<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Medsos AdaKami Diserang Netizen: Debt Collector Ganas-Ganas</title><description>Media Sosial pinjol AdaKami diserang netizen dengan komentar pedas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/22/320/2888076/medsos-adakami-diserang-netizen-debt-collector-ganas-ganas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/22/320/2888076/medsos-adakami-diserang-netizen-debt-collector-ganas-ganas"/><item><title>Medsos AdaKami Diserang Netizen: Debt Collector Ganas-Ganas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/22/320/2888076/medsos-adakami-diserang-netizen-debt-collector-ganas-ganas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/22/320/2888076/medsos-adakami-diserang-netizen-debt-collector-ganas-ganas</guid><pubDate>Jum'at 22 September 2023 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/22/320/2888076/medsos-adakami-diserang-netizen-debt-collector-ganas-ganas-kkouQiGkMk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Medsos adakami diserang netizen (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/22/320/2888076/medsos-adakami-diserang-netizen-debt-collector-ganas-ganas-kkouQiGkMk.jpg</image><title>Medsos adakami diserang netizen (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS8xLzE2OTA2MC81L3g4bjU3amY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Media Sosial pinjol AdaKami diserang netizen dengan komentar pedas. Komentar-komentar yang diungkapkan nasabah gagal bayar ini isinya kurang lebih mengiyakan bahwa Debt Collection (DC) dari platform penyedia layanan pinjaman tersebut cara menagih tunggakan terhadap nasabahnya memang kurang beradab dan tidak manusiawi.
Komentar para nasabah ini bermula ketika AdaKami memberikan pernyataan terkait posisi dan pertanggungjawabannya dalam mengatasi kasus meninggalnya seorang nasabah yang bunuh diri akibat terlilit hutang dari aplikasi mereka.

BACA JUGA:
Investigasi Kasus Bunuh Diri Nasabah Pinjol, AdaKami: Kalau Tak Ada Kasusnya Ditutup


Sampai saat ini buntut penyelesaian masalah korban meninggal bunuh diri belum terlihat. Korban yang bunuh diri diduga tak kuasa terus diteror untuk melunasi tunggakan cicilan pinjaman online (pinjol)-nya, yang merentet hingga ia ditinggal pasangan dan anaknya dari rumah.
Berdasarkan informasi yang beredar ke publik dari unggahan akun X (Twitter) @rakyatvspinjol, diketahui bahwa korban adalah seorang pria berinisial K. Sudah berkeluarga dan memiliki anak berusia 3 tahun, serta meninggal bunuh diri pada Mei 2023 yang lalu.

BACA JUGA:
DC Pinjol Harus Bawa Dokumen Ini saat Tagih Utang ke Nasabah, Tak Bisa Sembarangan!


Dari kejadian di atas, unggahan AdaKami di Instagram menjadi dibanjiri komentar-komentar nasabah pinjol yang mengonfirmasi bahwa teror yang terjadi akibat gagal bayar benar adanya.
&amp;ldquo;Ane pernah telat bayar di adakami baru telat 1 hari. Ane di teror abs absan pantas aja di dc yg ane tanya dari mana dia bilang nya bukan dari yg begituan oh ternyata pakai pihak ke 2/3,&amp;rdquo; ungkap akun Instagram @ryanramadhan2.
&amp;ldquo;Maaf ya, emang DC adakami faktanya ganas2. Legal berasa ilegal.  Berapa hari menuju jatuh tempo aja udah di telponin terus. Makanya kapok  bangett pake AdaKami,&amp;rdquo; kata seseorang dari akun Instagram  @malakireina93_.
&amp;ldquo;Ga usah ngeles lah @adakami.id temen saya infonya lagi kepepet cuma  ada 1 pinjeman di aplikasi @adakami.id baru telat sehari udah di orderin  ambulance ke kantornya dibilang temen saya kejang2 di kantor dan butuh  bantuan segera. Naik lah si perawat dan tandu2nya ke gedung kantoran  lantai 20an. Kasian temen saya sampe nangis2 karena ditegur atasannya  udah bikin kegaduhan,&amp;rdquo; menurut pengakuan lain dari akun  @brian_syahputraa_.
&amp;ldquo;Ada kami memang penagihannya parah banget,&amp;rdquo; tulis akun @arche2573.
&amp;ldquo;Gak cuma adakami kak, karyawanku ada yg terlibat beberapa pinjol yg  katanya resmi diverifikasi oleh OJK, tapi cara nagihnya gak pake adab  banget. Bahkan yg diteror semua temen2 nya juga, dan sesama karyawan  saya yg lain kena teror juga,&amp;rdquo; kata akun @elsarizkip membalas komentar.
Satu komentar netizen lain menjelaskan bahwa meskipun sebuah platform  pinjol bisa memiliki lisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan oleh  sebab itu tidak akan berani menyalahi aturan yang berlaku. Lantas fakta  bahwa DC penerornya bisa tetap ada adalah karena mereka (platform pinjol  berlisensi OJK) akan mengalihkan tugas menagihnya ke perusahaan yang  memang bergerak di bidang tersebut.
&amp;ldquo;Mereka akan melempar nasabahnya ke perusahan yg berjalan di bidang  penagihan. Nah, perusahan yg berjalan di bidang penagihan ini lah yg DC  nya ngeri-ngeri. Jadi meskipun kita lapor ke OJK, mereka-mereka ini  bakal selalu lolos, krna emang yg nerror bukan mereka, tp perusahan  rekanan mereka,&amp;rdquo; menurut penjelasan Instagram @septyan_dwi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS8xLzE2OTA2MC81L3g4bjU3amY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Media Sosial pinjol AdaKami diserang netizen dengan komentar pedas. Komentar-komentar yang diungkapkan nasabah gagal bayar ini isinya kurang lebih mengiyakan bahwa Debt Collection (DC) dari platform penyedia layanan pinjaman tersebut cara menagih tunggakan terhadap nasabahnya memang kurang beradab dan tidak manusiawi.
Komentar para nasabah ini bermula ketika AdaKami memberikan pernyataan terkait posisi dan pertanggungjawabannya dalam mengatasi kasus meninggalnya seorang nasabah yang bunuh diri akibat terlilit hutang dari aplikasi mereka.

BACA JUGA:
Investigasi Kasus Bunuh Diri Nasabah Pinjol, AdaKami: Kalau Tak Ada Kasusnya Ditutup


Sampai saat ini buntut penyelesaian masalah korban meninggal bunuh diri belum terlihat. Korban yang bunuh diri diduga tak kuasa terus diteror untuk melunasi tunggakan cicilan pinjaman online (pinjol)-nya, yang merentet hingga ia ditinggal pasangan dan anaknya dari rumah.
Berdasarkan informasi yang beredar ke publik dari unggahan akun X (Twitter) @rakyatvspinjol, diketahui bahwa korban adalah seorang pria berinisial K. Sudah berkeluarga dan memiliki anak berusia 3 tahun, serta meninggal bunuh diri pada Mei 2023 yang lalu.

BACA JUGA:
DC Pinjol Harus Bawa Dokumen Ini saat Tagih Utang ke Nasabah, Tak Bisa Sembarangan!


Dari kejadian di atas, unggahan AdaKami di Instagram menjadi dibanjiri komentar-komentar nasabah pinjol yang mengonfirmasi bahwa teror yang terjadi akibat gagal bayar benar adanya.
&amp;ldquo;Ane pernah telat bayar di adakami baru telat 1 hari. Ane di teror abs absan pantas aja di dc yg ane tanya dari mana dia bilang nya bukan dari yg begituan oh ternyata pakai pihak ke 2/3,&amp;rdquo; ungkap akun Instagram @ryanramadhan2.
&amp;ldquo;Maaf ya, emang DC adakami faktanya ganas2. Legal berasa ilegal.  Berapa hari menuju jatuh tempo aja udah di telponin terus. Makanya kapok  bangett pake AdaKami,&amp;rdquo; kata seseorang dari akun Instagram  @malakireina93_.
&amp;ldquo;Ga usah ngeles lah @adakami.id temen saya infonya lagi kepepet cuma  ada 1 pinjeman di aplikasi @adakami.id baru telat sehari udah di orderin  ambulance ke kantornya dibilang temen saya kejang2 di kantor dan butuh  bantuan segera. Naik lah si perawat dan tandu2nya ke gedung kantoran  lantai 20an. Kasian temen saya sampe nangis2 karena ditegur atasannya  udah bikin kegaduhan,&amp;rdquo; menurut pengakuan lain dari akun  @brian_syahputraa_.
&amp;ldquo;Ada kami memang penagihannya parah banget,&amp;rdquo; tulis akun @arche2573.
&amp;ldquo;Gak cuma adakami kak, karyawanku ada yg terlibat beberapa pinjol yg  katanya resmi diverifikasi oleh OJK, tapi cara nagihnya gak pake adab  banget. Bahkan yg diteror semua temen2 nya juga, dan sesama karyawan  saya yg lain kena teror juga,&amp;rdquo; kata akun @elsarizkip membalas komentar.
Satu komentar netizen lain menjelaskan bahwa meskipun sebuah platform  pinjol bisa memiliki lisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan oleh  sebab itu tidak akan berani menyalahi aturan yang berlaku. Lantas fakta  bahwa DC penerornya bisa tetap ada adalah karena mereka (platform pinjol  berlisensi OJK) akan mengalihkan tugas menagihnya ke perusahaan yang  memang bergerak di bidang tersebut.
&amp;ldquo;Mereka akan melempar nasabahnya ke perusahan yg berjalan di bidang  penagihan. Nah, perusahan yg berjalan di bidang penagihan ini lah yg DC  nya ngeri-ngeri. Jadi meskipun kita lapor ke OJK, mereka-mereka ini  bakal selalu lolos, krna emang yg nerror bukan mereka, tp perusahan  rekanan mereka,&amp;rdquo; menurut penjelasan Instagram @septyan_dwi.</content:encoded></item></channel></rss>
