<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UEA Siap Perluas Investasi ke RI, Ini Daftar Sektornya</title><description>UEA perluas kerja sama dengan Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887114/uea-siap-perluas-investasi-ke-ri-ini-daftar-sektornya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887114/uea-siap-perluas-investasi-ke-ri-ini-daftar-sektornya"/><item><title>UEA Siap Perluas Investasi ke RI, Ini Daftar Sektornya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887114/uea-siap-perluas-investasi-ke-ri-ini-daftar-sektornya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887114/uea-siap-perluas-investasi-ke-ri-ini-daftar-sektornya</guid><pubDate>Kamis 21 September 2023 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887114/uea-siap-perluas-investasi-ke-ri-ini-daftar-sektornya-rtKyPc5zeN.JPG" expression="full" type="image/jpeg">UEA perluas investasi di Indonesia. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887114/uea-siap-perluas-investasi-ke-ri-ini-daftar-sektornya-rtKyPc5zeN.JPG</image><title>UEA perluas investasi di Indonesia. (Foto: MPI)</title></images><description>
JAKARTA - Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia dan ASEAN H.E Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan bidang kerja sama yang dijalin dengan Indonesia makin meluas.
Tidak lagi menggarap sektor-sektor tradisional seperti minyak, gas, penerbangan, dan pelabuhan, tapi mulai merambah ke sektor lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

RI, China hingga UEA Kumpul Bahas Dekarbonisasi di Dunia Kapal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Abdulla menjelaskan saat ini UEA mulai meliriik potensi Investasi di sektor lain, misalnya energi terbarukan, manufaktur militer, kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, infrastruktur, mangrove, pendidikan digital, pariwisata, ekonomi kreatif, dan urusan agama.
&quot;Tren yang paling menonjol dan menggembirakan dalam hubungan UEA-Indonesia adalah bahwa kerja sama kita telah berkembang melampaui sektor-sektor tradisional,&quot; ujar Abdulla dalam sambutannya pada acara UEA - Indonesia Economic Business Forum 2023 di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

BACA JUGA:
Usai Kalahkan UEA, Timnas Basket Indonesia Pede Raih Kemenangan Lawan Suriah

Pada kesempatan tersebut, Abdulla juga menjelaskan bahwa Indonesia dengan UEA juga telah menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada awal September lalu. Hal tersebut diharapkan makin mempererat kerjasama ekonomi antar dua negara.Menurutnya CEPA merupakan langkah maju yang menjanjikan untuk mewujudkan era baru kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara. CEPA UEA-Indonesia menghapus atau mengurangi tarif terhadap sejumlah besar barang, dan menghilangkan hambatan perdagangan yang tidak perlu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Usai Kalahkan UEA di Indonesia Arena, Timnas Basket Indonesia Dipuji Pelatih Lawan

Selain itu, CEPA menetapkan jalur investasi pada sektor-sektor prioritas seperti logistik, energi, produksi pangan, fintech, e-commerce, serta perjalanan dan pariwisata.
&quot;Kita perlu memanfaatkan perkembangan positif ini dengan mengupayakan perdagangan dua arah yang seimbang dan pertukaran investasi timbal balik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh sektor swasta,&quot; sambungnya.
Abdulla menceritakan kunjungan Yang Mulia Syeikh Muhammad bin Zayed AlNahyan, Presiden Uni Emirat Arab, ke Republik Indonesia pada bulan Juli 2019 menjadi titik balik dan tonggak sejarah dalam jalur hubungan bilateral UEA-Indonesia.
Kunjungan tersebut menurutnya telah membuka lebih banyak komunikasi di tingkat tertinggi, dan diikuti dengan pertukaran kunjungan tingkat tinggi termasuk kunjungan Presiden Joko Widodo ke UEA pada bulan Januari 2020, November 2021, dan Juli 2022, serta dilanjutkan dengan kunjungan Yang Mulia Presiden Uni Emirat Arab, ke Republik Indonesia pada bulan November 2022.</description><content:encoded>
JAKARTA - Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia dan ASEAN H.E Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan bidang kerja sama yang dijalin dengan Indonesia makin meluas.
Tidak lagi menggarap sektor-sektor tradisional seperti minyak, gas, penerbangan, dan pelabuhan, tapi mulai merambah ke sektor lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

RI, China hingga UEA Kumpul Bahas Dekarbonisasi di Dunia Kapal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Abdulla menjelaskan saat ini UEA mulai meliriik potensi Investasi di sektor lain, misalnya energi terbarukan, manufaktur militer, kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, infrastruktur, mangrove, pendidikan digital, pariwisata, ekonomi kreatif, dan urusan agama.
&quot;Tren yang paling menonjol dan menggembirakan dalam hubungan UEA-Indonesia adalah bahwa kerja sama kita telah berkembang melampaui sektor-sektor tradisional,&quot; ujar Abdulla dalam sambutannya pada acara UEA - Indonesia Economic Business Forum 2023 di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

BACA JUGA:
Usai Kalahkan UEA, Timnas Basket Indonesia Pede Raih Kemenangan Lawan Suriah

Pada kesempatan tersebut, Abdulla juga menjelaskan bahwa Indonesia dengan UEA juga telah menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada awal September lalu. Hal tersebut diharapkan makin mempererat kerjasama ekonomi antar dua negara.Menurutnya CEPA merupakan langkah maju yang menjanjikan untuk mewujudkan era baru kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara. CEPA UEA-Indonesia menghapus atau mengurangi tarif terhadap sejumlah besar barang, dan menghilangkan hambatan perdagangan yang tidak perlu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Usai Kalahkan UEA di Indonesia Arena, Timnas Basket Indonesia Dipuji Pelatih Lawan

Selain itu, CEPA menetapkan jalur investasi pada sektor-sektor prioritas seperti logistik, energi, produksi pangan, fintech, e-commerce, serta perjalanan dan pariwisata.
&quot;Kita perlu memanfaatkan perkembangan positif ini dengan mengupayakan perdagangan dua arah yang seimbang dan pertukaran investasi timbal balik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh sektor swasta,&quot; sambungnya.
Abdulla menceritakan kunjungan Yang Mulia Syeikh Muhammad bin Zayed AlNahyan, Presiden Uni Emirat Arab, ke Republik Indonesia pada bulan Juli 2019 menjadi titik balik dan tonggak sejarah dalam jalur hubungan bilateral UEA-Indonesia.
Kunjungan tersebut menurutnya telah membuka lebih banyak komunikasi di tingkat tertinggi, dan diikuti dengan pertukaran kunjungan tingkat tinggi termasuk kunjungan Presiden Joko Widodo ke UEA pada bulan Januari 2020, November 2021, dan Juli 2022, serta dilanjutkan dengan kunjungan Yang Mulia Presiden Uni Emirat Arab, ke Republik Indonesia pada bulan November 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
