<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia ke Sektor Hulu dan Hilir Migas</title><description>Kementerian ESDM buka suara soal harga minyak mentah dunia yang belakangan terus mengalami kenaikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/25/320/2889461/ini-dampak-kenaikan-harga-minyak-dunia-ke-sektor-hulu-dan-hilir-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/25/320/2889461/ini-dampak-kenaikan-harga-minyak-dunia-ke-sektor-hulu-dan-hilir-migas"/><item><title>Ini Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia ke Sektor Hulu dan Hilir Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/25/320/2889461/ini-dampak-kenaikan-harga-minyak-dunia-ke-sektor-hulu-dan-hilir-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/25/320/2889461/ini-dampak-kenaikan-harga-minyak-dunia-ke-sektor-hulu-dan-hilir-migas</guid><pubDate>Senin 25 September 2023 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/25/320/2889461/ini-dampak-kenaikan-harga-minyak-dunia-ke-sektor-hulu-dan-hilir-migas-LCv5yQbzYj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak kenaikan harga minyak dunia ke hulu dan hilir. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/25/320/2889461/ini-dampak-kenaikan-harga-minyak-dunia-ke-sektor-hulu-dan-hilir-migas-LCv5yQbzYj.jpg</image><title>Dampak kenaikan harga minyak dunia ke hulu dan hilir. (Foto: Reuters)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy85LzE2Nzg3Ni81L3g4bWNheWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian ESDM buka suara soal harga minyak mentah dunia yang belakangan terus mengalami kenaikan bahkan sempat menyentuh level USD100 dolar per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyebut melonjaknya harga minyak mentah global saat ini ini tentu akan berdampak terhadap sektor hilir atau harga dari Bahan Bakar Minyak (BBM) itu sendiri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bos Migas Asal Turkmenistan Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia

Di sisi lain, meski saat ini membawa keuntungan bagi sektor hulu, namun apabila terlalu tinggi kenaikannya maka dikhawatirkan Tutuka akan membawa dampak yang kurang baik.

&quot;Kalau ke hilir iya karena kita impor di hilir kan. Kalau ke hulu menguntungkan memang, tapi  nanti kalau suatu saat terlalu tinggi ya hulu itu biaya pemboran naik juga sewa pun naik. Masalahnya kalau terlalu tinggi, jadi kita kurang favorable kalau harga minyak terlalu tinggi. (Jadi) angan di atas 90 lah itu,&quot; katanya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (25/9/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dewan Energi Minta Sektor Migas dan Pengguna Jaga Kelangsungan Bisnis

Sebagai informasi, harga minyak dibuka naik pada pembukaan perdagangan hari ini lantaran para investor kembali fokus pada prospek pasokan yang lebih ketat.

Dilansir dari Reuters, minyak mentah Brent naik menjadi USD93,75 per barel pada pukul 01.10 GMT setelah ditutup lebih rendah 3 sen pada Jumat lalu.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dewan Energi Minta Sektor Migas dan Pengguna Jaga Kelangsungan Bisnis


Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) berjangka memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut, diperdagangkan pada USD90,53 per barel, naik 50 sen atau 0,6%.</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy85LzE2Nzg3Ni81L3g4bWNheWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian ESDM buka suara soal harga minyak mentah dunia yang belakangan terus mengalami kenaikan bahkan sempat menyentuh level USD100 dolar per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyebut melonjaknya harga minyak mentah global saat ini ini tentu akan berdampak terhadap sektor hilir atau harga dari Bahan Bakar Minyak (BBM) itu sendiri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bos Migas Asal Turkmenistan Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia

Di sisi lain, meski saat ini membawa keuntungan bagi sektor hulu, namun apabila terlalu tinggi kenaikannya maka dikhawatirkan Tutuka akan membawa dampak yang kurang baik.

&quot;Kalau ke hilir iya karena kita impor di hilir kan. Kalau ke hulu menguntungkan memang, tapi  nanti kalau suatu saat terlalu tinggi ya hulu itu biaya pemboran naik juga sewa pun naik. Masalahnya kalau terlalu tinggi, jadi kita kurang favorable kalau harga minyak terlalu tinggi. (Jadi) angan di atas 90 lah itu,&quot; katanya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (25/9/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dewan Energi Minta Sektor Migas dan Pengguna Jaga Kelangsungan Bisnis

Sebagai informasi, harga minyak dibuka naik pada pembukaan perdagangan hari ini lantaran para investor kembali fokus pada prospek pasokan yang lebih ketat.

Dilansir dari Reuters, minyak mentah Brent naik menjadi USD93,75 per barel pada pukul 01.10 GMT setelah ditutup lebih rendah 3 sen pada Jumat lalu.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dewan Energi Minta Sektor Migas dan Pengguna Jaga Kelangsungan Bisnis


Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) berjangka memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut, diperdagangkan pada USD90,53 per barel, naik 50 sen atau 0,6%.</content:encoded></item></channel></rss>
