<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nasabah Bunuh Diri Diteror Debt Collector, AdaKami Kumpulkan Data dan Informasi</title><description>AdaKami tengah mengumpulkan data dan informasi mengenai nasabah yang bunuh diri akibat diteror debt collector.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/22/320/2887739/nasabah-bunuh-diri-diteror-debt-collector-adakami-kumpulkan-data-dan-informasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/22/320/2887739/nasabah-bunuh-diri-diteror-debt-collector-adakami-kumpulkan-data-dan-informasi"/><item><title>Nasabah Bunuh Diri Diteror Debt Collector, AdaKami Kumpulkan Data dan Informasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/22/320/2887739/nasabah-bunuh-diri-diteror-debt-collector-adakami-kumpulkan-data-dan-informasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/22/320/2887739/nasabah-bunuh-diri-diteror-debt-collector-adakami-kumpulkan-data-dan-informasi</guid><pubDate>Jum'at 22 September 2023 12:20 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/22/320/2887739/nasabah-bunuh-diri-diteror-debt-collector-adakami-kumpulkan-data-dan-informasi-qwZwk6AlG8.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">AdaKami kumpulkan data nasabah yang viral bunuh diri (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/22/320/2887739/nasabah-bunuh-diri-diteror-debt-collector-adakami-kumpulkan-data-dan-informasi-qwZwk6AlG8.jpeg</image><title>AdaKami kumpulkan data nasabah yang viral bunuh diri (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS8xLzE2OTA2MC81L3g4bjU3amY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; AdaKami tengah mengumpulkan data dan informasi mengenai nasabah yang bunuh diri akibat diteror debt collector. Hingga kini, AdaKami belum bisa memastikan apakah yang viral di media sosial adalah nasabahnya.
&quot;Jika berita itu betul, kami berbelasungkawa terkait hal ini,&quot; ujar Direktur Utama AdaKami Bernardino Moningka Vega, Jumat (22/9/2023).

BACA JUGA:
Ternyata Ini Sosok Pemilik dan Pendiri Pinjol AdaKami


Dia melanjutkan, pihaknya memerlukan data diri korban mulai dari nama lengkap, nomor KTP, nomor ponsel, dan NIK. Hal ini penting untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Serta, untuk memastikan setiap aktivitas yang berjalan di platform AdaKami seusai dengan regulasi.
&quot;Sampai saat ini belum ada informasi tambahan dari yang menyebarkan informasi,&quot; ucap Bernardino saat konferensi pers di Manhattan Hotel, Jakarta.

BACA JUGA:
Kasus Viral Nasabah Pinjol Bunuh Diri, AdaKami Bisa Kena Pidana?


Lantaran belum mendapat bukti lengkap, pihak AdaKami meminta untuk dikirimkan data diri korban secara menyeluruh. Informasi terkait kasus ini dapat menghubungi melalui call center AdaKami.
&quot;Kami ingin tahu apakah betul yang di sosial media. Kita sudah reach  out, belum ada informasi tambahan. Kita sudah memasukkan laporan ke  pihak polisi untuk mengatakan bahwa kita support. Bahwa ada upaya  terkait dugaan hal ini,&quot; sambung Direktur Utama AdaKami yang akrab  disapa Dino.
&quot;Kalau ada yang mengetahui tolong dibagikan kepada kami,&quot; tegasnya.
Dino menambahkan, terkait berita yang tengah viral di media sosial.  AdaKami akan menindak tegas khususnya untuk pelaku yang tidak sesuai  regulator. Apabila terbukti akan diberi peringatan hingga pemutusan  hubungan kerja.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS8xLzE2OTA2MC81L3g4bjU3amY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; AdaKami tengah mengumpulkan data dan informasi mengenai nasabah yang bunuh diri akibat diteror debt collector. Hingga kini, AdaKami belum bisa memastikan apakah yang viral di media sosial adalah nasabahnya.
&quot;Jika berita itu betul, kami berbelasungkawa terkait hal ini,&quot; ujar Direktur Utama AdaKami Bernardino Moningka Vega, Jumat (22/9/2023).

BACA JUGA:
Ternyata Ini Sosok Pemilik dan Pendiri Pinjol AdaKami


Dia melanjutkan, pihaknya memerlukan data diri korban mulai dari nama lengkap, nomor KTP, nomor ponsel, dan NIK. Hal ini penting untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Serta, untuk memastikan setiap aktivitas yang berjalan di platform AdaKami seusai dengan regulasi.
&quot;Sampai saat ini belum ada informasi tambahan dari yang menyebarkan informasi,&quot; ucap Bernardino saat konferensi pers di Manhattan Hotel, Jakarta.

BACA JUGA:
Kasus Viral Nasabah Pinjol Bunuh Diri, AdaKami Bisa Kena Pidana?


Lantaran belum mendapat bukti lengkap, pihak AdaKami meminta untuk dikirimkan data diri korban secara menyeluruh. Informasi terkait kasus ini dapat menghubungi melalui call center AdaKami.
&quot;Kami ingin tahu apakah betul yang di sosial media. Kita sudah reach  out, belum ada informasi tambahan. Kita sudah memasukkan laporan ke  pihak polisi untuk mengatakan bahwa kita support. Bahwa ada upaya  terkait dugaan hal ini,&quot; sambung Direktur Utama AdaKami yang akrab  disapa Dino.
&quot;Kalau ada yang mengetahui tolong dibagikan kepada kami,&quot; tegasnya.
Dino menambahkan, terkait berita yang tengah viral di media sosial.  AdaKami akan menindak tegas khususnya untuk pelaku yang tidak sesuai  regulator. Apabila terbukti akan diberi peringatan hingga pemutusan  hubungan kerja.</content:encoded></item></channel></rss>
