<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%</title><description>Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887160/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887160/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75"/><item><title>Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887160/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887160/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75</guid><pubDate>Kamis 21 September 2023 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887160/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75-Pr9HzGgjZL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%. (foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887160/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75-Pr9HzGgjZL.jpg</image><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%. (foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%. Hal ini merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 20 dan 21 September 2023
Untuk suku bunga Deposit Facility tetap sebesar level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,5%.

BACA JUGA:
IHSG Ditutup Melemah ke 6.899 Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan mempertahankan suku bunga BI7DRR sebesar 5,75% ini konsisten  dengan kebijakan moneter yang preemptive dan forward looking.
Keputusan ini diambil dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.

BACA JUGA:
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 5,75%! Ini Alasannya

&quot;Suku bunga 5,75% ini untuk memastikan inflasi inti tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3&amp;plusmn;1% pada tahun 2023 dan menurun menjadi 2,5&amp;plusmn;1% pada tahun 2024,&quot;  ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/9/2023).
Fokus kebijakan moneter akan diarahkan pada penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah dan memitigasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global.&quot;Kebijakan insentif likuiditas makroprudensial tetap diperkuat untuk mendorong kredit pembiayaan dengan fokus hilirisasi, perumahan, pariwisata, dan pembiayaan inklusif dan hijau. KILM ini akan berlaku efektif sejak 1 Oktober 2023,&quot; ungkap Perry.
Demikian pula digitalisasi sistem pembayaran juga terus didorong untuk perluasan inklusi ekonomi dan keuangan digital termasuk digitalisasi transaksi keuangan pemerintah pusat dan daerah.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%. Hal ini merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 20 dan 21 September 2023
Untuk suku bunga Deposit Facility tetap sebesar level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,5%.

BACA JUGA:
IHSG Ditutup Melemah ke 6.899 Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan mempertahankan suku bunga BI7DRR sebesar 5,75% ini konsisten  dengan kebijakan moneter yang preemptive dan forward looking.
Keputusan ini diambil dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.

BACA JUGA:
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 5,75%! Ini Alasannya

&quot;Suku bunga 5,75% ini untuk memastikan inflasi inti tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3&amp;plusmn;1% pada tahun 2023 dan menurun menjadi 2,5&amp;plusmn;1% pada tahun 2024,&quot;  ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/9/2023).
Fokus kebijakan moneter akan diarahkan pada penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah dan memitigasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global.&quot;Kebijakan insentif likuiditas makroprudensial tetap diperkuat untuk mendorong kredit pembiayaan dengan fokus hilirisasi, perumahan, pariwisata, dan pembiayaan inklusif dan hijau. KILM ini akan berlaku efektif sejak 1 Oktober 2023,&quot; ungkap Perry.
Demikian pula digitalisasi sistem pembayaran juga terus didorong untuk perluasan inklusi ekonomi dan keuangan digital termasuk digitalisasi transaksi keuangan pemerintah pusat dan daerah.</content:encoded></item></channel></rss>
