<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disebut Ganggu Kesehatan, Ini Kata Pengusaha Rokok Elektrik</title><description>Konsumsi rokok elektrik atau vape disebut mengganggu kesehatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/320/2889797/disebut-ganggu-kesehatan-ini-kata-pengusaha-rokok-elektrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/320/2889797/disebut-ganggu-kesehatan-ini-kata-pengusaha-rokok-elektrik"/><item><title>Disebut Ganggu Kesehatan, Ini Kata Pengusaha Rokok Elektrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/320/2889797/disebut-ganggu-kesehatan-ini-kata-pengusaha-rokok-elektrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/320/2889797/disebut-ganggu-kesehatan-ini-kata-pengusaha-rokok-elektrik</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/320/2889797/disebut-ganggu-kesehatan-ini-kata-pengusaha-rokok-elektrik-mGEB8Y8c3D.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Rokok elektrik aman dikonsumsi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/320/2889797/disebut-ganggu-kesehatan-ini-kata-pengusaha-rokok-elektrik-mGEB8Y8c3D.jfif</image><title>Rokok elektrik aman dikonsumsi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8yOS80LzEwNTk1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Konsumsi rokok elektrik atau vape disebut mengganggu kesehatan. Namun faktanya, vape memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah.
Berdasarkan penelitian Dr Colin Mendelsohn, seorang praktisi yang fokus pada tobacco treatment di Sydney, Australia. Dalam penelitiannya, ditemukan bahwa banyak studi mengkonfirmasi bahwa sebagian besar biomarker kanker yang terdapat pada perokok, tidak ditemukan pada orang yang menggunakan rokok elektrik.

BACA JUGA:
Petani Tembakau Setuju Rokok Dilarang tapi Industri Jangan Dimatikan


Sejumlah peneliti memprediksi bahwa risiko kanker dari menggunakan rokok elektrik hanya 0,23% - 0,4% dari  produk tembakau lain. Ada juga penelitian yang menyatakan bahwa risiko terkena kanker paru-paru dari rokok elektrik lebih kecil sampai dengan 50.000 kali.
Ketua Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (APPNINDO) Teguh B. Ariwibowo mengatakan, rokok elektrik sepenuhnya aman dikonsumsi.

BACA JUGA:
Pengusaha Rokok Elektrik: UU Kesehatan Jadi Kepastian Hukum dalam Berusaha dan Investasi


Jaminan itu juga diperkuat dengan adanya legalitas dari pemerintah berupa aturan dalam bentuk Omnibus Law Kesehatan yang turut mengakomodasi rokok elektrik atau vape.
&quot;Kami tegaskan vape sepenuhnya aman dikonsumsi. Ada banyak penelitian juga yang menyebutkan risiko kanker dari vape jauh lebih rendah,&quot; katanya, Selasa (26/9/2023).
Dia mengatakan, pelaku usaha pun senantiasa menyematkan peringatan kesehatan pada kemasan produk rokok elektrik.
&quot;Kajian ilmiah yang komprehensif dan menyeluruh perlu segera  dilakukan oleh pemerintah sebagai dasar pembuatan kebijakan yang  didasari oleh profile risiko sehingga ke depannya standar dan keamanan  setiap produk tembakau dapat ditentukan berdasarkan karakteristik  produknya masing-masing, tidak sama rata,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8yOS80LzEwNTk1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Konsumsi rokok elektrik atau vape disebut mengganggu kesehatan. Namun faktanya, vape memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah.
Berdasarkan penelitian Dr Colin Mendelsohn, seorang praktisi yang fokus pada tobacco treatment di Sydney, Australia. Dalam penelitiannya, ditemukan bahwa banyak studi mengkonfirmasi bahwa sebagian besar biomarker kanker yang terdapat pada perokok, tidak ditemukan pada orang yang menggunakan rokok elektrik.

BACA JUGA:
Petani Tembakau Setuju Rokok Dilarang tapi Industri Jangan Dimatikan


Sejumlah peneliti memprediksi bahwa risiko kanker dari menggunakan rokok elektrik hanya 0,23% - 0,4% dari  produk tembakau lain. Ada juga penelitian yang menyatakan bahwa risiko terkena kanker paru-paru dari rokok elektrik lebih kecil sampai dengan 50.000 kali.
Ketua Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (APPNINDO) Teguh B. Ariwibowo mengatakan, rokok elektrik sepenuhnya aman dikonsumsi.

BACA JUGA:
Pengusaha Rokok Elektrik: UU Kesehatan Jadi Kepastian Hukum dalam Berusaha dan Investasi


Jaminan itu juga diperkuat dengan adanya legalitas dari pemerintah berupa aturan dalam bentuk Omnibus Law Kesehatan yang turut mengakomodasi rokok elektrik atau vape.
&quot;Kami tegaskan vape sepenuhnya aman dikonsumsi. Ada banyak penelitian juga yang menyebutkan risiko kanker dari vape jauh lebih rendah,&quot; katanya, Selasa (26/9/2023).
Dia mengatakan, pelaku usaha pun senantiasa menyematkan peringatan kesehatan pada kemasan produk rokok elektrik.
&quot;Kajian ilmiah yang komprehensif dan menyeluruh perlu segera  dilakukan oleh pemerintah sebagai dasar pembuatan kebijakan yang  didasari oleh profile risiko sehingga ke depannya standar dan keamanan  setiap produk tembakau dapat ditentukan berdasarkan karakteristik  produknya masing-masing, tidak sama rata,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
