<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Ingatkan Perusahaan Teknologi Tak Hanya Berjualan Namun Juga Berkantor di Indonesia</title><description>Kemajuan teknologi digital yang kini terus berkembang pesat di tengah-tengah masyarakat, telah memberikan dampak dan sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui peningkatan sektor ekonomi digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/11/2890189/menko-airlangga-ingatkan-perusahaan-teknologi-tak-hanya-berjualan-namun-juga-berkantor-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/11/2890189/menko-airlangga-ingatkan-perusahaan-teknologi-tak-hanya-berjualan-namun-juga-berkantor-di-indonesia"/><item><title>Menko Airlangga Ingatkan Perusahaan Teknologi Tak Hanya Berjualan Namun Juga Berkantor di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/11/2890189/menko-airlangga-ingatkan-perusahaan-teknologi-tak-hanya-berjualan-namun-juga-berkantor-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/11/2890189/menko-airlangga-ingatkan-perusahaan-teknologi-tak-hanya-berjualan-namun-juga-berkantor-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 18:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/11/2890189/menko-airlangga-ingatkan-perusahaan-teknologi-tak-hanya-berjualan-namun-juga-berkantor-di-indonesia-fnuefwAu3N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomia Airlangga Hartarto (Foto: Dok Golkar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/11/2890189/menko-airlangga-ingatkan-perusahaan-teknologi-tak-hanya-berjualan-namun-juga-berkantor-di-indonesia-fnuefwAu3N.jpg</image><title>Menko Perekonomia Airlangga Hartarto (Foto: Dok Golkar)</title></images><description>JAKARTA-Kemajuan teknologi digital yang kini terus berkembang pesat di tengah-tengah masyarakat,  telah memberikan dampak dan sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui  peningkatan sektor ekonomi digital. Dalam dua dekade terakhir, ekonomi digital Indonesia  mampu tumbuh pesat sebanyak 2 kali lipat dan saat ini menjadi yang terbesar di Kawasan  ASEAN. Nilai ekonomi digital tersebut juga ditaksir mampu meningkat hingga USD133 miliar  pada tahun 2025 mendatang.
Indonesia juga diharapkan mampu menjadi pemain utama dalam sektor ekonomi digital yang  unggul, salah satunya dapat dilakukan dengan hilirisasi. Serupa dengan hilirisasi sektor  lainnya, hilirisasi digital juga penting untuk dilakukan guna mendorong nilai tambah dan daya  saing ekonomi digital di Indonesia.
&amp;ldquo;Indonesia terus menyambut baik hadirnya perusahaan teknologi global di Indonesia. Namun  Bapak Presiden terus mendorong komitmen dan usaha perusahaan teknologi global, untuk  ikut mendukung hilirisasi ekonomi digital kita. Agar Indonesia tidak sekadar menjadi  konsumen, tapi juga produsen dan pemain yang berdaya saing,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator  Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mewakili dan menyampaikan keynote speech Presiden Joko Widodo dalam Cloud Day Indonesia 2023 di Jakarta, Selasa (26/09).
Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo bahwa hingga  kini Indonesia terus membuka diri terhadap investasi guna meningkatkan daya saing,  mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka lapangan pekerjaan yang dibutuhkan di  masa mendatang seperti AI Researcher, Big Data Analyst, 5G Network Engineer, dan Cyber  Security Specialist.
Dengan besarnya potensi pasar sektor digital yang ada di Indonesia, Pemerintah berharap  bahwa perusahaan teknologi yang menanamkan investasi juga dapat membuka pusat riset,  melatih dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang digital, meningkatkan  pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, memberikan akses  teknologi secara merata, serta mendukung agenda transformasi digital yang tengah  digaungkan Pemerintah.
&amp;ldquo;Pemerintah terus mengundang kehadiran perusahaan teknologi, silakan datang dan  berinovasi di Indonesia tetapi jangan sekadar hanya untuk berjualan, Terutama, ada yang mengambil untung dari transaksi ekonomi dan transaksi data tapi tidak punya kantor. Dengan  potensi pasar sebesar Indonesia, seharusnya kantor pusat regional bisa dilakukan di  Indonesia bukan di negara lain,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi Presiden Joko  Widodo terhadap Amazon Web Services yang telah berkembang pesat di Indonesia dengan  meluncurkan Pusat Data Regional AWS Asia Pasifik di Jakarta yang merupakan pusat data  kedua terbesar di Asia Tenggara setelah Singapura.

BACA JUGA:
Menko Airlangga Sebut IMF Puji Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi RI

Pengembangan infrastruktur teknologi terutama cloud computing yang juga dilakukan oleh  AWS dinilai mampu mengakselerasi kemajuan ekonomi digital, mendorong lebih banyak  lahirnya usaha-usaha baru, mendorong inovasi dan pengembangan teknologi, serta menarik  lebih banyak pendanaan untuk masuk ke perusahaan-perusahaan rintisan (start-up).
&amp;ldquo;Bapak Presiden mendorong teknologi cloud yang semakin terjangkau oleh semua, berikan  skema khusus untuk UMKM, untuk usaha rintisan yang baru berdiri, dan untuk mempercepat  hilirisasi digital,&amp;rdquo; ujarnya.
Menko Airlangga menuturkan bahwa dibutuhkan penguatan kolaborasi  dan sinergi antara Pemerintah sebagai regulator, perusahaan penyedia teknologi, dan juga  para inovator agar pengembangan ekonomi digital dan Artificial Intellegent dapat memberikan  nilai tambah optimal untuk masyarakat Indonesia.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Menteri Koperasi dan Usaha Kecil  Menengah Teten Masduki, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan  Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin, Staf Ahli  Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan Sumber Daya Manusia Kemenko Perekonomian Rizal Edwin, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Amazon Vice President  Commercial Sales and Business Development Asia Pasific and Japan Jaime Valles, Director  Head of ASEAN Commercial Sector Conor McNamara, at Amazon Web Services, serta  Country Manager Amazon Web Services Indonesia Anthony Amni.
</description><content:encoded>JAKARTA-Kemajuan teknologi digital yang kini terus berkembang pesat di tengah-tengah masyarakat,  telah memberikan dampak dan sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui  peningkatan sektor ekonomi digital. Dalam dua dekade terakhir, ekonomi digital Indonesia  mampu tumbuh pesat sebanyak 2 kali lipat dan saat ini menjadi yang terbesar di Kawasan  ASEAN. Nilai ekonomi digital tersebut juga ditaksir mampu meningkat hingga USD133 miliar  pada tahun 2025 mendatang.
Indonesia juga diharapkan mampu menjadi pemain utama dalam sektor ekonomi digital yang  unggul, salah satunya dapat dilakukan dengan hilirisasi. Serupa dengan hilirisasi sektor  lainnya, hilirisasi digital juga penting untuk dilakukan guna mendorong nilai tambah dan daya  saing ekonomi digital di Indonesia.
&amp;ldquo;Indonesia terus menyambut baik hadirnya perusahaan teknologi global di Indonesia. Namun  Bapak Presiden terus mendorong komitmen dan usaha perusahaan teknologi global, untuk  ikut mendukung hilirisasi ekonomi digital kita. Agar Indonesia tidak sekadar menjadi  konsumen, tapi juga produsen dan pemain yang berdaya saing,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator  Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mewakili dan menyampaikan keynote speech Presiden Joko Widodo dalam Cloud Day Indonesia 2023 di Jakarta, Selasa (26/09).
Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo bahwa hingga  kini Indonesia terus membuka diri terhadap investasi guna meningkatkan daya saing,  mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka lapangan pekerjaan yang dibutuhkan di  masa mendatang seperti AI Researcher, Big Data Analyst, 5G Network Engineer, dan Cyber  Security Specialist.
Dengan besarnya potensi pasar sektor digital yang ada di Indonesia, Pemerintah berharap  bahwa perusahaan teknologi yang menanamkan investasi juga dapat membuka pusat riset,  melatih dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang digital, meningkatkan  pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, memberikan akses  teknologi secara merata, serta mendukung agenda transformasi digital yang tengah  digaungkan Pemerintah.
&amp;ldquo;Pemerintah terus mengundang kehadiran perusahaan teknologi, silakan datang dan  berinovasi di Indonesia tetapi jangan sekadar hanya untuk berjualan, Terutama, ada yang mengambil untung dari transaksi ekonomi dan transaksi data tapi tidak punya kantor. Dengan  potensi pasar sebesar Indonesia, seharusnya kantor pusat regional bisa dilakukan di  Indonesia bukan di negara lain,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi Presiden Joko  Widodo terhadap Amazon Web Services yang telah berkembang pesat di Indonesia dengan  meluncurkan Pusat Data Regional AWS Asia Pasifik di Jakarta yang merupakan pusat data  kedua terbesar di Asia Tenggara setelah Singapura.

BACA JUGA:
Menko Airlangga Sebut IMF Puji Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi RI

Pengembangan infrastruktur teknologi terutama cloud computing yang juga dilakukan oleh  AWS dinilai mampu mengakselerasi kemajuan ekonomi digital, mendorong lebih banyak  lahirnya usaha-usaha baru, mendorong inovasi dan pengembangan teknologi, serta menarik  lebih banyak pendanaan untuk masuk ke perusahaan-perusahaan rintisan (start-up).
&amp;ldquo;Bapak Presiden mendorong teknologi cloud yang semakin terjangkau oleh semua, berikan  skema khusus untuk UMKM, untuk usaha rintisan yang baru berdiri, dan untuk mempercepat  hilirisasi digital,&amp;rdquo; ujarnya.
Menko Airlangga menuturkan bahwa dibutuhkan penguatan kolaborasi  dan sinergi antara Pemerintah sebagai regulator, perusahaan penyedia teknologi, dan juga  para inovator agar pengembangan ekonomi digital dan Artificial Intellegent dapat memberikan  nilai tambah optimal untuk masyarakat Indonesia.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Menteri Koperasi dan Usaha Kecil  Menengah Teten Masduki, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan  Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin, Staf Ahli  Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan Sumber Daya Manusia Kemenko Perekonomian Rizal Edwin, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Amazon Vice President  Commercial Sales and Business Development Asia Pasific and Japan Jaime Valles, Director  Head of ASEAN Commercial Sector Conor McNamara, at Amazon Web Services, serta  Country Manager Amazon Web Services Indonesia Anthony Amni.
</content:encoded></item></channel></rss>
