<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Happy Investor UEA Garap Proyek EBT di IKN Rp49,1 Triliun</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan gandeng investor dari Uni Emirate Arab untuk  membangun proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) di IKN Nusantara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887402/luhut-happy-investor-uea-garap-proyek-ebt-di-ikn-rp49-1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887402/luhut-happy-investor-uea-garap-proyek-ebt-di-ikn-rp49-1-triliun"/><item><title>Luhut Happy Investor UEA Garap Proyek EBT di IKN Rp49,1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887402/luhut-happy-investor-uea-garap-proyek-ebt-di-ikn-rp49-1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/320/2887402/luhut-happy-investor-uea-garap-proyek-ebt-di-ikn-rp49-1-triliun</guid><pubDate>Kamis 21 September 2023 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887402/luhut-happy-investor-uea-garap-proyek-ebt-di-ikn-rp49-1-triliun-xW1OkfdAx8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut happy kerjasama dengan UEA garap proyek EBT di IKN (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/21/320/2887402/luhut-happy-investor-uea-garap-proyek-ebt-di-ikn-rp49-1-triliun-xW1OkfdAx8.jpg</image><title>Luhut happy kerjasama dengan UEA garap proyek EBT di IKN (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xLzE3MDg1My81L3g4bzY5bXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan gandeng investor dari Uni Emirate Arab untuk membangun proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) di IKN Nusantara. Luhut menceritakan, beberapa waktu lalu Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirate Arab, Suhail Al Mazrouei sudah sempat mengunjungi IKN sekaligus melihat potensi yang bisa dikembangkan bersama Pemerintah Indonesia, salah satunya sektor EBT.
&quot;Jadi saya senang sekali kemarin Menteri Suhail bersama tim punya pengalaman melihat apa yang kita lakukan di sana. Dan Menteri Suhail mengingatkan saya, seperti tahun lalu, dia berkata kepada saya, saya agak ragu apakah kita bisa atau tidak (melakukan investasi),&quot; ujar Luhut dalam acara UEA - Indonesia Economic Business Forum 2023 di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

BACA JUGA:
Wih! Masyarakat Bisa Jelajahi IKN Nusantara Lewat Game 


Luhut mengungkapkan UEA berkomitmen untuk menanamkan modalnya untuk pengembangan sektor EBT di Tanah Air sebesar USD3,2 miliar atau sekitar Rp49,17 triliun.
&quot;Tapi hari ini, kemarin dia (Menteri Suhail) bilang ke saya, dengan investasi USD3,2 miliar dengan kapasitas ini dan katanya, sangat efisien dan sangat menjanjikan. Demikian saya ucapkan terima kasih atas komentarnya mengenai hal itu, Pak Suhail,&quot; sambung Luhut.

BACA JUGA:
Pengusaha Kazakhstan Siap Investasi di IKN Nusantara


Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono menambahkan lewat acara UEA - Indonesia Economic Business Forum 2023 itu, OIKN setidaknya mengantongi 2 LOI (letter of intent) baru dari UEA untuk pengembangan EBT.
&quot;Dari Uni Emirate Arab ini so far memang ada 2 (LOI) tapi dengan  forum ini dan kemarin menteri Suhail dan pak Menko Luhut sudah datang ke  IKN jadi kita harap akan menambah minat untuk menambah mereka  berpartisipasi berinvestasi di IKN nusantara,&quot; sambung Agung di  sela-sela Acara.
Agung memproyeksikan nilai investasi pengembangan EBT di IKN tembus  USD6 miliar atau Rp92 triliun. Nilai tersebut melihat proyeksi kebutuhan  energi di IKN yang mencapai 7 Giga Watt pada pemindahan tahap awal.
&quot;Tapi misalkan yang energi itu kan kalau kita hitung kita punya  kebutuhan sampai 7 gigawatt. Kalau 7 gigawatt mungkin bisa sampai USD6  miliar dari segi kebutuhan,&quot; pungkas Agung.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xLzE3MDg1My81L3g4bzY5bXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan gandeng investor dari Uni Emirate Arab untuk membangun proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) di IKN Nusantara. Luhut menceritakan, beberapa waktu lalu Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirate Arab, Suhail Al Mazrouei sudah sempat mengunjungi IKN sekaligus melihat potensi yang bisa dikembangkan bersama Pemerintah Indonesia, salah satunya sektor EBT.
&quot;Jadi saya senang sekali kemarin Menteri Suhail bersama tim punya pengalaman melihat apa yang kita lakukan di sana. Dan Menteri Suhail mengingatkan saya, seperti tahun lalu, dia berkata kepada saya, saya agak ragu apakah kita bisa atau tidak (melakukan investasi),&quot; ujar Luhut dalam acara UEA - Indonesia Economic Business Forum 2023 di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

BACA JUGA:
Wih! Masyarakat Bisa Jelajahi IKN Nusantara Lewat Game 


Luhut mengungkapkan UEA berkomitmen untuk menanamkan modalnya untuk pengembangan sektor EBT di Tanah Air sebesar USD3,2 miliar atau sekitar Rp49,17 triliun.
&quot;Tapi hari ini, kemarin dia (Menteri Suhail) bilang ke saya, dengan investasi USD3,2 miliar dengan kapasitas ini dan katanya, sangat efisien dan sangat menjanjikan. Demikian saya ucapkan terima kasih atas komentarnya mengenai hal itu, Pak Suhail,&quot; sambung Luhut.

BACA JUGA:
Pengusaha Kazakhstan Siap Investasi di IKN Nusantara


Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono menambahkan lewat acara UEA - Indonesia Economic Business Forum 2023 itu, OIKN setidaknya mengantongi 2 LOI (letter of intent) baru dari UEA untuk pengembangan EBT.
&quot;Dari Uni Emirate Arab ini so far memang ada 2 (LOI) tapi dengan  forum ini dan kemarin menteri Suhail dan pak Menko Luhut sudah datang ke  IKN jadi kita harap akan menambah minat untuk menambah mereka  berpartisipasi berinvestasi di IKN nusantara,&quot; sambung Agung di  sela-sela Acara.
Agung memproyeksikan nilai investasi pengembangan EBT di IKN tembus  USD6 miliar atau Rp92 triliun. Nilai tersebut melihat proyeksi kebutuhan  energi di IKN yang mencapai 7 Giga Watt pada pemindahan tahap awal.
&quot;Tapi misalkan yang energi itu kan kalau kita hitung kita punya  kebutuhan sampai 7 gigawatt. Kalau 7 gigawatt mungkin bisa sampai USD6  miliar dari segi kebutuhan,&quot; pungkas Agung.</content:encoded></item></channel></rss>
