<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Bentuk Satgas Urus Investasi dari UEA</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan membentuk satgas khusus yang akan diberi tugas menangani Investasi dari Uni Emirates Arab.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887381/menko-luhut-bentuk-satgas-urus-investasi-dari-uea</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887381/menko-luhut-bentuk-satgas-urus-investasi-dari-uea"/><item><title>Menko Luhut Bentuk Satgas Urus Investasi dari UEA</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887381/menko-luhut-bentuk-satgas-urus-investasi-dari-uea</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887381/menko-luhut-bentuk-satgas-urus-investasi-dari-uea</guid><pubDate>Kamis 21 September 2023 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887381/menko-luhut-bentuk-satgas-urus-investasi-dari-uea-8pECUK6gGn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut bentuk satgas urusi investasi UEA (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887381/menko-luhut-bentuk-satgas-urus-investasi-dari-uea-8pECUK6gGn.jpg</image><title>Luhut bentuk satgas urusi investasi UEA (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xLzE3MDg1My81L3g4bzY5bXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membentuk satgas khusus yang akan diberi tugas menangani investasi dari Uni Emirates Arab.
&quot;Kami sepakat untuk membentuk satuan tugas dan kami memberi mereka waktu sepuluh hari untuk membahas delapan potensi pembangunan mulai dari kilang hingga mempercepat pengembangan energi terbarukan,&quot; ujar Luhut dalam acara UEA - Indonesia Economic Business Forum 2023 di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

BACA JUGA:
Menko Luhut: Investasi Tak Boleh Berhenti karena Pemilu


Luhut menjelaskan setidaknya ada 8 potensi investasi yang saat ini tengah dikejar Pemerintah kepada UEA. Seperti konstruksi kilang minyak, akselerasi energi terbarukan, Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pengembangan pelabuhan serta maintenance, repair, and operation (MRO).
Selain itu ada sektor yang menurut juga cukup potensial untuk digarap bersama UEA, seperti sektor pertahanan nasional dan satelit, pengembangan pengendalian perubahan iklim, sejumlah proyek hilirisasi hingga ketahanan pangan dan energi.

BACA JUGA:
Menko Luhut Tawarkan Investor UEA Investasi EBT Rp1.200 Triliun


&quot;Jadi kalian semua, para investor di sini, bisa melihat potensi ini dan juga Ibu Kota Baru Nusantara yang sedang dikembangkan, dan nusantara yang menampung energi terbarukan dan bandara pelabuhan EV,&quot; kata Luhut.
Lebih jauh Luhut menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk menggarap potensi energi baru terbarukan. Bahkan di proyeksikan Indonesia bisa menghasilkan setidaknya 60 giga Watt energi bersih. Adapun kebutuhan investasi di sektor tersebut diproyeksikan mencapai USD80 miliar atau sekitar Rp1.200 triliun.
&quot;Jadi sangat luas, yaitu renewable Energy ada 60 GW potensial clean  Energy, kira-kira hampir US$80 miliar,&quot; sambung disela-sela acara.
Menurutnya UEA menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendapatkan  pendanaan untuk pembangunan lewat skema investasi. Oleh sebab itu  hubungan bilateral yang telah dibangun harus tetap diperkuat lewat  berbagai bidang kerjasama.
&quot;Dan UEA menjadi mitra dagang investor yang penting bagi Indonesia,  namun harus terus diperkuat. Pada dasarnya kerjasama dengan pemerintah  UAE karena hubungan Presiden Jokowi dengan presiden Ahmed bin Zayed  begitu bagus, dan mereka juga sangat expert dalam banyak hal, dan  collaboration di kita,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xLzE3MDg1My81L3g4bzY5bXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membentuk satgas khusus yang akan diberi tugas menangani investasi dari Uni Emirates Arab.
&quot;Kami sepakat untuk membentuk satuan tugas dan kami memberi mereka waktu sepuluh hari untuk membahas delapan potensi pembangunan mulai dari kilang hingga mempercepat pengembangan energi terbarukan,&quot; ujar Luhut dalam acara UEA - Indonesia Economic Business Forum 2023 di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

BACA JUGA:
Menko Luhut: Investasi Tak Boleh Berhenti karena Pemilu


Luhut menjelaskan setidaknya ada 8 potensi investasi yang saat ini tengah dikejar Pemerintah kepada UEA. Seperti konstruksi kilang minyak, akselerasi energi terbarukan, Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pengembangan pelabuhan serta maintenance, repair, and operation (MRO).
Selain itu ada sektor yang menurut juga cukup potensial untuk digarap bersama UEA, seperti sektor pertahanan nasional dan satelit, pengembangan pengendalian perubahan iklim, sejumlah proyek hilirisasi hingga ketahanan pangan dan energi.

BACA JUGA:
Menko Luhut Tawarkan Investor UEA Investasi EBT Rp1.200 Triliun


&quot;Jadi kalian semua, para investor di sini, bisa melihat potensi ini dan juga Ibu Kota Baru Nusantara yang sedang dikembangkan, dan nusantara yang menampung energi terbarukan dan bandara pelabuhan EV,&quot; kata Luhut.
Lebih jauh Luhut menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk menggarap potensi energi baru terbarukan. Bahkan di proyeksikan Indonesia bisa menghasilkan setidaknya 60 giga Watt energi bersih. Adapun kebutuhan investasi di sektor tersebut diproyeksikan mencapai USD80 miliar atau sekitar Rp1.200 triliun.
&quot;Jadi sangat luas, yaitu renewable Energy ada 60 GW potensial clean  Energy, kira-kira hampir US$80 miliar,&quot; sambung disela-sela acara.
Menurutnya UEA menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendapatkan  pendanaan untuk pembangunan lewat skema investasi. Oleh sebab itu  hubungan bilateral yang telah dibangun harus tetap diperkuat lewat  berbagai bidang kerjasama.
&quot;Dan UEA menjadi mitra dagang investor yang penting bagi Indonesia,  namun harus terus diperkuat. Pada dasarnya kerjasama dengan pemerintah  UAE karena hubungan Presiden Jokowi dengan presiden Ahmed bin Zayed  begitu bagus, dan mereka juga sangat expert dalam banyak hal, dan  collaboration di kita,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
