<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>72,5% dari Target, Sri Mulyani Kantongi Penerimaan Pajak Rp1.246,7 Triliun</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengantongi penerimaan pajak  mencapai Rp1.246,7 triliun dalam periode Januari-Agustus 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886733/72-5-dari-target-sri-mulyani-kantongi-penerimaan-pajak-rp1-246-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886733/72-5-dari-target-sri-mulyani-kantongi-penerimaan-pajak-rp1-246-7-triliun"/><item><title>72,5% dari Target, Sri Mulyani Kantongi Penerimaan Pajak Rp1.246,7 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886733/72-5-dari-target-sri-mulyani-kantongi-penerimaan-pajak-rp1-246-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/20/320/2886733/72-5-dari-target-sri-mulyani-kantongi-penerimaan-pajak-rp1-246-7-triliun</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 20:44 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/20/320/2886733/72-5-dari-target-sri-mulyani-kantongi-penerimaan-pajak-rp1-246-7-triliun-Nyad09thB8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani catat realisasi penerimaan pajak (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/20/320/2886733/72-5-dari-target-sri-mulyani-kantongi-penerimaan-pajak-rp1-246-7-triliun-Nyad09thB8.jpg</image><title>Sri Mulyani catat realisasi penerimaan pajak (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xOC8xLzE2ODE5Mi81L3g4bWx6Nzc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengantongi penerimaan pajak mencapai Rp1.246,7 triliun dalam periode Januari-Agustus 2023. Realisasi penerimaan pajak memenuhi porsi 72,58% dari target.
Secara year-on-year (yoy), penerimaan pajak ini tumbuh 6,4% dibandingkan periode Januari-Agustus 2022.

BACA JUGA:
Menko Luhut Bakal Buat Aturan Pajak Ekspor Kadar Nikel


&quot;Kinerja penerimaan pajak melambat dengan pertumbuhan single digit,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi September 2023 secara virtual di Jakarta, Rabu (20/9/2023).
Adapun penerimaan pajak ini terdiri dari PPh non migas Rp708,23 triliun atau 81,07% dari target, tumbuh 7,06%. Kemudian penerimaan PPN dan PPnBM sebesar Rp447,58 triliun atau 64,28% dari target, tumbuh 8,14%.

BACA JUGA:
Wamenkeu Sebut Pajak Karbon Bukan Hanya Cari Penerimaan Negara


&quot;Penerimaan PPh migas mencapai Rp49,51%, atau 80,59% dari target, menurun 10,58%,&quot; ungkap Sri.
Sementara itu, penerimaan PBB dan pajak lainnya sebesar Rp11,64 triliun atau 29,10% dari target, turun 12,01%. Sri menjelaskan, penerimaan pajak Januari-Agustus 2023 tumbuh positif terutama didukung kinerja kegiatan ekonomi yang baik.
&quot;PBB dan pajak lainnya terkontraksi akibat pergeseran pembayaran PBB  migas, sedangkan PPh migas mengalami terkontraksi sebagai dampak  moderasi harga minyak bumi,&quot; tambah Sri.
Dia pun menambahkan, kinerja penerimaan pajak ini melambat  dibandingkan tahun sebelumnya terutama disebabkan penurunan signifikan  harga komoditas, penurunan nilai impor, dan tidak berulangnya kebijakan  PPS.
&quot;Ke depannya, penerimaan pajak akan mengikuti fluktuasi variabel  ekonomi makro, terutama harga komoditas, konsumsi dalam negeri, belanja  pemerintah, aktivitas impor, dan variabel lainnya,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xOC8xLzE2ODE5Mi81L3g4bWx6Nzc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengantongi penerimaan pajak mencapai Rp1.246,7 triliun dalam periode Januari-Agustus 2023. Realisasi penerimaan pajak memenuhi porsi 72,58% dari target.
Secara year-on-year (yoy), penerimaan pajak ini tumbuh 6,4% dibandingkan periode Januari-Agustus 2022.

BACA JUGA:
Menko Luhut Bakal Buat Aturan Pajak Ekspor Kadar Nikel


&quot;Kinerja penerimaan pajak melambat dengan pertumbuhan single digit,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi September 2023 secara virtual di Jakarta, Rabu (20/9/2023).
Adapun penerimaan pajak ini terdiri dari PPh non migas Rp708,23 triliun atau 81,07% dari target, tumbuh 7,06%. Kemudian penerimaan PPN dan PPnBM sebesar Rp447,58 triliun atau 64,28% dari target, tumbuh 8,14%.

BACA JUGA:
Wamenkeu Sebut Pajak Karbon Bukan Hanya Cari Penerimaan Negara


&quot;Penerimaan PPh migas mencapai Rp49,51%, atau 80,59% dari target, menurun 10,58%,&quot; ungkap Sri.
Sementara itu, penerimaan PBB dan pajak lainnya sebesar Rp11,64 triliun atau 29,10% dari target, turun 12,01%. Sri menjelaskan, penerimaan pajak Januari-Agustus 2023 tumbuh positif terutama didukung kinerja kegiatan ekonomi yang baik.
&quot;PBB dan pajak lainnya terkontraksi akibat pergeseran pembayaran PBB  migas, sedangkan PPh migas mengalami terkontraksi sebagai dampak  moderasi harga minyak bumi,&quot; tambah Sri.
Dia pun menambahkan, kinerja penerimaan pajak ini melambat  dibandingkan tahun sebelumnya terutama disebabkan penurunan signifikan  harga komoditas, penurunan nilai impor, dan tidak berulangnya kebijakan  PPS.
&quot;Ke depannya, penerimaan pajak akan mengikuti fluktuasi variabel  ekonomi makro, terutama harga komoditas, konsumsi dalam negeri, belanja  pemerintah, aktivitas impor, dan variabel lainnya,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
