<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi Perdana Bursa Karbon Tembus Rp32 Miliar, Ini Pembelinya</title><description>Transaksi perdana Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon tembus Rp32 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/278/2889872/transaksi-perdana-bursa-karbon-tembus-rp32-miliar-ini-pembelinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/278/2889872/transaksi-perdana-bursa-karbon-tembus-rp32-miliar-ini-pembelinya"/><item><title>Transaksi Perdana Bursa Karbon Tembus Rp32 Miliar, Ini Pembelinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/278/2889872/transaksi-perdana-bursa-karbon-tembus-rp32-miliar-ini-pembelinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/278/2889872/transaksi-perdana-bursa-karbon-tembus-rp32-miliar-ini-pembelinya</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/278/2889872/transaksi-perdana-bursa-karbon-tembus-rp32-miliar-ini-pembelinya-hs5OjlicKa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdagangan perdana bursa karbon (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/278/2889872/transaksi-perdana-bursa-karbon-tembus-rp32-miliar-ini-pembelinya-hs5OjlicKa.jpg</image><title>Perdagangan perdana bursa karbon (Foto: MPI)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Transaksi perdana Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon tembus Rp32 miliar. Volume perdagangan mencapai 459.914 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e), dengan perikatan harga (matched) sebesar Rp69.600 per unit karbon.
Penyedia unit karbon datang dari PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) yang menyediakan unit karbon dari Proyek Lahendong Unit 5 dan Unit 6 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Ini merupakan proyek energi terbarukan Pertamina di Sulawesi Utara.

BACA JUGA:
Resmikan Bursa Karbon, Jokowi: Kontribusi Nyata Indonesia Lawan Krisis Iklim

Adapun perusahaan yang berperan sebagai pembeli unit karbon antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CarbonX Bumi Harmoni, PT MMS Group Indonesia, PT Multi Optimal Riset dan Edukasi, PT Pamapersada Nusantara, PT Pelita Air Service, PT Pertamina Hulu Energi, dan PT Pertamina Patra Niaga.

BACA JUGA:
Berikut Biaya dan Jam Perdagangan Bursa Karbon Indonesia

&quot;IDXCarbon adalah sebuah milestone penting bagi komitmen dekarbonisasi Indonesia menuju Net Zero Emission di tahun 2060 atau lebih cepat. IDXCarbon berupaya untuk memberikan transparansi, keandalan, dan keamanan dalam perdagangan karbon,&quot; kata Direktur Utama BEI selaku Penyelenggara Bursa Karbon Indonesia, Iman Rachman dalam keterangan Selasa (26/8/2023).
Perkembangan terbaru hingga pukul 11:00 WIB, harga yang terbentuk mencapai Rp77.000 per unit karbon, dengan volume mencapai 459.953 ton CO2e. Nilai transaksi (belum termasuk biaya) mencapai Rp35,41miliar.Terdapat 24 order yang telah mengalami perjumpaan (matched order),  dari total 28 order yang masuk. Adapun pengguna jasa bursa karbon  (registered users) hingga waktu tersebut mencapai 16 pengguna.
Sebagaimana diketahui, terdapat dua produk unit karbon yaitu  persetujuan teknis batas atas emisi bagi pelaku usaha (PTBAE-PU), dan  Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). Kedua produk ini  diterbitkan oleh pemerintah melalui Kementerian terkait, lalu  diperdagangan di IDXCarbon.
Untuk tahap awal, biaya transaksi unit karbon ini diberikan insentif  setengah harga dari total biaya transaksi. Pengurangan ini membuat biaya  transaksi pasar reguler dan negosiasi menjadi 0,05% dari nilai  transaksi. Sedangkan biaya transaksi pasar lelang dan non-regular  (marketplace) menjadi 0,11%.
Kebijakan biaya transaksi ini berlaku sampai dengan 31 Oktober 2023.</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Transaksi perdana Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon tembus Rp32 miliar. Volume perdagangan mencapai 459.914 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e), dengan perikatan harga (matched) sebesar Rp69.600 per unit karbon.
Penyedia unit karbon datang dari PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) yang menyediakan unit karbon dari Proyek Lahendong Unit 5 dan Unit 6 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Ini merupakan proyek energi terbarukan Pertamina di Sulawesi Utara.

BACA JUGA:
Resmikan Bursa Karbon, Jokowi: Kontribusi Nyata Indonesia Lawan Krisis Iklim

Adapun perusahaan yang berperan sebagai pembeli unit karbon antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CarbonX Bumi Harmoni, PT MMS Group Indonesia, PT Multi Optimal Riset dan Edukasi, PT Pamapersada Nusantara, PT Pelita Air Service, PT Pertamina Hulu Energi, dan PT Pertamina Patra Niaga.

BACA JUGA:
Berikut Biaya dan Jam Perdagangan Bursa Karbon Indonesia

&quot;IDXCarbon adalah sebuah milestone penting bagi komitmen dekarbonisasi Indonesia menuju Net Zero Emission di tahun 2060 atau lebih cepat. IDXCarbon berupaya untuk memberikan transparansi, keandalan, dan keamanan dalam perdagangan karbon,&quot; kata Direktur Utama BEI selaku Penyelenggara Bursa Karbon Indonesia, Iman Rachman dalam keterangan Selasa (26/8/2023).
Perkembangan terbaru hingga pukul 11:00 WIB, harga yang terbentuk mencapai Rp77.000 per unit karbon, dengan volume mencapai 459.953 ton CO2e. Nilai transaksi (belum termasuk biaya) mencapai Rp35,41miliar.Terdapat 24 order yang telah mengalami perjumpaan (matched order),  dari total 28 order yang masuk. Adapun pengguna jasa bursa karbon  (registered users) hingga waktu tersebut mencapai 16 pengguna.
Sebagaimana diketahui, terdapat dua produk unit karbon yaitu  persetujuan teknis batas atas emisi bagi pelaku usaha (PTBAE-PU), dan  Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). Kedua produk ini  diterbitkan oleh pemerintah melalui Kementerian terkait, lalu  diperdagangan di IDXCarbon.
Untuk tahap awal, biaya transaksi unit karbon ini diberikan insentif  setengah harga dari total biaya transaksi. Pengurangan ini membuat biaya  transaksi pasar reguler dan negosiasi menjadi 0,05% dari nilai  transaksi. Sedangkan biaya transaksi pasar lelang dan non-regular  (marketplace) menjadi 0,11%.
Kebijakan biaya transaksi ini berlaku sampai dengan 31 Oktober 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
