<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Punya Bursa Karbon, Ini Kata Pengusaha Tambang</title><description>Pemerintah meluncurkan Bursa Karbon Indonesia atau Indonesia Carbon Exchange.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/320/2889956/ri-punya-bursa-karbon-ini-kata-pengusaha-tambang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/320/2889956/ri-punya-bursa-karbon-ini-kata-pengusaha-tambang"/><item><title>RI Punya Bursa Karbon, Ini Kata Pengusaha Tambang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/320/2889956/ri-punya-bursa-karbon-ini-kata-pengusaha-tambang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/320/2889956/ri-punya-bursa-karbon-ini-kata-pengusaha-tambang</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/320/2889956/ri-punya-bursa-karbon-ini-kata-pengusaha-tambang-xhR7YJFNB7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kata Pengusaha Batu Bara soal Bursa Karbon (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/320/2889956/ri-punya-bursa-karbon-ini-kata-pengusaha-tambang-xhR7YJFNB7.jpg</image><title>Kata Pengusaha Batu Bara soal Bursa Karbon (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah meluncurkan Bursa Karbon Indonesia atau Indonesia Carbon Exchange. Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mengungkapkan Bursa Karbon merupakan inisiatif pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi karbon.
Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan pihaknya menyambut baik dari peluncuran Bursa Karbon Indonesia.

BACA JUGA:
Bursa Karbon Diresmikan, Menko Luhut: Masih Ada PR yang Harus Diselesaikan


&quot;Perdagangan karbon merupakan salah satu instrumen yang positif yang kita support,&quot; katanya dalam Market Review IDXChannel, Selasa (26/9/2023).
Hendra mengatakan, dengan adanya bursa karbon ini memberikan alternatif bagi perusahaan batu bara dalam rangka mengurangi emisi karbon, sehingga mereka tetap fokus untuk memaksimalkan target-target produksinya.

BACA JUGA:
Transaksi Perdana Bursa Karbon Tembus Rp32 Miliar, Ini Pembelinya


&quot;Namun di sisi lain juga mereka menjadi awareness kesadaran pentingnya untuk mengurangi emisi ini sudah di depan mata karena mungkin selama ini masih hal yang kita melihat di awang-awang,&quot; katanya.
Pasalnya kata Hendra, Bursa Karbon ini akan menjadi pelengkap dari aturan-aturan yang sudah ditetapkan pemerintah terkait aturan lingkungan mengenai industri pertambangan dan batu bara.
&quot;Bursa karbon yang baru diluncurkan hari ini suatu yang positif dan  melengkapi instrumen-instrumen pengurangan emisi yang diatur oleh  pemerintah sebelumnya,&quot; katanya.
Adapun hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan  Bursa Karbon Indonesia atau Indonesia Carbon Exchange (IDXCarbon) di  Main Hall Bursa Efek Indonesia.
&quot;Dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Bursa Karbon  Indonesia atau Indonesia Carbon Exchange (IDXCarbon) saya luncurkan pada  hari ini,&quot; kata Jokowi.
Jokowi menyampaikan bahwa peluncuran bursa karbon ini adalah upaya  nyata Indonesia dalam mengurangi gas efek rumah kaca. &quot;Ini adalah  kontribusi nyata Indonesia untuk berjuang bersama dunia untuk melawan  krisis iklim, melawan krisis perubahan iklim,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah meluncurkan Bursa Karbon Indonesia atau Indonesia Carbon Exchange. Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mengungkapkan Bursa Karbon merupakan inisiatif pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi karbon.
Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan pihaknya menyambut baik dari peluncuran Bursa Karbon Indonesia.

BACA JUGA:
Bursa Karbon Diresmikan, Menko Luhut: Masih Ada PR yang Harus Diselesaikan


&quot;Perdagangan karbon merupakan salah satu instrumen yang positif yang kita support,&quot; katanya dalam Market Review IDXChannel, Selasa (26/9/2023).
Hendra mengatakan, dengan adanya bursa karbon ini memberikan alternatif bagi perusahaan batu bara dalam rangka mengurangi emisi karbon, sehingga mereka tetap fokus untuk memaksimalkan target-target produksinya.

BACA JUGA:
Transaksi Perdana Bursa Karbon Tembus Rp32 Miliar, Ini Pembelinya


&quot;Namun di sisi lain juga mereka menjadi awareness kesadaran pentingnya untuk mengurangi emisi ini sudah di depan mata karena mungkin selama ini masih hal yang kita melihat di awang-awang,&quot; katanya.
Pasalnya kata Hendra, Bursa Karbon ini akan menjadi pelengkap dari aturan-aturan yang sudah ditetapkan pemerintah terkait aturan lingkungan mengenai industri pertambangan dan batu bara.
&quot;Bursa karbon yang baru diluncurkan hari ini suatu yang positif dan  melengkapi instrumen-instrumen pengurangan emisi yang diatur oleh  pemerintah sebelumnya,&quot; katanya.
Adapun hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan  Bursa Karbon Indonesia atau Indonesia Carbon Exchange (IDXCarbon) di  Main Hall Bursa Efek Indonesia.
&quot;Dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Bursa Karbon  Indonesia atau Indonesia Carbon Exchange (IDXCarbon) saya luncurkan pada  hari ini,&quot; kata Jokowi.
Jokowi menyampaikan bahwa peluncuran bursa karbon ini adalah upaya  nyata Indonesia dalam mengurangi gas efek rumah kaca. &quot;Ini adalah  kontribusi nyata Indonesia untuk berjuang bersama dunia untuk melawan  krisis iklim, melawan krisis perubahan iklim,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
