga pangan atau volatile foods menunjukkan kenaikan yang cukup tajam pada bulan Agustus 2023 ini, dengan kontribusi di 2,4%,&quot; pungkas Sri Mulyani, dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi September 2023 secara virtual di Jakarta, Rabu (20/9/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bawa Kabar Happy, APBN Surplus Rp147 Triliun di Agustus 2023

Sri Mulyani melihat bahwa inflasi di berbagai negara, terutama negara maju, sudah mulai menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan.
Meskipun begitu, suku bunga di negara-negara maju belum menunjukkan tanda-tanda akan diturunkan dalam jangka yang sangat pendek.

BACA JUGA:
RI Bisa Capai Ketahanan Energi dan Kurangi Emisi, Sri Mulyani: Tak Semua Negara Bisa Begitu

&quot;Ini merupakan suatu situasi di mana kinerja ekonomi dari masing-masing negara tersebut akan terpengaruh oleh suku bunga yang higher for longer (lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama),&quot; ungkapnya.
Contohnya, Amerika Serikat (AS) yang saat ini policy rate-nya di 5,5%, Eropa di 4,5%, dan Inggris di 5,25%. Sementara itu inflasinya masih jauh di atas yang ditargetkan masing-masing negara tersebut.

BACA JUGA:
Pendaftaran Dibuka Hari Ini, Yuk Ikuti Tryout CPNS 2023 Gratis di Okezone
Negara emerging lain seperti Brazil, Meksiko, dan Afrika Selatan, menurut Sri, kenaikan suku bunganya juga cukup drastis. Brazil bahkan suku bunganya berada di posisi 13,7% sejak tahun lalu, Meksiko di 11,25% juga sudah pada posisi ini sejak akhir tahun 2022. Afrika Selatan juga mengejar di posisi 8,25%.
&quot;Jadi dalam hal ini, Indonesia di policy rate 5,75% karena inflasi kita relatif cukup moderat di 3,3%. Inflasi kita menunjukkan level yang cukup baik, ini karena volatile foods agak mengalami kenaikan di 2,4% dan administered prices (harga yang diatur pemerintah) terkoreksi,&quot; papar Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
