<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WIKA Beton Cetak Rp4,67 Triliun Kontrak Baru hingga Agustus 2023</title><description>PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) mencatat kontrak baru sebesar Rp4,67 triliun pada akhir Agustus 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/25/320/2889166/wika-beton-cetak-rp4-67-triliun-kontrak-baru-hingga-agustus-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/25/320/2889166/wika-beton-cetak-rp4-67-triliun-kontrak-baru-hingga-agustus-2023"/><item><title>WIKA Beton Cetak Rp4,67 Triliun Kontrak Baru hingga Agustus 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/25/320/2889166/wika-beton-cetak-rp4-67-triliun-kontrak-baru-hingga-agustus-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/25/320/2889166/wika-beton-cetak-rp4-67-triliun-kontrak-baru-hingga-agustus-2023</guid><pubDate>Senin 25 September 2023 12:20 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/25/320/2889166/wika-beton-cetak-rp4-67-triliun-kontrak-baru-hingga-agustus-2023-jV6mTSKjFa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WIKA Beton catat kontrak baru hingga Agustus 2023 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/25/320/2889166/wika-beton-cetak-rp4-67-triliun-kontrak-baru-hingga-agustus-2023-jV6mTSKjFa.jpg</image><title>WIKA Beton catat kontrak baru hingga Agustus 2023 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) mencatat kontrak baru sebesar Rp4,67 triliun pada akhir Agustus 2023. WIKA Beton naik 11,46% secara tahunan (YoY) pada periode yang sama 2022 yakni senilai Rp4,19 triliun.
Sekretaris Perusahaan WIKA Beton Dedi Indra mengatakan, proyek  besar penyumbang kontrak baru perusahaan didominasi proyek infrastruktur sebesar 68,89%, disusul proyek industri 9,21%, kemudian properti sebesar 9,09%.

BACA JUGA:
WIKA Beton Bagi-Bagi Dividen Rp32,6 Miliar


&amp;ldquo;Selanjutnya, proyek di sektor kelistrikan sebesar 8,26%, sementara lainnya berasal dari sektor energi dan tambang masing-masing menyumbang 3,01% dan 0,55%,&amp;rdquo; ujar Dedi melalui keterangan pers, Senin (25/9/2023).

BACA JUGA:
Miftachul Munir Ditunjuk Jadi Komisaris WIKA Beton, Ini Susunan Terbarunya


Perolehan kontrak baru ini terbagi dalam beberapa kategori pelanggan dengan porsi terbesar dari swasta mencapai 78,32%, BUMN 14,49%, WIKA selaku induk usaha WTON sebesar 5,70%, pemerintah 0,98%, dan afiliasi WIKA 0,51%.
Di antara para pelanggan tersebut adalah PT Girder Indonesia, PT PLN  (Persero), KG-WIKA-JAKON-JV, KSO Abipraya Guntur, PT Hailiang Nova  Material Indonesia, Permata Grup, PT Pertamina, PT Phoenix Resources  International, dan sejumlah pelanggan lainnya.
&amp;ldquo;Hingga kini WIKA Beton terus aktif menghasilkan ragam produk  inovatif dengan tetap mengedepankan kualitas mutu produk dan jasa  sebagai upaya mempertahankan kepercayaan pelanggan yang ada selama ini,&amp;rdquo;  ucap dia.
Menurutnya, berbekal relasi bisnis yang telah terbangun selama empat  dekade, WIKA Beton terus memacu kinerjanya meski di tengah kondisi yang  berfluktuasi. Sejumlah strategi pun ditetapkan manajemen hingga akhir  2023 untuk memaksimalkan kinerja perusahaan, seperti program efisiensi,  percepatan waktu penagihan dan penyelesaian piutang, intensifikasi  penjualan carry over, optimalisasi sumber daya, pemanfaatan teknologi,  dan berbagai strategi lainnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) mencatat kontrak baru sebesar Rp4,67 triliun pada akhir Agustus 2023. WIKA Beton naik 11,46% secara tahunan (YoY) pada periode yang sama 2022 yakni senilai Rp4,19 triliun.
Sekretaris Perusahaan WIKA Beton Dedi Indra mengatakan, proyek  besar penyumbang kontrak baru perusahaan didominasi proyek infrastruktur sebesar 68,89%, disusul proyek industri 9,21%, kemudian properti sebesar 9,09%.

BACA JUGA:
WIKA Beton Bagi-Bagi Dividen Rp32,6 Miliar


&amp;ldquo;Selanjutnya, proyek di sektor kelistrikan sebesar 8,26%, sementara lainnya berasal dari sektor energi dan tambang masing-masing menyumbang 3,01% dan 0,55%,&amp;rdquo; ujar Dedi melalui keterangan pers, Senin (25/9/2023).

BACA JUGA:
Miftachul Munir Ditunjuk Jadi Komisaris WIKA Beton, Ini Susunan Terbarunya


Perolehan kontrak baru ini terbagi dalam beberapa kategori pelanggan dengan porsi terbesar dari swasta mencapai 78,32%, BUMN 14,49%, WIKA selaku induk usaha WTON sebesar 5,70%, pemerintah 0,98%, dan afiliasi WIKA 0,51%.
Di antara para pelanggan tersebut adalah PT Girder Indonesia, PT PLN  (Persero), KG-WIKA-JAKON-JV, KSO Abipraya Guntur, PT Hailiang Nova  Material Indonesia, Permata Grup, PT Pertamina, PT Phoenix Resources  International, dan sejumlah pelanggan lainnya.
&amp;ldquo;Hingga kini WIKA Beton terus aktif menghasilkan ragam produk  inovatif dengan tetap mengedepankan kualitas mutu produk dan jasa  sebagai upaya mempertahankan kepercayaan pelanggan yang ada selama ini,&amp;rdquo;  ucap dia.
Menurutnya, berbekal relasi bisnis yang telah terbangun selama empat  dekade, WIKA Beton terus memacu kinerjanya meski di tengah kondisi yang  berfluktuasi. Sejumlah strategi pun ditetapkan manajemen hingga akhir  2023 untuk memaksimalkan kinerja perusahaan, seperti program efisiensi,  percepatan waktu penagihan dan penyelesaian piutang, intensifikasi  penjualan carry over, optimalisasi sumber daya, pemanfaatan teknologi,  dan berbagai strategi lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
