<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sekuritas Rupiah BI Diminati Pasar, Penawarannya Tembus Rp15,6 Triliun</title><description>Bank Indonesia (BI) melakukan inovasi kebijakan moneter termasuk untuk memastikan inflasi terkendali dan nilai tukar Rupiah tetap stabil.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887199/sekuritas-rupiah-bi-diminati-pasar-penawarannya-tembus-rp15-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887199/sekuritas-rupiah-bi-diminati-pasar-penawarannya-tembus-rp15-6-triliun"/><item><title>Sekuritas Rupiah BI Diminati Pasar, Penawarannya Tembus Rp15,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887199/sekuritas-rupiah-bi-diminati-pasar-penawarannya-tembus-rp15-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887199/sekuritas-rupiah-bi-diminati-pasar-penawarannya-tembus-rp15-6-triliun</guid><pubDate>Kamis 21 September 2023 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887199/sekuritas-rupiah-bi-diminati-pasar-penawarannya-tembus-rp15-6-triliun-jSTMZTGsGd.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sekuritas Rupiah BI diminati pasar. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887199/sekuritas-rupiah-bi-diminati-pasar-penawarannya-tembus-rp15-6-triliun-jSTMZTGsGd.JPG</image><title>Sekuritas Rupiah BI diminati pasar. (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan inovasi kebijakan moneter termasuk untuk memastikan inflasi terkendali dan nilai tukar Rupiah tetap stabil.

Dalam kaitan ini, Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan bahwa kebijakan suku bunga diperkuat dengan penerbitan instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang pro-market dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ada Uang Mutilasi, Bank Indonesia: Itu Kriminal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Instrumen ini mendukung upaya menarik portfolio inflows, serta untuk optimalisasi aset SBN yang dimiliki Bank Indonesia sebagai underlying,&quot; ujar Perry dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Dia menyebut bahwa pasar menyambut baik penerbitan SRBI ini. Hal ini tercermin pada tingginya penawaran dibandingkan dengan target (oversubcribed) dalam dua kali lelang SRBI pada September 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Satgas BLBI Sita Aset Gedung Tamara Sudirman Milik Obligor Bank Indonesia Raya

&quot;Pada lelang perdana tanggal 15 September 2023, terdapat penawaran sebesar Rp29,9 triliun atau 4,2 kali dari target lelang Rp7 triliun,&quot; ucap Perry.

Selanjutnya pada lelang kedua pada tanggal 20 September 2023 dengan target Rp5 triliun terdapat penawaran yang masuk 3,12 kali lipat atau sebesar Rp15,6 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perdagangan BEI dan Layanan Bank Indonesia Besok Libur, Berikut Jadwal Lengkapnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;



&quot;Jadi ini minat pasar terlihat sangat tinggi ya untuk SRBI, sampai kita sebut ini oversubscribed,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan inovasi kebijakan moneter termasuk untuk memastikan inflasi terkendali dan nilai tukar Rupiah tetap stabil.

Dalam kaitan ini, Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan bahwa kebijakan suku bunga diperkuat dengan penerbitan instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang pro-market dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ada Uang Mutilasi, Bank Indonesia: Itu Kriminal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Instrumen ini mendukung upaya menarik portfolio inflows, serta untuk optimalisasi aset SBN yang dimiliki Bank Indonesia sebagai underlying,&quot; ujar Perry dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Dia menyebut bahwa pasar menyambut baik penerbitan SRBI ini. Hal ini tercermin pada tingginya penawaran dibandingkan dengan target (oversubcribed) dalam dua kali lelang SRBI pada September 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Satgas BLBI Sita Aset Gedung Tamara Sudirman Milik Obligor Bank Indonesia Raya

&quot;Pada lelang perdana tanggal 15 September 2023, terdapat penawaran sebesar Rp29,9 triliun atau 4,2 kali dari target lelang Rp7 triliun,&quot; ucap Perry.

Selanjutnya pada lelang kedua pada tanggal 20 September 2023 dengan target Rp5 triliun terdapat penawaran yang masuk 3,12 kali lipat atau sebesar Rp15,6 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perdagangan BEI dan Layanan Bank Indonesia Besok Libur, Berikut Jadwal Lengkapnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;



&quot;Jadi ini minat pasar terlihat sangat tinggi ya untuk SRBI, sampai kita sebut ini oversubscribed,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
