<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Tawarkan Investor UEA Investasi EBT Rp1.200 Triliun</title><description>Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada banyak sektor potensial yang bisa digarap oleh investor dari UEA di sektor EBT.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887191/menko-luhut-tawarkan-investor-uea-investasi-ebt-rp1-200-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887191/menko-luhut-tawarkan-investor-uea-investasi-ebt-rp1-200-triliun"/><item><title>Menko Luhut Tawarkan Investor UEA Investasi EBT Rp1.200 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887191/menko-luhut-tawarkan-investor-uea-investasi-ebt-rp1-200-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887191/menko-luhut-tawarkan-investor-uea-investasi-ebt-rp1-200-triliun</guid><pubDate>Kamis 21 September 2023 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887191/menko-luhut-tawarkan-investor-uea-investasi-ebt-rp1-200-triliun-6TJB3UzOza.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Binsar Pandjaitan bahas investasi UEA di Indonesia. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887191/menko-luhut-tawarkan-investor-uea-investasi-ebt-rp1-200-triliun-6TJB3UzOza.JPG</image><title>Menko Luhut Binsar Pandjaitan bahas investasi UEA di Indonesia. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xLzE3MDg1My81L3g4bzY5bXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada banyak sektor potensial yang bisa digarap oleh investor dari Uni Emirates Arab (UEA) di sektor energi baru terbarukan (EBT).

Luhut mengatakan Indonesia setidaknya punya petensi untuk pengembangan renewable energy sebesar 60 GW (Giga Watt) dengan nilai investasi sekitar USD80 miliar atau sekitar Rp1.200 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

UEA Siap Perluas Investasi ke RI, Ini Daftar Sektornya

&quot;Jadi sangat luas (potensi investasi) yaitu renewable energy ada 60 GW potensial clean energy kira-kira hampir USd80 miliar,&quot; ujar Luhut usai acara UEA - Indonesia Economic Business Forum 2023 di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Pada kesempatan tersebut, Luhut juga menjelaskan bahwa Indonesia telah resmi menjalin kerja sama dengan Arab Saudi di bidang Pertanahan.

Adapun bentuk kerja sama yang dijalin soal perawatan mesin-mesin pesawat terbang yang dimiliki Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dijuluki Kokain Orang Miskin, UEA Sita 13 Ton Pil Amfetamin Senilai Rp15 Triliun

&quot;Jadi kalian semua, para investor di sini, bisa melihat potensi-potensi investasi di Indonesia ini,&quot; sambungnya.

Nantinya Luhut akan membentuk semacam tim satuan tugas yang bakal spesifik menangani potensi-potensi kerjasama dari Arab Saudi.

Sehingga pemerintah bisa lebih fokus untuk menangani investasi dari Arab Saudi.

&quot;Nanti tentu kita lihat dari teamwork, jadi kami bentuk taskforcenya itu untuk mulai kerja minggu ini selama 10 hari, sesudah itu melaporkan ke kami, dan nanti kita akan bicarakan pada high level dan kemudian kita laporkan ke Presiden,&quot; lanjut Luhut.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

RI, China hingga UEA Kumpul Bahas Dekarbonisasi di Dunia Kapal&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Luhut menambahkan, saat ini Indonesia sudah punya hubungan baik dengan UEA yang berdampak positif dalam iklim investasi UEA ke Indonesia.



Hal itu tidak lepas dari hubungan yang dimiliki oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Uni Emirat Arab, Syeikh Muhammad bin Zayed Al Nahyan.



&quot;Tapi pada dasarnya kerjasama dengan pemerintah UAE karena hubungan Presiden Jokowi dengan presiden Ahmed bon Zayed begitu bagus, dan mereka juga sangat expert dalam banyak hal, dan collaboration di kita,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xLzE3MDg1My81L3g4bzY5bXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada banyak sektor potensial yang bisa digarap oleh investor dari Uni Emirates Arab (UEA) di sektor energi baru terbarukan (EBT).

Luhut mengatakan Indonesia setidaknya punya petensi untuk pengembangan renewable energy sebesar 60 GW (Giga Watt) dengan nilai investasi sekitar USD80 miliar atau sekitar Rp1.200 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

UEA Siap Perluas Investasi ke RI, Ini Daftar Sektornya

&quot;Jadi sangat luas (potensi investasi) yaitu renewable energy ada 60 GW potensial clean energy kira-kira hampir USd80 miliar,&quot; ujar Luhut usai acara UEA - Indonesia Economic Business Forum 2023 di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Pada kesempatan tersebut, Luhut juga menjelaskan bahwa Indonesia telah resmi menjalin kerja sama dengan Arab Saudi di bidang Pertanahan.

Adapun bentuk kerja sama yang dijalin soal perawatan mesin-mesin pesawat terbang yang dimiliki Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dijuluki Kokain Orang Miskin, UEA Sita 13 Ton Pil Amfetamin Senilai Rp15 Triliun

&quot;Jadi kalian semua, para investor di sini, bisa melihat potensi-potensi investasi di Indonesia ini,&quot; sambungnya.

Nantinya Luhut akan membentuk semacam tim satuan tugas yang bakal spesifik menangani potensi-potensi kerjasama dari Arab Saudi.

Sehingga pemerintah bisa lebih fokus untuk menangani investasi dari Arab Saudi.

&quot;Nanti tentu kita lihat dari teamwork, jadi kami bentuk taskforcenya itu untuk mulai kerja minggu ini selama 10 hari, sesudah itu melaporkan ke kami, dan nanti kita akan bicarakan pada high level dan kemudian kita laporkan ke Presiden,&quot; lanjut Luhut.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

RI, China hingga UEA Kumpul Bahas Dekarbonisasi di Dunia Kapal&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Luhut menambahkan, saat ini Indonesia sudah punya hubungan baik dengan UEA yang berdampak positif dalam iklim investasi UEA ke Indonesia.



Hal itu tidak lepas dari hubungan yang dimiliki oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Uni Emirat Arab, Syeikh Muhammad bin Zayed Al Nahyan.



&quot;Tapi pada dasarnya kerjasama dengan pemerintah UAE karena hubungan Presiden Jokowi dengan presiden Ahmed bon Zayed begitu bagus, dan mereka juga sangat expert dalam banyak hal, dan collaboration di kita,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
