<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Yakin Indonesia Bisa Jadi Poros Karbon Dunia, Punya Potensi Rp3.000 Triliun</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan Bursa Karbon Indonesia atau Indonesia Carbon Exchange (IDXCarbon).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/320/2889769/jokowi-yakin-indonesia-bisa-jadi-poros-karbon-dunia-punya-potensi-rp3-000-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/320/2889769/jokowi-yakin-indonesia-bisa-jadi-poros-karbon-dunia-punya-potensi-rp3-000-triliun"/><item><title>Jokowi Yakin Indonesia Bisa Jadi Poros Karbon Dunia, Punya Potensi Rp3.000 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/320/2889769/jokowi-yakin-indonesia-bisa-jadi-poros-karbon-dunia-punya-potensi-rp3-000-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/320/2889769/jokowi-yakin-indonesia-bisa-jadi-poros-karbon-dunia-punya-potensi-rp3-000-triliun</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 10:10 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/320/2889769/jokowi-yakin-indonesia-bisa-jadi-poros-karbon-dunia-punya-potensi-rp3-000-triliun-NliHoKYU3Q.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi resmikan Bursa Karbon Indonesia hari ini. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/320/2889769/jokowi-yakin-indonesia-bisa-jadi-poros-karbon-dunia-punya-potensi-rp3-000-triliun-NliHoKYU3Q.JPG</image><title>Presiden Jokowi resmikan Bursa Karbon Indonesia hari ini. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan Bursa Karbon Indonesia atau Indonesia Carbon Exchange (IDXCarbon).

Jokowi sangat optimis Indonesia bisa menjadi poros karbon dunia asalkan langkah-langkah konkret dapat digarap secara konsisten.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Resmikan Bursa Karbon, Jokowi: Kontribusi Nyata Indonesia Lawan Krisis Iklim

&quot;Saya sangat optimistis Indonesia bisa menjadi poros karbon dunia, asalkan langkah-langkah konkret tersebut digarap secara konsisten dan bersama- seluruh pemangku kepentingan, baik oleh pemerintah, swasta, masyarakat, dan bersama-sama dengan stakeholder lainnya,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/9/2023).

Jokowi pun meminta agar standar karbon internasional sebagai rujukan dan memanfaatkan teknologi untuk transaksi agar efektif dan efisien.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi : Industri Media Sekarang Ini Tidak Sedang Baik-Baik Saja

&quot;Yang kedua, harus ada target, harus ada timeline, baik utk pasar dalam negeri dan nantinya pasar luar negeri atau internasional. Segera masuk ke sana. Yang ketiga, atur dan fasilitasi pasar karbon sukarela, sesuai praktik di komunitas internasional. Dan pastikan standar internasional itu tidak mengganggu target NDC indonesia,&quot; kata Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam natural based solution.

&quot;Dan menjadi satu-satunya negara yang sekitar 60% pemenuhan pengurangan emisi karbonnya berasal dari sektor alam,&quot; kata Jokowi.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Berikut Biaya dan Jam Perdagangan Bursa Karbon Indonesia


Jokowi mengungkapkan dalam catatannya, ada kurang lebih 1 gigaton CO2 potensi kredit karbon yang bisa ditangkap. Dan jika dikalkulasikan, kata Jokowi , potensi bursa karbon Indonesia bisa mencapai Rp3.000 triliun, bahkan bisa lebih.



&quot;Sebuah angka yang sangat besar. yang tentu ini akan menjadi sebuah kesempatan ekonomi baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan sejalan dengan arah dunia yang sedang menuju kepada ekonomi hijau,&quot; ungkapnya.



Jokowi menyebut bahwa ancaman perubahan iklim sangat bisa dirasakan. Jokowi pun meminta semua pihak untuk tidak main-main terhadap ancaman yakni kenaikan suhu bumi, kekeringan, banjir dan polusi. Maka, katanya dibutuhkan langkah-langkah konkret untuk mengatasinya.



&quot;Dan bursa karbon yang kita luncurkan hari ini bisa jadi sebuah langkah konkret, bisa menjadi langkah besar untuk indonesia mencapai target emisi,&quot; kata Jokowi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan Bursa Karbon Indonesia atau Indonesia Carbon Exchange (IDXCarbon).

Jokowi sangat optimis Indonesia bisa menjadi poros karbon dunia asalkan langkah-langkah konkret dapat digarap secara konsisten.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Resmikan Bursa Karbon, Jokowi: Kontribusi Nyata Indonesia Lawan Krisis Iklim

&quot;Saya sangat optimistis Indonesia bisa menjadi poros karbon dunia, asalkan langkah-langkah konkret tersebut digarap secara konsisten dan bersama- seluruh pemangku kepentingan, baik oleh pemerintah, swasta, masyarakat, dan bersama-sama dengan stakeholder lainnya,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/9/2023).

Jokowi pun meminta agar standar karbon internasional sebagai rujukan dan memanfaatkan teknologi untuk transaksi agar efektif dan efisien.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi : Industri Media Sekarang Ini Tidak Sedang Baik-Baik Saja

&quot;Yang kedua, harus ada target, harus ada timeline, baik utk pasar dalam negeri dan nantinya pasar luar negeri atau internasional. Segera masuk ke sana. Yang ketiga, atur dan fasilitasi pasar karbon sukarela, sesuai praktik di komunitas internasional. Dan pastikan standar internasional itu tidak mengganggu target NDC indonesia,&quot; kata Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam natural based solution.

&quot;Dan menjadi satu-satunya negara yang sekitar 60% pemenuhan pengurangan emisi karbonnya berasal dari sektor alam,&quot; kata Jokowi.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Berikut Biaya dan Jam Perdagangan Bursa Karbon Indonesia


Jokowi mengungkapkan dalam catatannya, ada kurang lebih 1 gigaton CO2 potensi kredit karbon yang bisa ditangkap. Dan jika dikalkulasikan, kata Jokowi , potensi bursa karbon Indonesia bisa mencapai Rp3.000 triliun, bahkan bisa lebih.



&quot;Sebuah angka yang sangat besar. yang tentu ini akan menjadi sebuah kesempatan ekonomi baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan sejalan dengan arah dunia yang sedang menuju kepada ekonomi hijau,&quot; ungkapnya.



Jokowi menyebut bahwa ancaman perubahan iklim sangat bisa dirasakan. Jokowi pun meminta semua pihak untuk tidak main-main terhadap ancaman yakni kenaikan suhu bumi, kekeringan, banjir dan polusi. Maka, katanya dibutuhkan langkah-langkah konkret untuk mengatasinya.



&quot;Dan bursa karbon yang kita luncurkan hari ini bisa jadi sebuah langkah konkret, bisa menjadi langkah besar untuk indonesia mencapai target emisi,&quot; kata Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
