<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Main-Main, Ini Jurus RI Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca</title><description>Penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menjadi komitmen internasional untuk secara bersama menahan laju pemanasan global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/23/320/2888304/tak-main-main-ini-jurus-ri-kurangi-emisi-gas-rumah-kaca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/23/320/2888304/tak-main-main-ini-jurus-ri-kurangi-emisi-gas-rumah-kaca"/><item><title>Tak Main-Main, Ini Jurus RI Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/23/320/2888304/tak-main-main-ini-jurus-ri-kurangi-emisi-gas-rumah-kaca</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/23/320/2888304/tak-main-main-ini-jurus-ri-kurangi-emisi-gas-rumah-kaca</guid><pubDate>Sabtu 23 September 2023 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Chindya Citra Agustina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/23/320/2888304/tak-main-main-ini-jurus-ri-kurangi-emisi-gas-rumah-kaca-beqEzlxKYJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Upaya RI kurangi gas rumah kaca (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/23/320/2888304/tak-main-main-ini-jurus-ri-kurangi-emisi-gas-rumah-kaca-beqEzlxKYJ.jpg</image><title>Upaya RI kurangi gas rumah kaca (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wOC8xLzE3MDM1Ny81L3g4bnh3c3Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menjadi komitmen internasional untuk secara bersama menahan laju pemanasan global.
Indonesia pun telah berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK sebesar 29% dengan usaha sendiri dan sampai dengan 41% dengan bantuan internasional pada 2030.

BACA JUGA:
Tren WFH dan Hybrid Disebut Ampuh Kurangi Emisi Hingga 54%

Komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi sesuai yang sudah ditargetkan diperkuat melalui dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) yang disampaikan kepada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC)
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, pihaknya mendukung pihak swasta yang berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca.

BACA JUGA:
RI Bisa Capai Ketahanan Energi dan Kurangi Emisi, Sri Mulyani: Tak Semua Negara Bisa Begitu

&quot;Dengan teknologi dan fasilitas yang dimiliki, PPLI telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga kelestarian alam dari potensi pencemaran lingkungan akibat limbah B3 maupun non B3 yang dihasilkan industri,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (23/9/2023).
Untuk penurunan emisi, track record kenaikan rutin ditorehkan. Pada tahun 2019 realisasi penurunan emisi 54,8 juta ton dari target 51 juta ton. Tahun 2020, target 58 juta ton, realisasi 64,4 juta ton. Selanjutnya tahun 2021, target 67 juta ton sementara realisasi 70 juta ton. Terakhir, tahun 2022, target penurunan emisi sebesar 91 juta ton dengan realisasi 91,5 juta ton.Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus berupaya memperkuat sosialisasi pengurangan emisi gas rumah kaca. Hal ini menjadi salah satu tema diskusi dalam ajang Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan dan Energi Baru Terbarukan (LIKE) Road to COP 28 yang berlangsung 16-28 September 2023 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno.
Industri pengolah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) dalam kesempatan itu menjadi salah satu pembicara bersama sejumlah narasumber lainnya seperti PLN dan Inalum.
Manager Research and Bussiness Development PPLI Lely Fitriyani memaparkan tentang realisasi komitmen perusahaan dalam upaya mendukung program penurunan emisi gas rumah kaca.
&quot;Sejak berdiri 1994 sudah menerapkan ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah B3 maupun non B3 dan masih terus dilakukan hingga saat ini,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wOC8xLzE3MDM1Ny81L3g4bnh3c3Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menjadi komitmen internasional untuk secara bersama menahan laju pemanasan global.
Indonesia pun telah berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK sebesar 29% dengan usaha sendiri dan sampai dengan 41% dengan bantuan internasional pada 2030.

BACA JUGA:
Tren WFH dan Hybrid Disebut Ampuh Kurangi Emisi Hingga 54%

Komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi sesuai yang sudah ditargetkan diperkuat melalui dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) yang disampaikan kepada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC)
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, pihaknya mendukung pihak swasta yang berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca.

BACA JUGA:
RI Bisa Capai Ketahanan Energi dan Kurangi Emisi, Sri Mulyani: Tak Semua Negara Bisa Begitu

&quot;Dengan teknologi dan fasilitas yang dimiliki, PPLI telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga kelestarian alam dari potensi pencemaran lingkungan akibat limbah B3 maupun non B3 yang dihasilkan industri,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (23/9/2023).
Untuk penurunan emisi, track record kenaikan rutin ditorehkan. Pada tahun 2019 realisasi penurunan emisi 54,8 juta ton dari target 51 juta ton. Tahun 2020, target 58 juta ton, realisasi 64,4 juta ton. Selanjutnya tahun 2021, target 67 juta ton sementara realisasi 70 juta ton. Terakhir, tahun 2022, target penurunan emisi sebesar 91 juta ton dengan realisasi 91,5 juta ton.Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus berupaya memperkuat sosialisasi pengurangan emisi gas rumah kaca. Hal ini menjadi salah satu tema diskusi dalam ajang Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan dan Energi Baru Terbarukan (LIKE) Road to COP 28 yang berlangsung 16-28 September 2023 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno.
Industri pengolah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) dalam kesempatan itu menjadi salah satu pembicara bersama sejumlah narasumber lainnya seperti PLN dan Inalum.
Manager Research and Bussiness Development PPLI Lely Fitriyani memaparkan tentang realisasi komitmen perusahaan dalam upaya mendukung program penurunan emisi gas rumah kaca.
&quot;Sejak berdiri 1994 sudah menerapkan ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah B3 maupun non B3 dan masih terus dilakukan hingga saat ini,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
