<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Bahan Tekstil Pasar Tanah Abang Merosot, Pedagang: Sepi Pembeli Bikin Pusing</title><description>Pedagang bahan tekstil di Pasar Tanah Abang mengaku pusing lantaran sepinya pembeli.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/22/320/2888062/penjualan-bahan-tekstil-pasar-tanah-abang-merosot-pedagang-sepi-pembeli-bikin-pusing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/22/320/2888062/penjualan-bahan-tekstil-pasar-tanah-abang-merosot-pedagang-sepi-pembeli-bikin-pusing"/><item><title>Penjualan Bahan Tekstil Pasar Tanah Abang Merosot, Pedagang: Sepi Pembeli Bikin Pusing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/22/320/2888062/penjualan-bahan-tekstil-pasar-tanah-abang-merosot-pedagang-sepi-pembeli-bikin-pusing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/22/320/2888062/penjualan-bahan-tekstil-pasar-tanah-abang-merosot-pedagang-sepi-pembeli-bikin-pusing</guid><pubDate>Jum'at 22 September 2023 18:54 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/22/320/2888062/penjualan-bahan-tekstil-pasar-tanah-abang-merosot-pedagang-sepi-pembeli-bikin-pusing-wtv3yPI1id.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang pasar tanah abang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/22/320/2888062/penjualan-bahan-tekstil-pasar-tanah-abang-merosot-pedagang-sepi-pembeli-bikin-pusing-wtv3yPI1id.jpg</image><title>Pedagang pasar tanah abang (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xLzE3MDg2OS81L3g4bzZlOXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pedagang bahan tekstil di Pasar Tanah Abang mengaku pusing lantaran sepinya pembeli. Hal ini berdampak pada penurunan penjualan para pedagang.
Penurunan itu tidak lepas dari dampak menjamurnya platform penjualan online saat ini. Dede (29), salah satu pedagang bahan tekstil di Pasar Tanah Abang, menjelaskan belakangan kondisi pasar tanah abang memang sepi dari pengunjung. Bahkan toko-toko di Pasar Tanah Abang yang biasanya menjual pakaian jadi kini banyak yang sudah mulai tutup karena sepinya pengunjung pasar tanah abang.

BACA JUGA:
Pedagang Pasar Tanah Abang Heran Barang di Tiktok Bisa Sangat Murah


&quot;Kondisi pasar sebulan belakangan ini bikin pusing, tidak ada pengunjung, sepi, makanya banyak pedagang yang tutup juga,&quot; ujar Dede saat ditemui MNC Portal di Pasar Tanah Abang, Jumat (22/9/2023).
Dede menilai kondisi sepinya Pasar Tanah Abang ini dipengaruhi karena merebaknya platform jualan online. Masyarakat mulai beralih melakukan transaksi online ketimbang datang langsung ke pasar. Sebab harga produk di platform online terkadang punya harga yang lebih murah dibandingkan dengan toko konvensional karena ada juga yang didatangkan dari luar negeri.

BACA JUGA:
Pedagang Pasar Tanah Abang Minta TikTok Shop Ditutup, Menteri Teten: Mana Bisa


&quot;Biasanya kan orang mencari di pasar pakaian jadi, produsen itu biasanya pesan ke kita ini. Karena permintaan pakaian jadi menurun, jadi kita juga berdampak,&quot; sambungnya.
Dede berharap kepada Pemerintah setidaknya bisa lebih mengontrol dan menperketat platform penjualan online. Terutama pada barang-barang impor yang masuk ke pasar domestik.
Sehingga permintaan produk dalam negeri bisa meningkat, akhirnya  orang-orang seperti Dede yang berjualan bahan baku tekstil di pasar  Tanah Abang juga bisa kembali meningkat.
&quot;Kita berharap agar online ini bisa diarahkan lagi, lebih diatur, dan  dibatasin. Harga di toko online juga jangan terlalu murah, kalau bisa  sama dengan harga pasar,&quot; harap Dede.
Kondisi sepinya pasar Tanah Abang ini juga di konfirmasi oleh Erna  (58) yang menjual ragam pakaian muslim di Blok F Pasar Tanah Abang. Erna  dengan kondisi pasar tanah abang seperti ini, dirinya paling hanya  mampu menjual pakaian sekitar 1-2 potong sehari.
&quot;Kondisi Pasar Tanah Abang jadi sepi sekali, sering orang tidak  laris, kondisi ini sudah 3 bulan lalu, sehari itu paling biasa sepotong  dua ptong,&quot; ujar Erna.
&quot;Online itu lebih murah lah. Kalau kita ini kan bikin (pakain)  sendiri juga. Kadang di online malah harganya di bawah modal kita coba.  Jadi orang yang tidak online paling beli 1-2 biji,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xLzE3MDg2OS81L3g4bzZlOXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pedagang bahan tekstil di Pasar Tanah Abang mengaku pusing lantaran sepinya pembeli. Hal ini berdampak pada penurunan penjualan para pedagang.
Penurunan itu tidak lepas dari dampak menjamurnya platform penjualan online saat ini. Dede (29), salah satu pedagang bahan tekstil di Pasar Tanah Abang, menjelaskan belakangan kondisi pasar tanah abang memang sepi dari pengunjung. Bahkan toko-toko di Pasar Tanah Abang yang biasanya menjual pakaian jadi kini banyak yang sudah mulai tutup karena sepinya pengunjung pasar tanah abang.

BACA JUGA:
Pedagang Pasar Tanah Abang Heran Barang di Tiktok Bisa Sangat Murah


&quot;Kondisi pasar sebulan belakangan ini bikin pusing, tidak ada pengunjung, sepi, makanya banyak pedagang yang tutup juga,&quot; ujar Dede saat ditemui MNC Portal di Pasar Tanah Abang, Jumat (22/9/2023).
Dede menilai kondisi sepinya Pasar Tanah Abang ini dipengaruhi karena merebaknya platform jualan online. Masyarakat mulai beralih melakukan transaksi online ketimbang datang langsung ke pasar. Sebab harga produk di platform online terkadang punya harga yang lebih murah dibandingkan dengan toko konvensional karena ada juga yang didatangkan dari luar negeri.

BACA JUGA:
Pedagang Pasar Tanah Abang Minta TikTok Shop Ditutup, Menteri Teten: Mana Bisa


&quot;Biasanya kan orang mencari di pasar pakaian jadi, produsen itu biasanya pesan ke kita ini. Karena permintaan pakaian jadi menurun, jadi kita juga berdampak,&quot; sambungnya.
Dede berharap kepada Pemerintah setidaknya bisa lebih mengontrol dan menperketat platform penjualan online. Terutama pada barang-barang impor yang masuk ke pasar domestik.
Sehingga permintaan produk dalam negeri bisa meningkat, akhirnya  orang-orang seperti Dede yang berjualan bahan baku tekstil di pasar  Tanah Abang juga bisa kembali meningkat.
&quot;Kita berharap agar online ini bisa diarahkan lagi, lebih diatur, dan  dibatasin. Harga di toko online juga jangan terlalu murah, kalau bisa  sama dengan harga pasar,&quot; harap Dede.
Kondisi sepinya pasar Tanah Abang ini juga di konfirmasi oleh Erna  (58) yang menjual ragam pakaian muslim di Blok F Pasar Tanah Abang. Erna  dengan kondisi pasar tanah abang seperti ini, dirinya paling hanya  mampu menjual pakaian sekitar 1-2 potong sehari.
&quot;Kondisi Pasar Tanah Abang jadi sepi sekali, sering orang tidak  laris, kondisi ini sudah 3 bulan lalu, sehari itu paling biasa sepotong  dua ptong,&quot; ujar Erna.
&quot;Online itu lebih murah lah. Kalau kita ini kan bikin (pakain)  sendiri juga. Kadang di online malah harganya di bawah modal kita coba.  Jadi orang yang tidak online paling beli 1-2 biji,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
