<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pinjam Bank Susah, Mayoritas Modal UMKM dari Orangtua dan Mertua</title><description>Teten Masduki mengungkapkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih sulit mendapatkan akses pembiayaan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/455/2887032/pinjam-bank-susah-mayoritas-modal-umkm-dari-orangtua-dan-mertua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/455/2887032/pinjam-bank-susah-mayoritas-modal-umkm-dari-orangtua-dan-mertua"/><item><title>Pinjam Bank Susah, Mayoritas Modal UMKM dari Orangtua dan Mertua</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/455/2887032/pinjam-bank-susah-mayoritas-modal-umkm-dari-orangtua-dan-mertua</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/21/455/2887032/pinjam-bank-susah-mayoritas-modal-umkm-dari-orangtua-dan-mertua</guid><pubDate>Kamis 21 September 2023 11:49 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/21/455/2887032/pinjam-bank-susah-mayoritas-modal-umkm-dari-orangtua-dan-mertua-e4uvkuusBJ.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Modal UMKM Mayoritas Masih dari Pinjaman Orangtua dan Mertua. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/21/455/2887032/pinjam-bank-susah-mayoritas-modal-umkm-dari-orangtua-dan-mertua-e4uvkuusBJ.jfif</image><title>Modal UMKM Mayoritas Masih dari Pinjaman Orangtua dan Mertua. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengungkapkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih sulit mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), 69% pelaku UMKM masih membiayai usahanya dengan modal sendiri bahkan hingga pinjam modal ke orang tua hingga mertua.

BACA JUGA:
Sulit Bersaing dengan Produk Impor, Pemuda Perindo Minta Mendag dan Menkop Masifkan Pendampingan UMKM

&quot;BI mencatat 69% pelaku UMKM masih membiayai usahanya dengan modal sendiri, modal keluarga atau mertua, kalau kaya mertuanya,&quot; kata Teten saat menyampaikan sambutan di acara AFPI UMKM Digital Summit 2023 di Convention Hall Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (21/9/2023).
Menurutnya, perbankan masih menerapkan agunan untuk pencairan kredit usaha rakyat (KUR) bagi para pelaku UMKM. Perbankan sebaiknya mencontoh apa yang dilakukan oleh industri fintech yang menggunakan pendekatan credit skoring untuk penyaluran pinjaman.

BACA JUGA:
Upaya Partai Perindo Bantu UMKM Naik Kelas

&quot;145 negara sekarang sudah menerapkan credit scoring bukan lagi masih pendekatan kolateral, harus ada agunan dalam bentuk aset, dan lain sebagainya,&quot; ungkap Teten.
&quot;Konsep agunan juga berkembang bukan hanya aset, jadi kalau masih aset terus ya ini bank atau pegadaian ini. Numpuk-numpuk aset untuk apa kalau usahanya juga macet kan kreditnya juga macet,&quot; sambungnya.Oleh karena itu, Teten menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendorong para pelaku UMKM untuk go digital, terutama terkait dengan pencatatan keuangan, UMKM harus menggunakan aplikasi digital.
&quot;Sehingga nanti kalau dengan pendekatan credit scoring kesehatan usaha para pelaku UMKM track record digitalnya bisa di deteksi ya kira-kira seperti itu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengungkapkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih sulit mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), 69% pelaku UMKM masih membiayai usahanya dengan modal sendiri bahkan hingga pinjam modal ke orang tua hingga mertua.

BACA JUGA:
Sulit Bersaing dengan Produk Impor, Pemuda Perindo Minta Mendag dan Menkop Masifkan Pendampingan UMKM

&quot;BI mencatat 69% pelaku UMKM masih membiayai usahanya dengan modal sendiri, modal keluarga atau mertua, kalau kaya mertuanya,&quot; kata Teten saat menyampaikan sambutan di acara AFPI UMKM Digital Summit 2023 di Convention Hall Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (21/9/2023).
Menurutnya, perbankan masih menerapkan agunan untuk pencairan kredit usaha rakyat (KUR) bagi para pelaku UMKM. Perbankan sebaiknya mencontoh apa yang dilakukan oleh industri fintech yang menggunakan pendekatan credit skoring untuk penyaluran pinjaman.

BACA JUGA:
Upaya Partai Perindo Bantu UMKM Naik Kelas

&quot;145 negara sekarang sudah menerapkan credit scoring bukan lagi masih pendekatan kolateral, harus ada agunan dalam bentuk aset, dan lain sebagainya,&quot; ungkap Teten.
&quot;Konsep agunan juga berkembang bukan hanya aset, jadi kalau masih aset terus ya ini bank atau pegadaian ini. Numpuk-numpuk aset untuk apa kalau usahanya juga macet kan kreditnya juga macet,&quot; sambungnya.Oleh karena itu, Teten menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendorong para pelaku UMKM untuk go digital, terutama terkait dengan pencatatan keuangan, UMKM harus menggunakan aplikasi digital.
&quot;Sehingga nanti kalau dengan pendekatan credit scoring kesehatan usaha para pelaku UMKM track record digitalnya bisa di deteksi ya kira-kira seperti itu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
