<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alkindo Naratama (ALDO) Suntik Anak Usaha Rp40 Miliar</title><description>PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) suntik modal kerja anak usahanya yakni PT Eco Paper Indonesia (EPI) sebesar Rp40 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/25/278/2889402/alkindo-naratama-aldo-suntik-anak-usaha-rp40-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/25/278/2889402/alkindo-naratama-aldo-suntik-anak-usaha-rp40-miliar"/><item><title>Alkindo Naratama (ALDO) Suntik Anak Usaha Rp40 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/25/278/2889402/alkindo-naratama-aldo-suntik-anak-usaha-rp40-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/25/278/2889402/alkindo-naratama-aldo-suntik-anak-usaha-rp40-miliar</guid><pubDate>Senin 25 September 2023 16:57 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/25/278/2889402/alkindo-naratama-aldo-suntik-anak-usaha-rp40-miliar-Jmdu52GvlH.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">ALDO suntik anak usaha (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/25/278/2889402/alkindo-naratama-aldo-suntik-anak-usaha-rp40-miliar-Jmdu52GvlH.jpeg</image><title>ALDO suntik anak usaha (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) suntik modal kerja anak usahanya yakni PT Eco Paper Indonesia (EPI) sebesar Rp40 miliar. Adapun, suntikan modal tersebut dimaksudkan untuk memperkuat bisnis produksi kertas coklat daur ulang.
&amp;ldquo;Suntikan modal untuk memperkuat bisnis EPI ini dilakukan karena kami melihat prospek cerah dari pertumbuhan permintaan kertas daur ulang,&amp;rdquo; kata Direktur Utama ALDO, H. Sutanto dalam keterangan resminya, Senin (25/9/2023).

BACA JUGA:
Emiten Sandiaga Uno (SRTG) Borong 7,2 Juta Lembar Saham Merdeka Copper


Sutanto menyampaikan, meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya penggunaan kemasan ramah lingkungan telah membuka jalan bagi pertumbuhan produk kemasan berkelanjutan. Menurutnya, konsumen masa kini yang semakin sadar untuk lebih memilih merek dan produk yang dapat membantu mengurangi jumlah sampah plastik, sehingga dapat mewujudkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

BACA JUGA:
6 Emiten Gelar Aksi Korporasi Hari Ini, Berikut Daftarnya


&amp;ldquo;Sementara di kalangan industri, semakin banyak merek-merek sadar lingkungan yang memilih menggunakan produk perusahaan yang berbasis kertas daur ulang, agar dapat menunjukkan kepada pelanggan mengenai nilai yang mereka usung,&amp;rdquo; ujar Sutanto.
Sutanto menjelaskan, dengan suntikan dana dari perseroan, EPI akan mendapatkan tambahan modal kerja yang akan digunakan untuk pengadaan bahan baku dan bahan kimia. Suntikan modal ini diharapkan akan memperkuat kegiatan produksi untuk menghasilkan pendapatan usaha.
&amp;ldquo;Dalam hal ini, transaksi penyetoran yang direncanakan dilakukan  secara bertahap ini sudah dimulai sejak 20 September 2023 lalu,&amp;rdquo; imbuh  Sutanto.
Saat ini, EPI merupakan kontributor terbesar penjualan ALDO secara  konsolidasi, dengan kontribusi mencapai sekitar 51%. Meskipun saat ini  ada tantangan berupa kelebihan pasokan global yang mempengaruhi industri  kertas dan kemasan, ALDO tetap optimistis bahwa kecenderungan  peningkatan permintaan kemasan kertas yang ramah lingkungan akan terus  berlanjut.
Sementara itu, pengoperasian mesin-mesin produksi yang baru pada  kuartal II tahun ini telah sukses mendongkrak penjualan EPI pada  Semester 1 2023. Pada periode Januari-Juni 2023 ini, penjualan EPI  tumbuh 43% secara tahunan menjadi Rp392,06 miliar di Semester 1 2023.  Jika dilihat antar kuartal, penjualan EPI tumbuh 5% quarter on quarter  (QoQ) menjadi Rp200,84 miliar di Kuartal II 2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) suntik modal kerja anak usahanya yakni PT Eco Paper Indonesia (EPI) sebesar Rp40 miliar. Adapun, suntikan modal tersebut dimaksudkan untuk memperkuat bisnis produksi kertas coklat daur ulang.
&amp;ldquo;Suntikan modal untuk memperkuat bisnis EPI ini dilakukan karena kami melihat prospek cerah dari pertumbuhan permintaan kertas daur ulang,&amp;rdquo; kata Direktur Utama ALDO, H. Sutanto dalam keterangan resminya, Senin (25/9/2023).

BACA JUGA:
Emiten Sandiaga Uno (SRTG) Borong 7,2 Juta Lembar Saham Merdeka Copper


Sutanto menyampaikan, meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya penggunaan kemasan ramah lingkungan telah membuka jalan bagi pertumbuhan produk kemasan berkelanjutan. Menurutnya, konsumen masa kini yang semakin sadar untuk lebih memilih merek dan produk yang dapat membantu mengurangi jumlah sampah plastik, sehingga dapat mewujudkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

BACA JUGA:
6 Emiten Gelar Aksi Korporasi Hari Ini, Berikut Daftarnya


&amp;ldquo;Sementara di kalangan industri, semakin banyak merek-merek sadar lingkungan yang memilih menggunakan produk perusahaan yang berbasis kertas daur ulang, agar dapat menunjukkan kepada pelanggan mengenai nilai yang mereka usung,&amp;rdquo; ujar Sutanto.
Sutanto menjelaskan, dengan suntikan dana dari perseroan, EPI akan mendapatkan tambahan modal kerja yang akan digunakan untuk pengadaan bahan baku dan bahan kimia. Suntikan modal ini diharapkan akan memperkuat kegiatan produksi untuk menghasilkan pendapatan usaha.
&amp;ldquo;Dalam hal ini, transaksi penyetoran yang direncanakan dilakukan  secara bertahap ini sudah dimulai sejak 20 September 2023 lalu,&amp;rdquo; imbuh  Sutanto.
Saat ini, EPI merupakan kontributor terbesar penjualan ALDO secara  konsolidasi, dengan kontribusi mencapai sekitar 51%. Meskipun saat ini  ada tantangan berupa kelebihan pasokan global yang mempengaruhi industri  kertas dan kemasan, ALDO tetap optimistis bahwa kecenderungan  peningkatan permintaan kemasan kertas yang ramah lingkungan akan terus  berlanjut.
Sementara itu, pengoperasian mesin-mesin produksi yang baru pada  kuartal II tahun ini telah sukses mendongkrak penjualan EPI pada  Semester 1 2023. Pada periode Januari-Juni 2023 ini, penjualan EPI  tumbuh 43% secara tahunan menjadi Rp392,06 miliar di Semester 1 2023.  Jika dilihat antar kuartal, penjualan EPI tumbuh 5% quarter on quarter  (QoQ) menjadi Rp200,84 miliar di Kuartal II 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
