<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Prediksi Suku Bunga The Fed Bakal Naik pada Awal November 2023</title><description>Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa suku bunga The Federal Reserve (The Fed) atau Fed Funds Rate (FFR) akan naik sekali lagi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887207/bi-prediksi-suku-bunga-the-fed-bakal-naik-pada-awal-november-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887207/bi-prediksi-suku-bunga-the-fed-bakal-naik-pada-awal-november-2023"/><item><title>BI Prediksi Suku Bunga The Fed Bakal Naik pada Awal November 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887207/bi-prediksi-suku-bunga-the-fed-bakal-naik-pada-awal-november-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887207/bi-prediksi-suku-bunga-the-fed-bakal-naik-pada-awal-november-2023</guid><pubDate>Kamis 21 September 2023 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887207/bi-prediksi-suku-bunga-the-fed-bakal-naik-pada-awal-november-2023-v3UBoK5o3l.JPG" expression="full" type="image/jpeg">BI Prediksi The Fed bakal naikkan suku bunga sekali lagi. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887207/bi-prediksi-suku-bunga-the-fed-bakal-naik-pada-awal-november-2023-v3UBoK5o3l.JPG</image><title>BI Prediksi The Fed bakal naikkan suku bunga sekali lagi. (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa suku bunga The Federal Reserve (The Fed) atau Fed Funds Rate (FFR) akan naik sekali lagi di awal November 2023.

&quot;Ini (sifatnya) data dependent,  tapi probabilitasnya ini kenaikan yang terakhir di awal November nanti,&quot; ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo  dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (21/9/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%

Hanya saja, dia memastikan bahwa BI setiap bulan mereview, baik dari pernyataan The Fed dan perkiraan mengenai inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (AS).

&quot;Sesuai pernyataan The Fed, (suku bunganya) akan naik sekali lagi, baru akan di-hold selama beberapa waktu,&quot; ucap Perry.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tahan Suku Bunga Acuan 5,75%, BI Fokus ke Inflasi dan Rupiah

Sehingga, situasi higher for longer menurut Perry akan terus berlanjut sampai 2024, khususnya di paruh pertama 2024.

Maka dari itu, ketidakpastian pasar keuangan global juga akan meningkat.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sekuritas Rupiah BI Diminati Pasar, Penawarannya Tembus Rp15,6 Triliun


&quot;Itu juga kelihatan dari indeks mata uang dolar AS (USD) terhadap mata uang lainnya atau indeks DXY terus menguat diatas 105,4, bahkan ada yang mengatakan bisa tembus 106,&quot; tambah Perry.



Dia menekankan bahwa hal ini sekali lagi berarti ketidakpastian pasar keuangan global meningkat, ekonomi AS masih kuat, inflasi AS turun tapi memang lambat, dan itu yang kemudian juga membuat dolar AS sangat kuat.



&quot;Di Eropa, setelah kenaikan kemarin, Eropa (suku bunganya) kemungkinan akan hold. Inflasinya turun tapi ekonominya melambat,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa suku bunga The Federal Reserve (The Fed) atau Fed Funds Rate (FFR) akan naik sekali lagi di awal November 2023.

&quot;Ini (sifatnya) data dependent,  tapi probabilitasnya ini kenaikan yang terakhir di awal November nanti,&quot; ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo  dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (21/9/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%

Hanya saja, dia memastikan bahwa BI setiap bulan mereview, baik dari pernyataan The Fed dan perkiraan mengenai inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (AS).

&quot;Sesuai pernyataan The Fed, (suku bunganya) akan naik sekali lagi, baru akan di-hold selama beberapa waktu,&quot; ucap Perry.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tahan Suku Bunga Acuan 5,75%, BI Fokus ke Inflasi dan Rupiah

Sehingga, situasi higher for longer menurut Perry akan terus berlanjut sampai 2024, khususnya di paruh pertama 2024.

Maka dari itu, ketidakpastian pasar keuangan global juga akan meningkat.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sekuritas Rupiah BI Diminati Pasar, Penawarannya Tembus Rp15,6 Triliun


&quot;Itu juga kelihatan dari indeks mata uang dolar AS (USD) terhadap mata uang lainnya atau indeks DXY terus menguat diatas 105,4, bahkan ada yang mengatakan bisa tembus 106,&quot; tambah Perry.



Dia menekankan bahwa hal ini sekali lagi berarti ketidakpastian pasar keuangan global meningkat, ekonomi AS masih kuat, inflasi AS turun tapi memang lambat, dan itu yang kemudian juga membuat dolar AS sangat kuat.



&quot;Di Eropa, setelah kenaikan kemarin, Eropa (suku bunganya) kemungkinan akan hold. Inflasinya turun tapi ekonominya melambat,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
